Modal Sosial Warga Binaan dalam Interaksi dengan Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Manado

Authors

  • Grace Merry Ariane Dengah STISIP Merdeka Manado
  • Glen Moses Oroh STISIP Merdeka Manado
  • Jemberis Diawang STISIP Merdeka Manado

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3466

Keywords:

Lembaga Pemasyarakatan, Warga Binaan, Modal Sosial, Interaksi Sosial, Pembinaan, Reintegrasi Sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk dan dinamika modal sosial yang dimiliki oleh warga binaan dalam interaksi mereka dengan petugas pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado. Modal sosial dipandang sebagai aset penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap sepuluh informan yang terdiri atas warga binaan dan petugas Lapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara warga binaan dan petugas tidak hanya bersifat pengawasan, tetapi juga membentuk arena sosial yang kompleks, di mana kepercayaan, norma, dan jaringan sosial memainkan peran sentral. Modal sosial membantu warga binaan membangun hubungan yang konstruktif, memperoleh akses terhadap program pembinaan, serta mengurangi potensi konflik di dalam Lapas. Meskipun relasi kekuasaan di Lapas bersifat hierarkis dan diwarnai keterbatasan sumber daya, kehadiran modal sosial memungkinkan terciptanya suasana sosial yang lebih harmonis dan mendukung keberhasilan proses pembinaan. Modal sosial juga berfungsi sebagai sarana adaptasi sosial bagi warga binaan dalam menghadapi tekanan lingkungan yang tertutup. Nilai kepercayaan, solidaritas, dan gotong royong yang terbentuk menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban serta memperkuat rasa kebersamaan di antara mereka. Oleh karena itu, peningkatan interaksi yang humanis dan pembinaan berbasis partisipasi aktif warga binaan menjadi langkah strategis untuk memperkuat efektivitas sistem pemasyarakatan serta mendukung proses reintegrasi sosial setelah masa hukuman berakhir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, R. H. (2015). Urgensi penggolongan narapidana dalam lembaga pemasyarakatan. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 49–60. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v9no1.587

Ancok, D. (2003). Modal sosial dan kualitas masyarakat. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 8(15). https://doi.org/10.20885/psikologika.vol8.iss15.art1

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education. Greenwood.

Costanzo, E., Montecchi, G., & Derhemi, E. (2011). Prison libraries in Italy. Library Trends, 59(3), 509–519. https://doi.org/10.1353/lib.2011.0003

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.

Dini. (2011). Sejarah perpustakaan penjara di Indonesia periode 1917–1964 [Tesis, Universitas Indonesia]. Universitas Indonesia. Diakses dari http://lib.ui.ac.id/detail?id=20293163&lokasi=lokal

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2008). Cetak biru pembaharuan pelaksanaan sistem pemasyarakatan. Jakarta: Departemen Hukum dan HAM.

Durkheim, E. (1984). The division of labour in society. London: Macmillan.

Fathy, R. (2019). Modal sosial: Konsep, inklusivitas, dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.22146/jps.v6i1.4746

Goffman, E. (1963). Stigma: Notes on the management of spoiled identity. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.

Johnson, C. A. (2010). Do public libraries contribute to social capital? Library & Information Science Research, 32(2), 147–155. https://doi.org/10.1016/j.lisr.2009.12.006

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Beverly Hills: Sage.

Miladina, D., & Kurniawan, A. T. (2019). Kontribusi perpustakaan lembaga pemasyarakatan dalam proses rehabilitasi sosial warga binaan: Studi kualitatif eksploratif taman bacaan warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas II A Kota Pekalongan. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 7(1), 271–280. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/22838

Ningtyas, E. S., Gani, A. Y. A., & Sukanto. (2013). Pelaksanaan program pembinaan narapidana pada lembaga pemasyarakatan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (Studi pada Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Lowokwaru Kota Malang). Jurnal Administrasi Publik (JAP), 1(6), 1266–1275.

Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. New York: Simon & Schuster.

Silvana, T., Fitriawati, & Saepudin, E. (2017). Studi tentang kemampuan literasi informasi di kalangan siswa menengah pertama. Edulib, 7(2), 17–28. https://doi.org/10.17509/edulib.v7i2.9195

Soekanto, S. (2017). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Suteki, & Taufani, G. (2018). Metodologi penelitian hukum (Filsafat, teori, dan dogmatik). Depok: Rajawali Pers.

Syahra, R. (2003). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5(1), 1–22. Diakses dari http://www.jurnalmasyarakatdanbudaya.com/index.php/jmb/article/view/256

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Vogel, B. (1997). Bailing out prison libraries. Library Journal, 122(19), 35–37. Diakses dari https://proquest.proxy.undip.ac.id/docview/196785599?accountid=49069

Yuwono, I. (2019). Interaksi sosial narapidana dan petugas Lapas: Studi sosiologi pemasyarakatan. Jurnal Pemasyarakatan Indonesia, 10(2), 145–162.

Zainal, A. (2020). Modal sosial dalam kehidupan narapidana: Studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA. Jurnal Kriminologi, 16(1), 55–72.

Downloads

Published

14-11-2025

How to Cite

[1]
G. M. A. Dengah, G. M. Oroh, and J. Diawang, “Modal Sosial Warga Binaan dalam Interaksi dengan Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Manado ”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 936–944, Nov. 2025.