Analisis Kuat Tekan Beton Menggunakan Limbah Organik sebagai Material Substitusi Semen

Authors

  • Tri Handayani Universitas Gunadarma
  • Sulardi Sulardi Universitas Gunadarma
  • Asri Wulan Universitas Gunadarma
  • Nazwa Adiesta Kurnia Putri Universitas Gunadarma
  • Sidik Lestiyono Universitas Gunadarma

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3419

Keywords:

Beton, Semen, Limbah organik, Substitusi, Kuat Tekan

Abstract

Beton merupakan salah satu material yang dominan digunakan dalam bidang konstruksi. Beton terbentuk dari semen, agregat dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambah. Semen berfungsi menjadi bahan pengikat utama yang menghubungkan partikel pasir, kerikil dan bahan tambahan lainnya dalam campuran beton. Namun proses pembuatan semen memberikan dampak  terhadap lingkungan yaitu menghasilkan polusi yang akan mengganggu kelestarian lingkungan (Bunyamin, 2023). Beberapa inovasi sudah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut diantaranya penggunaan material penyusun beton yang terus dikembangkan untuk menciptakan beton ramah lingkungan. Penggunaan limbah organik dengan sifat yang hampir mirip dapat dilakukan seperti cangkang telur, kulit kopi, abu sekam padi, cangkang kerang dara, abu ampas tebu dan abu eceng gondok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan tekan beton yang paling kuat dari keenam material substitusi semen, dengan persentase bahan pengganti semen 5% dan 10%. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm x 30 cm dan di uji kuat tekannya pada usia 28 hari, dimana pada usia tersebut kekuatan beton sudah 99%. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa bahan subtitusi paling baik dan ramah lingkungan dengan kuat tekan yang tinggi adalah abu sekam padi dengan variasi persentase 5% yaitu 28,60 MPa dan abu cangkang kerang dara pada variasi persentase 10% yaitu 31,75 MPa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfarisi, I. K., dkk. (2024). Pengaruh Pozzolan Buatan dari Abu Eceng Gondok terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Beton Normal. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 2024, 2459-9727, 17–24.

Alfuady, F., Qubro, K. A., & Sabrina, R. N. (2023). Analisis Cangkang Kerang Dara sebagai Substitusi Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Beton. Jurnal Deformasi, 8(2), 192–197.

Anwar, M., & Hidayat, R. (2022). Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Bahan Tambah Pozzolan dalam Campuran Beton Ramah Lingkungan. Jurnal Rekayasa Material, 7(1), 34–42.

Arifin, D., & Sutopo, H. (2021). Substitusi Parsial Semen dengan Abu Cangkang Telur terhadap Sifat Mekanik Beton. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 5(2), 87–95.

Badan Standarisasi Nasional. (2020). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. SNI-2847-2019. Jakarta: BSN.

Bunyamin, dkk. (2023). Limbah Cangkang Telur sebagai Inovasi Material Pengganti Agregat Halus Beton. Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Sipil, 6(1), 18–30.

Dewi, S. R., & Yuliana, P. (2022). Pemanfaatan Abu Sekam Padi sebagai Bahan Tambah pada Beton Mutu Menengah. Jurnal Teknologi Konstruksi, 9(3), 155–164.

Febriyanti, E., Wardi, & Khaidir, I. (2023). Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi dari Kecamatan Tebo Tengah sebagai Pengganti Sebagian Semen terhadap Kuat Tekan Beton. Jurnal Bung Hatta, 1(1), 145–146.

Hidayat, T., & Ramli, A. (2023). Studi Eksperimen Beton Ramah Lingkungan Menggunakan Limbah Organik Sebagai Substitusi Semen. Jurnal Keteknikan Sipil Indonesia, 12(4), 201–210.

Junianto, I. (2021). Kontribusi Industri Semen terhadap Emisi CO₂ Dunia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Oase Kabinet dan KLHK Ajak Masyarakat Kelola Sampah Organik Menjadi Kompos. https://www.menlhk.go.id/news/oase-kabinet-dan-klhk-ajak-masyarakat-kelola-sampah-organik-menjadi-kompos/ [diakses 5 November 2025].

Nugraha, A., & Fathurrahman, L. (2020). Kajian Substitusi Semen Menggunakan Abu Ampas Tebu terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Jurnal Rekayasa Konstruksi, 8(2), 75–82.

Padang, I., & Honta, Z. L. (2024). Pemanfaatan Abu Limbah Kulit Kopi Toraja sebagai Substitusi Parsial Semen terhadap Kuat Tekan Beton. Teaching and Learning Journal of Mandalika, 5(1), 245–252.

Pratama, R. (2019). Efek Rumah Kaca terhadap Bumi. Buletin Utama Teknik, 14(2), 120–126.

Putra, D. A., & Santoso, R. (2021). Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Pozzolan dalam Beton Berkelanjutan. Jurnal Sains Terapan dan Teknologi, 3(1), 62–71.

Rambe, M. R., dkk. (2024). Pengaruh Penggunaan Limbah Ampas Tebu Merah sebagai Pengganti Semen terhadap Kuat Tekan Beton. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 3(4), 375–391.

Sari, M. P., & Widodo, E. (2022). Analisis Kinerja Beton dengan Substitusi Parsial Semen oleh Abu Sekam Padi dan Limbah Cangkang Telur. Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil, 9(2), 111–120.

Wijaya, F., & Rahayu, D. (2024). Inovasi Material Ramah Lingkungan: Pemanfaatan Limbah Organik dalam Beton Hijau. Jurnal Teknologi Berkelanjutan, 6(2), 45–53.

Downloads

Published

07-11-2025

How to Cite

[1]
T. Handayani, S. Sulardi, A. Wulan, N. A. K. Putri, and S. Lestiyono, “Analisis Kuat Tekan Beton Menggunakan Limbah Organik sebagai Material Substitusi Semen ”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 425–431, Nov. 2025.