Cisaarts App Sebagai Upaya Pengembangan Desa Wisata Cisaat Berbasis Kesenian
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3291Keywords:
Aplikasi, Kesenian, Desa Wisata, CisaatAbstract
Desa Wisata Cisaat, sebagai salah satu destinasi pariwisata yang kaya akan kesenian tradisional, memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Untuk memanfaatkan potensi tersebut secara optimal, diperlukan suatu skema produk inovatif. Dalam hal ini, pembuatan Cisaarts App dapat menjadi solusi yang efektif. Cisaarts App dirancang sebagai suatu platform aplikasi digital yang menggabungkan kekayaan seni tradisional dengan teknologi modern untuk meningkatkan daya tarik dan aksesibilitas bagi pengunjung desa wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dengan fokus pada pembuatan aplikasi Cisaarts. Pendekatan ini dipilih untuk menghasilkan produk inovatif dan efektif sesuai kebutuhan pengembangan desa wisata Cisaat berbasis kesenian. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi langsung di Desa Cisaat, wawancara dengan pemangku kepentingan, dan kuesioner untuk mendapatkan umpan balik dari masyarakat terkait kebutuhan dan harapan mereka terhadap Cisaarts App. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk memahami pandangan dan harapan masyarakat, sementara analisis kuantitatif dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan keefektifan Cisaarts App. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Cisaarts dapat berperan signifikan dalam pengembangan Desa Wisata Cisaat berbasis kesenian. Aplikasi ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan melalui fitur-fitur yang menarik bagi wisatawan, seperti adanya gelar budaya, kesenian, dan paket wisata edukatif. Selain itu, Cisaarts App juga mampu menjadi sarana promosi digital yang efektif bagi pelaku seni dan UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Pengembangan aplikasi ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Desa Wisata Cisaat.
Downloads
References
Abdul Kadir. (2014). Pengenalan Sistem Informasi Edisi Revisi. Andi.Yogyakarta.
Abdul Majid. (2005). Perencanaan Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Aji Supriyanto. (2005). ”Pengantar Teknologi Informasi”. Edisi Pertama. Penerbit. Salemba Empat. Jakarta.
Arifninetrirosa, “Pemeliharaan Kehidupan Budaya Kesenian Tradisional dalam Pembangunan Nasional”, jurnal USU Repository Universitas Sumatera Utara, 2005, h. 6.
Aryani Dkk. (2017). Dampak Pariwisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Wisata Gunung Kidul. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis.
Buhalis, D., & Foerste, M. (2015). SoCoMo Marketing for Travel and Tourism: Empowering Co-Creation of Value. Journal of Destination Marketing & Management, 4(3), 151-161.
Buyens, Jim. (2001). Web Database Development. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Christina & Putri (2014). Pengaruh Pariwisata Terhadap Perekonomian Lokal di Desa Wisata Kandri. Jurnal Paradigma.
Jogiyanto, H.M., (2005). Analisa dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan. Terstruktur Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis, ANDI, Yogyakarta.
Kim, H., & Jamal, T. (2016). Touristic Quest for the Authentic: The Case of the Banff National Park. Current Issues in Tourism, 19(4), 341-355.
Lumbantobing, R. D. H., Sijabat, A. M. T., Tambunan, F., & Pasaribu, Y. A. (2021). Development of Software as a Service (SaaS) to Create Mobile Tourism Application. Jurnal Nasional Teknik Informatika dan Elektro (JURNALTIO), 2(01), 17-23.
Marimin dan N. Maghfiroh. (2011). Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Rantai Pasok. Bogor: IPB Press. 281 hal. Page 2. 73.
Prasetyo, Z. K. (2014). Desain Sistem Pembelajaran. Rajawali Pers.
Ratten, V. (2017). The role of augmented reality in destination branding. Journal of Destination Marketing & Management, 6(3), 266-272.
Roger S. Pressman, Bruce R. Maxim. — 8th ed.(2014). Software Engineering: A Practitioner's Approach. 2 Penn Plaza, New York
Sedyawati (1981). Kesenian Tradisional di Indonesia. Pradnya Paramita.
Sedyawati, E. (1981). Kesenian Tradisional di Indonesia. Pradnya Paramita.
Sheldon, P. J., & Var, T. (2020). Beyond the rhetoric of community-based tourism. Tourism Management, 77, 104015.
Smith, A., Sparks, B., & Tasci, A. D. A. (2018). Tourism and terrorism: A meta‐analysis of empirical investigations. Tourism Management, 69, 133-141.
Soerjo Wido Minarto, “Jaran Kepang dalam Tinjauan interaksi Sosial Pada Upacara Ritual Bersih Desa”, jurnal Bahasa dan Seni, Februari 2007, h. 78
Soepandi, dkk (1987). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumardjo, J. (2000). Estetika: Sebuah Pengantar Filsafat Seni. Pustaka Pelajar.
Theofilus Retmana P (2013). Pengembangan Desa Wisata Di Desa Toraja Sa'dan. Jurnal Kepariwisataan.
Yuliati & Suwandono (2016). Desa Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Kependudukan Indonesia.
Yusuf A.Hilman Dkk (2018). Pengembangan Desa Wisata Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat Di Kabupaten Kediri. Jurnal Pengembangan Wilayah Dan Kota.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tjut Etty Retnowati, Dani Nur Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















