Analisis Pengaruh Belanja Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3586Keywords:
Belanja Pegawai, Pengeluaran Barang dan Jasa, Pengeluaran Modal, Pertumbuhan Ekonomi, Deli SerdangAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang selama periode 2014–2023 yang dipengaruhi oleh belanja modal, belanja barang dan jasa, dan belanja pegawai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan cara pengumpulan data menggunakan data sekunder seperti data laporan rekapitulasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Belanja barang dan jasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, menunjukkan bahwa pengeluaran untuk gaji dan tunjangan ASN belum mampu mendorong peningkatan PDRB secara nyata. Belanja pegawai berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, menunjukkan bahwa pengeluaran untuk kebutuhan operasional dan pelayanan publik dapat meningkatkan aktivitas ekonomi daerah. Di sisi lain, karena proyek infrastruktur bersifat jangka panjang dan tidak memberikan dampak langsung, belanja modal memiliki dampak negatif dan kecil terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,915, ketiga variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini menunjukkan bahwa tiga jenis belanja tersebut bertanggung jawab atas 91,5% dari variasi pertumbuhan ekonomi. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran daerah harus efektif dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Deli Serdang. Selain itu, penelitian ini menyajikan bukti nyata tentang betapa pentingnya keefektifan distribusi anggaran oleh pemerintah daerah sehingga pengeluaran publik tidak hanya terfokus pada belanja rutin, tetapi juga pada pengembangan infrastruktur dan peningkatan produktivitas daerah. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai saran bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pengelolaan keuangan yang lebih tepat, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Downloads
References
Agustin, Y., & Kusnandar, D. (2023). Belanja daerah, investasi pemerintah, dan pertumbuhan ekonomi: Analisis lintas kabupaten/kota di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 14(2), 121–135.
Aulia, R., & Siregar, T. (2024). Government expenditure, infrastructure budget, and regional economic performance in Sumatera. International Journal of Public Sector Economics, 9(1), 55–66.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. (2014–2023). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Deli Serdang Menurut Lapangan Usaha (ADHK 2010). Medan: BPS Provinsi Sumatera Utara.
Badriyah, S. (2016). Pengaruh Belanja Daerah Terhadap PDRB Jawa Tengah Menggunakan Panel Vector Error Correction Model (PVECM). Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY 2016. Universitas Negeri Yogyakarta.
Darise, N. (2008). Pengelolaan Keuangan Daerah: Panduan Praktis bagi Eksekutif dan Legislatif Daerah. Jakarta: Indeks.
Darmayanti, N., & Pratomo, W. (2022). Dampak belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan kemiskinan sebagai variabel kontrol. Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia, 21(3), 193–207.
Darwanto, H. (2020). Pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi: Studi pada pemerintah provinsi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(1), 45–55.
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2014–2023). Data Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deli Serdang. Jakarta: DJPK Kementerian Keuangan RI.
Eka Cindy Pangestu, E. C. (2018). Pengaruh Belanja Barang dan Jasa, Belanja Modal, Belanja Pegawai dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Selatan. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 1(1), 33–42. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lambung Mangkurat.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Keynes, J. M. (1936). The General Theory of Employment, Interest, and Money. London: Macmillan.
Kuncoro, M. (2019). Otonomi Daerah dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mardiasmo. (2018). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Andi.
Mawaddah, N., Lubis, P. K. D., Fadly, R., Adriansyah, T., & Ramadhan, W. (2023). Apakah Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, dan Belanja Modal Berpengaruh Pada Pertumbuhan Ekonomi? (Studi Kasus PDRB Sumatera Utara 2008–2022). SINTAMA: Jurnal Sistem Informasi, Akuntansi dan Manajemen, 3(3), 384–389. Universitas Negeri Medan.
Musgrave, R. A. (1959). The Theory of Public Finance: A Study in Public Economy. New York: McGraw-Hill.
Nurhayati, S., & Rudianto, A. (2021). Belanja pemerintah, investasi, dan pertumbuhan ekonomi: Analisis data panel kabupaten/kota. Jurnal Keuangan Negara, 4(2), 112–124.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukirno, S. (2011). Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ruwina Rahmanda, Reisya Andini, Chesia Rika Adrilia Br Sitepu, Vincensius Maruli Tua Malau, Andryno Toty N. Banjarnahor

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















