Hubungan Sosial Budaya, Ekonomi Terhadap Pemilihan Pengobatan Cedera Ankle Pelari Citraland Loop

Authors

  • Cici Anggraina Maulida Maulida Universitas Sari Mulia
  • Rifa’atul Mahmudah Universitas Sari Mulia
  • Subhannur Rahman Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3805

Keywords:

Cedera Ankle, Ekonomi, Pelari, Pengobatan Alternatif, Sosial Budaya

Abstract

Cedera ankle merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami oleh para pelari, baik yang berorientasi pada prestasi maupun yang berlari untuk rekreasi. Keterbatasan biaya, akses terhadap layanan medis, serta dorongan lingkungan sosial menyebabkan sebagian masyarakat memilih pengobatan alternatif seperti “urut” sebagai langkah penanganan awal. Pemilihan metode tersebut tidak terlepas dari pengaruh faktor sosial budaya dan ekonomi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat, termasuk pada komunitas pelari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosial budaya dan ekonomi terhadap pemilihan pengobatan alternatif “urut” pada risiko cedera ankle di Komunitas Pelari Citraland Loop Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh anggota komunitas yang memenuhi kriteria terlibat dalam penelitian. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disusun untuk mengukur kecenderungan responden dalam memilih pengobatan alternatif serta faktor sosial budaya dan ekonomi yang memengaruhi keputusan tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor sosial budaya dan ekonomi dengan pemilihan pengobatan alternatif “urut” (p < 0,05). Sebagian besar responden memilih “urut” karena kepercayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun serta pertimbangan biaya yang dinilai lebih terjangkau. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa faktor sosial budaya dan ekonomi memiliki peran penting dalam menentukan pilihan pengobatan cedera ankle. Oleh karena itu, integrasi antara pengobatan tradisional dan layanan medis formal diperlukan guna menghadirkan penanganan cedera olahraga yang lebih komprehensif dan efektif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

K. Khairuman, M. Izza, A. Nurdin, dan D. Rahayu, “Kebiasaan Kerokan Pada Masyarakat Sebagai Pengobatan Tradisional Dalam Perspektif Antropologi Kesehatan,” Public Health Journal, 2024, doi: 10.62710/n6zwm087.

N. Zulkarnain, K. F. Hardini, Y. S. Nugraha, and S. Sukadi, “Analisis Cedera Musculoskeletal Pada Peserta Kediri Half Marathon Tahun 2023,” Athena: Physical Education and Sports Journal, vol. 2, no. 1, pp. 11–18, 2024, doi: 10.56773/athena.v2i1.16.

Akkase, “Efektivitas Model Pemanasan Pasca Cedera Ankle Pada Pemain Sepak Bola,” Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training), vol. 7, no. 1, pp. 87–95, 2023, doi: 10.37058/sport.v7i1.6479.

M. A. Setiawan et al., “Survei Tingkat Pengetahuan Siswa Ekstrakurikuler Olahraga Futsal SMAN 7 Tambun Selatan Terhadap Penanganan Cedera Ankle,” 2023.

M. Muhibbi, A. T. Ramadhan, H. hadi, S. Romadhoni, and A. Yogaswara, “Identifikasi Jenis Cedera pada Pasien Klinik Massage Seger Waras,” Journal of Sport Coaching and Physical Education, vol. 8, no. 2, pp. 119–129, 2023. [Online]. Available: https://journal.unnes.ac.id/sju/jscpe/article/view/73953

E. Erin, F. Riansyah, E. Putra, dan G. Halizasia, “Dinamika Sosial Budaya Terhadap Pengobatan Tradisional,” NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah, vol. 17, no. 1, 2024, doi: 10.30867/nasuwakes.v17i1.504.

R. Tahitu, E. Asmin, C. R. Titaley, M. L. Vers Malakauseya, H. R. Malawat, B. M. Wael, D. Pormes, dan G. Rahmadani, “Socioeconomic Factors and The Use of Traditional Medicine in East Seram, Maluku,” J. Kesehatan Masyarakat (KEMAS), vol. 21, no. 2, 2025, doi: 10.15294/kemas.v21i2.25689.

W. Widayanti, J. A. Green, S. Heydon, and P. Norris, “Health-seeking behavior of people in Indonesia: A narrative review,” Journal of Epidemiology and Global Health, vol. 10, no. 1, pp. 6–15, 2020, doi: 10.2991/jegh.k.200102.001.

S. Pengpid and K. Peltzer, “Use of traditional medicines and traditional practitioners by children in Indonesia: Findings from a national population survey in 2014-2015,” Journal of Multidisciplinary Healthcare, vol. 12, pp. 291–298, 2019, doi: 10.2147/JMDH.S203343.

A. F. Salsabila, K. Widiastuti, M. Y. Pratama, M. Yoziana, R. Dharmadi, dan M. A. Shadiqi, “Parental Perceptions and Experiences of Traditional Massage Practitioners as an Alternative Treatment,” Midwifery and Complementary Care, vol. 4, no. 1, 2023, doi: 10.33859/mcc.v4i1.849.

L. Hilmi, S. D. Alfian, R. Abdulah, and I. M. Puspitasari, “Factors Associated with Health-Seeking Behavior in Indonesia: Evidence from the Indonesian Family Life Survey 2014,” Medicina, vol. 60, no. 10, pp. 1–12, 2024, doi: 10.3390/medicina60101607.

S. Jodi and B. M. W. Kushartanti, “Efektivitas Terapi Masase Terhadap Nyeri Gerak Dan Fungsi Gerak Sendi Ankle Pasca Cedera Ankle,” Medikora, vol. 18, no. 2, pp. 92–99, 2019, doi: 10.21831/medikora.v18i2.29202.

H. Hardani, A. Suhada, T. Ulya, A. D. Pertiwi, R. Widyan, W. R. Ratulangi, dan P. Ammaranond, “Empowering Public Health Awareness Through Dissemination of Traditional Medicine Products,” Journal of Community Service and Empowerment, vol. 5, no. 1, 2024, doi: 10.22219/jcse.v5i1.31929.

Suharti, T. Kartika, and S. Sugiyanta, “Culture and social: herbal medicine as health communication to build urban community empowerment,” Jurnal Studi Komunikasi, vol. 5, no. 1, p. 151, 2021, doi: 10.25139/jsk.v5i1.3124.

T. R. Fadly, S. P. Jati, dan A. Sriatmi, “What Factors Influence The Use Of Traditional Medicine In Adults?: A Scoping Review,” Eduvest – Journal of Universal Studies, vol. 4, no. 12, 2024, doi: 10.59188/eduvest.v4i12.41806.

Downloads

Published

27-11-2025

How to Cite

[1]
C. A. M. Maulida, R. Mahmudah, and S. Rahman, “Hubungan Sosial Budaya, Ekonomi Terhadap Pemilihan Pengobatan Cedera Ankle Pelari Citraland Loop”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 2500–2508, Nov. 2025.