Representasi Kekuasaan dalam Teks Supersemar: Kajian Analisis Wacana Kritis Ruth Wodak
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4004Keywords:
Supersemar, Representasi Kekuasaan, Analisis Wacana Kritis, Ruth Wodak, Teks PolitikAbstract
Penelitian ini menelaah representasi kekuasaan dalam teks Supersemar melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) berdasarkan kerangka teori Ruth Wodak. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana bahasa digunakan untuk membangun, melegitimasi, dan menyampaikan otoritas politik dalam konteks sejarah Indonesia, khususnya pada periode transisi kekuasaan antara Soekarno dan Soeharto. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis fitur-fitur tekstual secara mendalam, termasuk pilihan leksikal, struktur sintaksis, serta strategi retoris yang berperan dalam pembentukan relasi kuasa. Analisis difokuskan pada identifikasi pola dominasi, persuasi, serta konstruksi posisi ideologis yang tersembunyi di balik penyusunan kalimat dan struktur argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Supersemar tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga secara halus membingkai legitimasi politik melalui strategi diskursif tertentu seperti nominalisasi, pasivisasi, penggunaan modalitas, dan pengaburan aktor. Strategi-strategi tersebut mengonstruksi citra Soeharto sebagai pelaksana otoritas yang diperlukan demi stabilitas negara sekaligus mereduksi jejak pertanggungjawaban politik. Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan AWK terhadap dokumen Indonesia yang memiliki signifikansi historis dan politis, sehingga menjembatani analisis linguistik dengan pembacaan sosial-politik. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian bahasa, sastra, dan pembelajaran dengan memperlihatkan bagaimana bahasa dapat menjadi sarana produksi wacana politik dan narasi sejarah. Selain itu, penelitian ini menawarkan implikasi pedagogis bagi pengajaran membaca kritis dan keterampilan analitis, menekankan urgensi kesadaran wacana dalam kurikulum bahasa dan sastra agar peserta didik mampu mengidentifikasi relasi kuasa, representasi ideologi, dan konstruksi makna dalam teks.
Downloads
References
Anam, Y., Yumna, A., & Miftahulkhairah, A. (2023). Relasi Kuasa pada Toponimi Nama Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat: Analisis Wacana Kritis Model Ruth Wodak. Jurnal Linguistik Gramatika, 9(2), 45–56.
Amin, M. F. (2014). Bahasa dan ideologi: mengungkap ideologi dan kekuasaan simbolik di balik penggunaan bahasa (kajian teks media melalui analisis wacana kritis). HUMANIKA, 19(1), 42-58.
Crouch, H. (1985). The Army and Politics in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.
Dwi Pangga, M. R., Botifar, M., & Ningtyas, A. R. (2024). Nilai-Nilai Perjuangan Buya Hamka (Analisis Wacana Kritis Wodak Dalam Film Buya Hamka) (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Negeri Curup).
Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. London: Longman.
Kuntarto, E. (2018). Bahasa dan Kekuasaan Politik Oposan di Indonesia: Analisis Wacana Kritis. Jurnal Kiprah, 6(2), 37-47.
Maharani, R., Aulia, S., & Handoko, B. (2024). Dominasi Kekuasaan pada Film Pendek “Please Be Quiet” Karya William Adiguna: Analisis Wacana Kritis Ruth Wodak. Jurnal HIKON, 5(1), 22–35.
Naufal, A., Nurhadi, S., & Anshori, M. (2021). Kadrun, KPK, dan Buzzer di Lingkungan Tempo: Analisis Wacana Kritis Ruth Wodak. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 21(2), 105–118.
Purwoko, H. (2019). Bahasa dan Kekuasaan dalam Wacana Politik Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rahma, R., Mahmudah, A., Sultan, R., Amir, S., & Saleh, M. (2025). Ideologi dalam Konten TikTok Gen Z: Analisis Wacana Kritis Model Ruth Wodak. Jurnal IdeGuru, 12(1), 88–102.
Reisigl, M., & Wodak, R. (2009). The Discourse-Historical Approach (DHA). In R. Wodak & M. Meyer (Eds.), Methods of Critical Discourse Analysis (pp. 87–121). London: Sage.
Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200–2008. Jakarta: Serambi.
Suharyo, S., Surono, S., & Amin, M. F. (2015). Representasi Ideologi dan Kekuasaan dalam Bahasa: Kajian Teks Media. HUMANIKA, 22(2), 92-102.
Wodak, R. (2001). The Discourse-Historical Approach to Discourse Analysis. In R. Wodak & M. Meyer (Eds.), Methods of Critical Discourse Analysis. London: Sage.
Wodak, R., & Meyer, M. (2016). Methods of Critical Discourse Studies (3rd ed.). London: Sage.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahma Nur Latifah, Meyvia Kiara Mahirsah, Destia Ajeng Putri Pranata, Hanifullah Syukri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















