Implementasi PROLANIS Berbasis Edukasi Komunitas untuk Meningkatkan Manajemen Mandiri Pasien DM dan Hipertensi

Authors

  • Suzanne C. Hutagalung Institut Kesehatan Helvetia

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3808

Keywords:

PROLANIS, Edukasi Komunitas, Manajemen Mandiri, Diabetes Melitus, Hipertensi

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) dikembangkan untuk membantu pasien dengan penyakit kronis mempertahankan kondisi kesehatan yang stabil melalui edukasi, pemantauan, serta pendampingan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menelaah hubungan antara pelaksanaan edukasi komunitas dalam PROLANIS dengan kemampuan manajemen mandiri pasien diabetes melitus (DM) dan hipertensi di Klinik Pratama MARS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Jumlah sampel terdiri dari 60 peserta PROLANIS yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstandar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi edukasi komunitas berada pada kategori baik (65%), sedangkan tingkat manajemen mandiri responden berada pada kategori tinggi (58,3%). Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai r = 0,612 dengan p = 0,000 serta r_tabel sebesar 0,254 pada taraf signifikan 5%, maka terbukti bahwa hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada hubungan yang signifikan antara implementasi edukasi komunitas PROLANIS dengan tingkat manajemen mandiri pasien DM dan hipertensi di Klinik Pratama MARS” diterima yang menandakan adanya hubungan bermakna antara kedua variabel. Edukasi kelompok yang teratur, relevan, dan interaktif terbukti mendukung peningkatan pengetahuan, kemandirian dalam pemantauan kesehatan, serta kepatuhan berobat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan edukasi komunitas dalam PROLANIS sebagai upaya peningkatan kualitas penatalaksanaan penyakit kronis di layanan primer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Diabetes Association. (2022). Standards of Medical Care in Diabetes. Diabetes Care, 45(S1), S1–S102.

Anderson, B. J., & Funnell, M. M. (2010). Patient Empowerment: Myths and Misconceptions. Patient Education & Counseling, 79(2), 277–282.

BPJS Kesehatan. (2019). Panduan Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS). BPJS Kesehatan RI.

BPJS Kesehatan. (2021). Laporan Evaluasi PROLANIS Nasional. BPJS Kesehatan Indonesia.

Dewi, R., & Simbolon, M. (2020). Pengaruh Edukasi PROLANIS terhadap Pengendalian Gula Darah. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(1), 58–67.

Funnell, M. M., & Anderson, R. M. (2004). Empowerment and Self-Management of Diabetes. Clinical Diabetes, 22(3), 123–127.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health Promotion Planning: An Educational and Ecological Approach. McGraw-Hill.

Ismail, D., & Makmur, F. (2018). Efektivitas Edukasi Kelompok dalam Meningkatkan Self-Management Pasien Hipertensi. Journal of Nursing Care, 3(2), 100–108.

Janah, R., & Mahardika, R. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Manajemen Mandiri Pasien DM. Jurnal Keperawatan Komprehensif, 8(1), 14–21.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kemenkes RI.

Kurniasari, D., & Wibowo, A. (2021). Pengaruh Edukasi Diet terhadap Perilaku Makan Pasien Hipertensi. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(2), 94–102.

Maghfirah, L., & Sofiana, N. (2020). Hubungan Edukasi Kesehatan dengan Manajemen Mandiri Pasien DM. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 8(2), 77–84.

Miller, T. A. (2016). Health Literacy and Diabetes Self-Management. Journal of Diabetes and Metabolism, 7(2), 1–5.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, H. (2018). Self-Management pada Pasien Penyakit Kronis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 12(2), 85–92.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2019). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI.

Puspita, M. (2019). Studi Korelasi antara Edukasi Kesehatan dan Kepatuhan Minum Obat Pasien PROLANIS. Jurnal Kesmas, 15(1), 71–79.

Putri, D., & Hasanah, N. (2021). Pengaruh Edukasi Terstruktur terhadap Self-Monitoring Pasien DM Tipe 2. Jurnal Keperawatan Holistik, 11(1), 20–28.

Rahmawati, D., & Wahyuni, A. (2018). Hubungan Tingkat Pengetahuan DM dengan Self-Care Behavior. Media Kesehatan Masyarakat, 4(2), 91–98.

Rahayu, D. (2019). Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi. Jurnal Penelitian Kesehatan, 7(3), 112–120.

Sari, R. P. (2021). Pengaruh Edukasi Kelompok terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi. Jurnal Keperawatan Komunitas, 3(1), 41–49.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2013). Textbook of Medical-Surgical Nursing. Philadelphia: Lippincott.

Suratri, M. (2020). Determinan Perilaku Pasien Hipertensi dalam Menjalankan Terapi. Jurnal Penelitian Kebijakan Kesehatan, 4(2), 33–42.

Utami, W. (2020). Evaluasi Pelaksanaan PROLANIS di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8(1), 23–31.

World Health Organization. (2017). Hypertension Guidelines and Global Estimates. Geneva: WHO.

Downloads

Published

25-11-2025

How to Cite

[1]
S. C. Hutagalung, “Implementasi PROLANIS Berbasis Edukasi Komunitas untuk Meningkatkan Manajemen Mandiri Pasien DM dan Hipertensi”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 2009–2014, Nov. 2025.