Studi Komparatif Kondisi Geoteknik dan Respon Seismik Lokal untuk Perencanaan Pondasi Radar Cuaca S-Band di Wilayah Kepulauan Riau

Authors

  • Muhamad Habibi Program Profesi Insinyur, Institut Teknologi PLN Jakarta
  • Sigit Pramono Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Hanif Andi Nugraha Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Ardian Yudhi Octantyo Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Oriza Sativa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Tumpal Gultom Program Profesi Insinyur, Institut Teknologi PLN Jakarta
  • Maulana Putra Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3444

Keywords:

Geoteknik, Mikrozonasi, Radar Cuaca

Abstract

Kondisi geoteknik dan karakteristik seismik lokal menjadi faktor penting dalam menentukan desain pondasi bangunan radar cuaca. Kajian ini membandingkan dua lokasi pembangunan radar cuaca S-Band di Kepulauan Riau—Natuna dan Tanjung Pinang—yang memiliki perbedaan geotektonik dan komposisi tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara parameter geoteknik (CPT dan SPT) dan parameter seismik (MASW dan SPAC) untuk menentukan kelas situs, kapasitas tanah, serta rekomendasi pondasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua lokasi tergolong kelas tanah sedang (SD) berdasarkan SNI 1726:2019, tetapi Natuna memiliki lapisan tanah lebih kaku dan kedalaman lapisan keras yang lebih dangkal dibanding Tanjung Pinang. Temuan utama menunjukkan bahwa amplifikasi percepatan tanah di Tanjung Pinang (≈1,6 kali) lebih tinggi dibanding Natuna (≈1,16 kali), menandakan kerentanan seismik yang lebih besar, ), sehingga risiko penguatan gelombang gempa lebih dominan pada lokasi tersebut. Implikasi teknis penelitian ini menunjukkan bahwa kedua lokasi direkomendasikan menggunakan pondasi tiang, namun Tanjung Pinang memerlukan kedalaman dan kapasitas tiang yang lebih besar agar beban struktur dapat dialirkan ke lapisan keras serta meminimalkan dampak amplifikasi seismik. Dengan demikian, kajian ini tidak hanya memberikan rekomendasi desain pondasi, tetapi juga mendukung penyusunan standar teknis pembangunan radar cuaca di wilayah rawan gempa. Secara keseluruhan, kajian ini memberikan landasan teknis bagi BMKG dalam pengembangan jaringan radar cuaca yang lebih aman, efisien, dan sesuai karakteristik geologi wilayah kepulauan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar Syaefudin, M., Sugiarto, & Putra, M. (2021). Sistem Informasi Monitoring Intensitas Hujan Berdasarkan Citra Radar Cuaca. Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Aplikasinya, 12, 2021.

Fida Ismaili, A., & Asyifa, A. (2022). Analysis of Liquefaction Potential Based on SPT and CPT Data in the Yogyakarta International Airport Area. International Journal of Engineering, 4(2), 158–164.

Molina, S., Garcia-Jerez, A., Hloupis, G., & Oda, Y. (2023). Editorial: Seismic microzonation and risk reduction. Frontiers in Earth Science, 11. https://doi.org/10.3389/feart.2023.1292265

Novtrisa, I., Mase, L. Z., Refrizon, R., Misliniyati, R., Amri, K., Hadi, A. I., & Fadli, D. I. (2025). Studi Mikrozonasi Kerentanan Seismik dan Bangunan Bertingkat Menggunakan Metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) di Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, 21(3), 241. https://doi.org/10.20527/flux.v21i3.19616

Prayogo, K., & Saptowati, H. (2016). Penyelidikan Struktur dan Karakteristik Tanah untuk Desain Pondasi Iradiator Gamma Kapasitas 2 MCi. JURNAL PERANGKAT NUKLIR, 10.

Putra, M. (2025). Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Alat Operasional Utama (Aloptama) Radar Cuaca BMKG. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4, 484–493. https://doi.org/10.38035/jim.v4i2

Putra, M., Romadhon, H. C., Pramono, S., & Nugraha, H. A. (2025). Penggunaan Data Sondir dan Mikrozonasi untuk Interpretasi Parameter Tanah dan Perencanaan Pondasi Gedung Radar Cuaca S-Band. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 5218–5224. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.2761

Putra, M., Rosid, M. S., & Handoko, D. (2024). A Review of Rainfall Estimation in Indonesia: Data Sources, Techniques, and Methods. Signals, 5(3), 542–561. https://doi.org/10.3390/signals5030030

BSN. (2019). SNI 1726:2019 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung (p. 1). Badan Standarisasi Nasional. www.bsn.go.id

ASTM International. (2011). ASTM International. https://doi.org/10.1520/D1586-11

ASTM Internasional. (2020). ASTM International. https://doi.org/10.1520/D5778-20

Vessia, G., Laurenzano, G., Pagliaroli, A., & Pilz, M. (2021). Seismic site response estimation for microzonation studies promoting the resilience of urban centers. Engineering Geology, 284, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.enggeo.2021.106031

Downloads

Published

24-11-2025

How to Cite

[1]
M. Habibi, “Studi Komparatif Kondisi Geoteknik dan Respon Seismik Lokal untuk Perencanaan Pondasi Radar Cuaca S-Band di Wilayah Kepulauan Riau”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 1774–1780, Nov. 2025.