Valuasi Nilai Ekonomi Hutan Produksi di Provinsi Riau sebagai Pendukung Pembangunan Berkelanjutan: Metode Benefit Transfer
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3336Keywords:
Valuasi Nilai Ekonomi, Hutan Produksi, Provinsi Riau, FAOAbstract
Riau merupakan salah satu dari sepuluh Provinsi dengan luas hutan produksi terluas di Indonesia. Ekosistem hutan produksi memiliki peran yang krusial sebagai sumber kehidupan manusia dan juga penghidupan bagi masyarakat di Riau. Namun, disayangkan bahwa kini eksistensi hutan di Riau mengalami deforestasi. Sering kali pelestarian hutan dianggap sebelah mata oleh manusia padahal memiliki nilai manfaat yang besar secara ekonomi. Oleh sebab itu studi ini bertujuan untuk mengetahui valuasi nilai ekonomi dari suatu ekosistem hutan produksi yang dimiliki oleh Provinsi Riau secara menyeluruh bukan hanya aspek nilai guna yang langsung terlihat manfaat ekonominya, tetapi juga aspek sosial dan ekologi pada nilai bukan guna. Perhitungan ini diharapkan dapat memandu kebijakan dalam pengelolaan hutan yang dimanfaatkan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penentuan valuasi nilai ekonomi ini adalah metode benefit transfer dengan memanfaatkan acuan nilai pada database Total Economic Value of Indonesia’s Forest oleh Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO, 2009) dan data luasan hutan produksi Provinsi Riau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai total ekonomi (Total Economic Value/TEV) ekosistem hutan produksi di Provinsi Riau adalah sebesar 106,71 juta USD atau sama dengan 1,6 triliun Rupiah/tahun. Nilai TEV tersebut mencakup nilai guna langsung mengambil porsi sebesar 49%, nilai guna tidak langsung sebesar 47%, nilai bukan guna variabel nilai pilihan 1%, dan nilai bukan guna variabel nilai keberadaan 3%.
Downloads
References
Alam, S., Supratman, & Alif, M. K. (2009). Ekonomi Sumberdaya Hutan.
Ardoin, N. M., Bowers, A. W., & Gaillard, E. (2020). Environmental education outcomes for conservation: A systematic review. Biological Conservation, 241. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108224
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik luas hutan Provinsi Riau 2022. https://riau.bps.go.id/indicator/60/166/1/-luas-kawasan-hutan-dan-konservasi-perairan.html
Brilliana, A. (2018). Bangunan Berbaur: Pusat Konservasi Pohon Hutan Tropis Dengan Analogi Sarang Semut Di Riau.
databoks.katadata.co.id. (2020). Provinsi dengan kawasan hutan produksi terluas . https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/05/18/ini-provinsi-dengan-hutan-produksi-terluas-di-indonesia
Ekawati, S. (2013). Evaluation of the Implementation of Decentralization Policy on Production Forest Management.
Elfa Rahma, N., Rositah, E., Agung Pramono, D., Widyasasi, D., Studi Pengelolaan Lingkungan, P., Pertanian Negeri Samarinda, P., Studi Pengelolaan Hutan, P., & Studi Teknologi Geomatika, P. (2020). Valuasi Jasa Ekosistem Hutan Tropis di Kalimantan Timur dengan Metode Benefit Transfer Ecosystem Services Valuation for East Kalimantan Tropical Forest by Using Benefit Transfer Method. 16(01), 27.
Food and Agriculture Organization. (2009). Indonesia Forestry Outlook Study.
Hannah, L. (2015). Climate Change Biology. Limnology and Oceanography Bulletin, 24(3).
Hendrickson, J., & Senerson, M. (2017). Sistem Pertanian Berbasis Tanaman Tahunan dan Dampak Peternakan terhadap Tanah dan Layanan Ekologi. Kesehatan Tanah Dan Intensifikasi Agroekosistem.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2018). Status hutan dan kehutanan Indonesia.
Marsely, B., Utami, S., & Murningsih, M. (2024). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Semak di KHDTK Wanadipa Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(6), 1388–1393. https://doi.org/10.14710/jil.22.6.1388-1393
Nurfatriani, F. (2006). Konsep Nilai Ekonomi Total dan Metode Penilaian Sumberdaya Hutan.
Permen Lingkungan Hidup 15th. (2012). Panduan Penilaian Ekonomi Ekosistem Hutan.
Robhati, H., & Kusumawardani, D. (2016). Estimasi Biaya Ekonomi Deforestasi di Indonesia Tahun 2011-2013.
Seidl, R. , A. K. , E. K. , F. H. , L. D. , L. G. , T. U. , T. E. , R. W. (2019). apa yang mendorong pasokan masa depan layanan pengaturan ekosistem di lanskap hutan pegunungan? Ekologi Dan Pengelolaan Hutan .
Yusuf, A., Hapsoh, Sofyan Husein Siregar, & Dodik Ridho Nurrochmat. (2019). Analisis Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Riau.
Zulfia Memi Mayasari, Fadilah, F., Reflis, R., Satria Putra Utama, & Mustopa Ramdhon. (2024). Valuasi Ekonomi Nilai Jasa Hutan: Sebuah Literature Review. INSOLOGI: Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(1), 109–117. https://doi.org/10.55123/insologi.v3i1.3051
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Triana Septiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















