Implementasi QRIS dalam Sistem Pembayaran Keuangan Islam pada UMKM di Desa Tambak Timur, Pulau Bawean: Analisis Perspektif Ekonomi Syariah
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3403Keywords:
Pembayaran Digital, Inklusi Keuangan, Keuangan Syariah, QRIS, Kepatuhan SyariahAbstract
Penelitian ini menganalisis implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam sistem pembayaran keuangan Islam pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tambak Timur, Pulau Bawean, dari perspektif ekonomi syariah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kesenjangan tingkat adopsi QRIS di Bawean yang hanya mencapai 38%, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 92%, serta berbagai tantangan implementasi di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan infrastruktur dan akses digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal terakreditasi periode 2021–2025, laporan resmi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, fatwa Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia, serta dokumen kebijakan terkait. Pemilihan sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling yang bersumber dari basis data Google Scholar, Scopus, dan portal resmi institusi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis dan thematic analysis dengan tahapan reduksi data, open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS memiliki potensi besar dalam mendorong inklusi keuangan syariah pada UMKM. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital, di mana 65% pelaku UMKM khawatir terhadap aspek keamanan transaksi, keterbatasan infrastruktur internet, serta kurangnya pemahaman terkait kepatuhan syariah, dengan 72% responden menyatakan kekhawatiran terhadap unsur gharar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QRIS secara konseptual selaras dengan prinsip maqashid syariah, khususnya hifz al-mal, hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-aql, dan hifz al-nasl. Oleh karena itu, implementasi QRIS memerlukan kolaborasi multipihak untuk mengatasi hambatan literasi, infrastruktur, dan kepatuhan syariah guna mewujudkan ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan
Downloads
References
Al-Faruq, M. Z., & Sari, D. P. (2023). Digital financial inclusion in archipelagic areas: A case study of Eastern Indonesia. International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF), 6(2), 245–268.
Antonio, M. S., & Sanrego, Y. D. (2022). Digital payment dalam ekonomi syariah: Teori dan praktik. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Auda, J. (2008). Maqasid Al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.
Arina, K. K., et al. (2024). Use of cashless payments in MSMEs in the Pall Beach Marinsouw Village tourism area. Journal of Accounting, Finance and Management, 5(5), 1197–1210.
Bank Indonesia. (2020). Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar pembayaran digital di Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia.
Bank Indonesia. (2021). Blueprint sistem pembayaran Indonesia 2025. Jakarta: Bank Indonesia.
Bank Indonesia. (2024). Laporan perkembangan sistem pembayaran triwulan I-2024. Jakarta: Bank Indonesia.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Cand, S. P. (2025). Methods of data collection in qualitative research. Advances in Educational Research and Evaluation, 6(1), 303–317. https://doi.org/10.25082/AERE.2025.01.001
Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspective. Islamic Foundation.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2017). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.
Dalglish, S. L., Khalid, H., & McMahon, S. A. (2021). Document analysis in health policy research: The READ approach. Health Policy and Planning, 35(10), 1424–1431. https://doi.org/10.1093/heapol/czaa064
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). (2019). Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2019 tentang layanan transaksi berbasis digital. Jakarta: DSN-MUI.
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gresik. (2024). Data UMKM di Desa Tambak Timur, Pulau Bawean.
DSN-MUI. (2017). Fatwa No. 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang pembayaran digital dengan menggunakan QR Code. Jakarta: Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
Ekaputra, P. S., Ciptosari, F., & Halim, T. (2024). Adopsi teknologi pembayaran digital QRIS di kalangan UMKM Labuan Bajo: Tantangan dan peluang. Jurnal Akademisi Vokasi, 3(2), 1–13. https://doi.org/10.63604/javok.v3i2.138
Emzir. (2021). Metodologi penelitian pendidikan: Kuantitatif dan kualitatif (1st ed.). Rajawali Pers.
Fitria, T. N. (2025). Islamic banking digitalization: Challenges and opportunities in Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 11(1), 1–15.
Handayani, R. (2024). Adopsi teknologi pembayaran digital pada UMKM pesisir Jawa Timur. Jurnal Ekonomi Maritim, 12(1), 45–62.
