Peran Mahasiswa Santri Stembi Al Aziziyah Sebagai Edukator Digital Banking Dalam Literasi Keuangan Syariah Di Pondok Pesantren Darul Hikam Kebumen

Authors

  • Lili Azura Rizki Sekolah Tinggi Ekonomi Manajemen Bisnis Islam Al-Aziziyah Randudongkal Pemalang
  • Pubita Sasti Fintani Sekolah Tinggi Ekonomi Manajemen Bisnis Islam (STEMBI) Al Aziziyah

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.3242

Keywords:

Digital Banking, Edukator Mahasiswa, Keuangan Syariah, Literasi, Pondok Pesantren

Abstract

Kesenjangan literasi keuangan syariah merupakan isu krusial di Indonesia, khususnya di lingkungan seperti pondok pesantren. Di Pondok Pesantren Darul Hikam Kebumen, masalah ini terfokus pada keterbatasan santri dalam memahami prinsip dasar dan produk layanan keuangan syariah, terutama yang berbasis teknologi. Peningkatan inklusi keuangan syariah nasional sangat bergantung pada kemampuan masyarakat, termasuk komunitas pesantren, untuk beradaptasi dengan layanan digital banking. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran dan strategi yang diterapkan oleh Mahasiswa Ekonomi Syariah sebagai edukator digital banking dalam kerangka program literasi keuangan syariah di lingkungan Pondok Pesantren Darul Hikam Kebumen. Penelitian ini mengadopsi desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui kombinasi metode triangulasi, yaitu: wawancara mendalam dengan lima mahasiswa edukator kunci, observasi partisipatif, dan dokumentasi program. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan peran mahasiswa efektif sebagai katalis dalam mentransformasi pengetahuan keuangan syariah. Keberhasilan ini didorong oleh strategi edukasi yang kontekstual dan adaptif, selaras dengan nilai dan budaya pesantren, sehingga materi mudah diterima santri. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi dua tantangan signifikan: pertama, rendahnya infrastruktur dan aksesibilitas digital di lingkungan pesantren; dan kedua, adanya mispersepsi santri mengenai perbedaan fundamental antara bank syariah dan bank konvensional. Implikasi penelitian ini menegaskan urgensi penguatan literasi keuangan syariah berbasis digital di pesantren sebagai upaya strategis untuk mendukung inklusi keuangan nasional. Penelitian merekomendasikan adanya integrasi edukasi digital banking pada kurikulum pesantren secara berkelanjutan untuk memastikan peningkatan pemahaman dan pemanfaatan produk keuangan syariah pada santri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aufik, F. (2014). 17 Pesantren Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah. Suara Dampak Tingkat Literasi Keuangan Syariah Desember 2020

Fahrullah, A. (2013). Prinsip Dasar Ekonomi Islam.

Hani Sugiarti, D. (2023). Literasi Keuangan Syariah Generasi Z Dan Minatnya Pada Surabaya. https://suarasurabaya.net.

Heriska, P. (2022). Pengaruh Literasi Keuangan Syariah, Kepercayaan, Dan Industri Halal Life Style

Wahyu, R. (2019). Analisis Tingkat Literasi Keuangan Syariah Masyarakat Kota Banda Yin, R. K. (2018).

Adiyanto, A., & Purnomo, M. A. (2021). Pengaruh Literasi Keuangan Syariah dan Inklusi Keuangan Syariah Terhadap Minat Penggunaan Produk Perbankan Syariah. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 8(3), 365-378.

Alfian, F. (2023). Strategi Mahasiswa KKN dalam Peningkatan Literasi Keuangan Digital Berbasis Syariah di Komunitas Pondok Pesantren. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 1-10.

Fahmi, A. T., & Dewi, P. S. (2022). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Digital Banking Syariah di Kalangan Generasi Z. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(2), 1735-1746.

Hakim, L., & Mawardi, I. (2021). Peran Pesantren dalam Literasi Keuangan Syariah: Analisis Tingkat Pemahaman Santri Terhadap Prinsip Dasar Perbankan. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(1), 21-30.

Hidayat, S. E., & Sari, M. A. (2021). Efektivitas Agen Literasi Keuangan Syariah Terhadap Peningkatan Minat Santri untuk Menabung di Bank Syariah. Jurnal Ekonomi Syariah, 5(2), 123-135.

Irfan, M., & Pratiwi, A. D. (2023). Tantangan dan Peluang Digital Banking Syariah dalam Mendorong Inklusi Keuangan di Daerah Pedesaan. Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, 10(1), 45-60.

Ma'ruf, A., & Hasanah, U. (2022). Model Pendidikan Keuangan Keluarga Berbasis Nilai-Nilai Islam di Lingkungan Pondok Pesantren. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 5(1), 88-99.

Nurrohmah, S., & Purbayati, H. (2020). Literasi Keuangan Syariah dan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Investasi Generasi Milenial. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah, 8(1), 1-17.

Oktaviani, S., & Kusuma, D. (2024). Peran Mahasiswa Ekonomi Syariah sebagai Edukator Digitalisasi UMKM Halal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 10-20.

Rahmawati, R. D. (2020). Persepsi dan Literasi Produk Keuangan Syariah di Kalangan Santri Pondok Pesantren. Jurnal Muamalat, 11(2), 190-205.

Sari, N. P. (2022). Kredibilitas Agen Literasi Sebaya dan Pengaruhnya Terhadap Pemahaman Keuangan Syariah Pelajar. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Agama, 7(3), 200-215.

Triyanto, W., & Firmansyah, F. (2023). Penerimaan Teknologi dan Budaya Organisasi dalam Implementasi Digitalisasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah. Jurnal Bisnis dan Manajemen Syariah, 11(1), 77-90.

Bank Indonesia. (2023). Laporan Perkembangan Digital Banking di Indonesia. Bank Indonesia: Jakarta.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2022). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). OJK: Jakarta.

Salam, M. (2018). Prinsip-Prinsip Dasar Ekonomi dan Perbankan Syariah. Edisi Revisi. Gema Media: Yogyakarta.

Downloads

Published

30-10-2025

How to Cite

[1]
L. A. Rizki and P. S. Fintani, “Peran Mahasiswa Santri Stembi Al Aziziyah Sebagai Edukator Digital Banking Dalam Literasi Keuangan Syariah Di Pondok Pesantren Darul Hikam Kebumen”, RIGGS, vol. 4, no. 3, pp. 8647–8652, Oct. 2025.