Efektifitas Pemberian Salep Eco Enzyme untuk Mengobati Combustio Derajat 1 pada Mencit Deuthschland Danken

Authors

  • Nanda Riski Ayundari Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Ernawati Ernawati Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Widya Lita Fitrianur Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Diah Fauzia Zuhroh Universitas Muhammadiyah Gresik

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3562

Keywords:

luka Bakar, Eco Enzyme, Mencit

Abstract

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan kulit akibat paparan panas, bahan kimia, tekanan, gesekan, trauma, maupun radiasi yang dapat menimbulkan rasa nyeri serta meningkatkan risiko infeksi. Salah satu alternatif terapi luka yang berpotensi dikembangkan adalah Eco Enzyme, yaitu hasil fermentasi limbah organik yang memiliki sifat antiinflamasi, antimikroba, dan mampu mempercepat proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian salep Eco Enzyme dalam penyembuhan luka bakar derajat 1 pada mencit strain Deutschland Danken. Penelitian menggunakan metode true-experimental dengan desain post test only group design. Sampel terdiri dari 21 ekor mencit yang dipilih menggunakan teknik total sampling dan dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol, kelompok dengan pemberian salep dua kali sehari, dan kelompok dengan pemberian salep tiga kali sehari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap luas luka dan durasi penyembuhan, kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata luas luka pada kelompok kontrol sebesar 0,73 cm, kelompok dengan pemberian salep dua kali sehari sebesar 0,31 cm, dan kelompok dengan pemberian salep tiga kali sehari sebesar 0,06 cm. Uji ANOVA memberikan p value = 0,000, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan. Temuan ini membuktikan bahwa salep Eco Enzyme mampu mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat 1 pada mencit. Dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemberian tiga kali sehari merupakan dosis yang paling efektif dalam memperkecil luas luka dan mempercepat pemulihan jaringan kulit.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananta, G. P. (2020). Potensi batang pisang (Musa paradisiaca L.) dalam penyembuhan luka bakar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 334–340. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.283

Ferreira, A. D. S. (2019). Efektivitas lendir bekicot (Achatina fulica) terhadap kecepatan penyembuhan fase inflamasi luka bakar derajat II pada tikus putih (Rattus norvegicus).

Hutagaol, R., Sukarna, A., Susanti, N., Sijabat, M., Adriani, R. B., Aini, S. N., Rusdi, E. R., Elvina, R., Padoli, Kai, M. W., Novrita, S., Muryani, N. M. S., Yumni, F. L., Fatimah, S., Safitri, R., Miskiyah, Hairunisyah, R., & Sanjaya, L. R. (2022). Buku ajar anatomi fisiologi (pp. 1–214). Zahir Publishing.

Kalangi, S. J. R. (2019). Histofisiologi kulit. Jurnal Biomedik (Jbm), 5(3), 12–20. https://doi.org/10.35790/jbm.5.3.2013.4344

Kurniawan, Y., & Layal, K. (2019). Pemberian gel ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar pada mencit. Syifa’ Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 8(1), 30–35. https://doi.org/10.32502/sm.v8i1.1357

Purwanto, E., Tahir, T., & Syam, Y. (2022). Efek penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus sp.) pada penyembuhan luka: Tinjauan sistematis. Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan, 8(1), 59–69.

Rasit, N., & Mohammad, F. S. (2018). Production and characterization of bio catalytic enzyme produced from fermentation of fruit and vegetable wastes and its influence on aquaculture sludge. MATTER: International Journal of Science and Technology, 4(2), 12–26. https://doi.org/10.20319/mijst.2018.42.1226

Rukmini, P., & Astuti Herawati, D. (2023). Eco-enzyme from organic waste (fruit and rhizome waste) fermentation. Jurnal Kimia dan Rekayasa, 4(1), 23–29. https://doi.org/10.31001/jkireka.v4i1.62

Rusdianasari, Syakdani, A., Zaman, M., Sari, F. F., Nasyta, N. P., & Amalia, R. (2021). Production of disinfectant by utilizing eco-enzyme from fruit peels waste. International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS), 1(3), 1–7. https://doi.org/10.53893/ijrvocas.v1i3.53

Saputra, D. (2023). Tinjauan komprehensif tentang luka bakar dan penanganannya. Journal Scientific Universitas Andalas Padang, 207–218.

Suprayogi, D., Asra, R., & Mahdalia, R. (2022). Analisis produk eco enzyme dari kulit buah nanas (Ananas comosus L.) dan jeruk Berastagi (Citrus x sinensis L.). Jurnal Redoks, 7(1), 19–27. https://doi.org/10.31851/redoks.v7i1.8414

Trinh, X. T., Long, N. V., Van Anh, L. T., Nga, P. T., Giang, N. N., Chien, P. N., Nam, S. Y., & Heo, C. Y. (2022). A comprehensive review of natural compounds for wound healing: Targeting bioactivity perspective. International Journal of Molecular Sciences, 23(17), 1–27. https://doi.org/10.3390/ijms23179573

Usman, Y., Hasma, H., & Panaungi, A. N. (2024). Uji aktivitas salep ekstrak etanol daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) untuk luka bakar pada kelinci. Jurnal MIPA, 13(2), 99–104. https://doi.org/10.35799/jm.v13i2.56352

Waladani, B., Ernawati, & Suwaryo, P. A. W. (2021). Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan masyarakat dalam pertolongan pertama dengan kasus luka bakar. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 185–192.

Yusuf, M. M. R. A.-G., Rorrong, Y. Y. A., Badaring, D. R., Aswanti, H., M. Z., S. M. A., Nurazizah, Dzalsabila, A., Ahyar, M., Wulan, W., Putri, M. J., & Arisma, W. F. (2022). Percobaan memahami perawatan dan kesejahteraan hewan percobaan (pp. 1–109). Jurusan Biologi FMIPA, Program Studi Biologi

Downloads

Published

17-11-2025

How to Cite

[1]
N. R. Ayundari, E. Ernawati, W. L. Fitrianur, and D. F. Zuhroh, “Efektifitas Pemberian Salep Eco Enzyme untuk Mengobati Combustio Derajat 1 pada Mencit Deuthschland Danken”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 1132–1139, Nov. 2025.