Hardiyanti, I. S., Hidayat, A. A., Novita, S. A., & Sajiyo. (2024). Analysis of the DSN MUI fatwa on Sharia electronic money from the perspective of qiyas (A study on LinkAja Syariah application). Indonesian Journal of Halal Research, 23(1), 23–35. https://doi.org/10.20414/ijhi.v23i1.644
Hidayat, S. E., & Mohamed, A. S. (2023). Blending local wisdom with Islamic fintech: A sustainable model for MSMEs in Eastern Indonesia. Journal of Islamic Finance, 12(1), 15–25.
Huda, N., & Nasution, M. E. (2018). Ekonomi syariah: Teori dan praktik. Jakarta: Kencana.
Hutapea, & Marliyah. (2025). QRIS dalam keuangan Islam: Studi literatur tentang implementasi dan kepatuhan syariah. Jurnal Neraca Manajemen, Ekonomi, 15(3), 112–125.
Islamic Economic Forum. (2024). Islamic economic principles and contemporary fintech applications. [Unpublished report].
Isnani, A. M., & Rifai, A. (2024). Evaluating sharia compliance in the validity of AI-driven digital financial products in Islamic banking. Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum, 23(2), 1–20.
Jati, I. (2025). Efektivitas pelatihan pemasaran digital usaha mikro kecil menengah (UMKM) oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Program Administrasi Pemerintahan Daerah IPDN, 1–45.
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2023). Laporan kinerja UMKM Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM.
KPW BI Jawa Timur. (2024). QRIS Jelajah Indonesia 2024: Sosialisasi dan pelatihan. [Unpublished program documentation].
Marta, D. J. (2025). An Islamic economic analysis of online lending in the era of digital financial transformation in Indonesia. Journal of Islamic Law on Digital Economy and Business, 1(1), 53–64.
Nur, Z., Sulaiman, U., & Rahman, U. (2024). Metodologi penelitian: Analisis konseptual untuk memahami hakikat, tujuan, prosedur, dan klasifikasi penelitian. PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology, 4(1), 34–45. https://doi.org/10.54373/ijset.v4i1.1395
Nurhayati, S., & Fauzi, A. (2024). Literasi digital dan resistensi adopsi QRIS pada komunitas pesisir. Jurnal Teknologi dan Masyarakat, 8(2), 112–130.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2020). Laporan perkembangan keuangan syariah Indonesia. Jakarta: OJK.
Polat, A. (2025). Thematic analysis in qualitative research: Common pitfalls and practical insights for academic writing. Qualitative Research Journal, 16(3), 1–20. https://doi.org/10.1177/16094069251372835
Prasetyo, A., & Wijaya, B. (2024). Dampak QRIS terhadap efisiensi transaksi dan biaya operasional UMKM. Jurnal Ekonomi Digital Indonesia, 5(3), 88–105.
Prayoga, F. (2025). Evaluation of QRIS effectiveness in promoting financial inclusion and achieving Sustainability Development Goals (SDGs). GIC Proceeding, 3(1), 104–114.
Perbanas. (2024). Lonjakan transaksi QRIS di 2024: Pertumbuhan tahunan dan dampaknya pada ekonomi digital. Retrieved from https://perbanas.org
Rachman, A., Julianti, N., & Arkoyah, S. (2024). Challenges and opportunities for QRIS implementation as a digital payment system in Indonesia. EkBis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.14421/EkBis.2024.8.1.2134
Rifai, B. (2024). Survei ungkap kesiapan digital pelaku UMKM Indonesia masih di level pembelajar. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sudaryono. (2018). Metodologi penelitian (Edisi Revisi). Rajawali Pers.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif (Edisi Terbaru). Alfabeta.
Suryani, T., Hidayat, R., & Febrianto, D. (2024). Pengaruh pembayaran digital terhadap pertumbuhan omzet UMKM di Indonesia. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 21(1), 33–50.
UNESCO. (2023). Digital literacy framework for educators. Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 27(3), 425–478.
Widiastuti, T., et al. (2023). Integrating Islamic social finance and financial technology (fintech) for sustainable development goals (SDGs). Journal of Islamic Accounting and Business Research, 14(5), 700–720.
Yusuf, M. (2019). Metodologi penelitian: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Jakarta: Kencana.
Zainuddin, M. (2022). QRIS dan penguatan ekosistem ekonomi Islam: Studi kasus pada UMKM di daerah kepulauan. Jurnal Ekonomi Islam Kontemporer, 14(1), 89–104.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anjumul Azhariyah, Izzatun Maghfirah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















