Culture Shock, Adaptasi Mahasiswa, dan Pengelolaan Biaya Hidup Mahasiswa Uigm Dalam Mengikuti Prorgam Pertukaran Mahasiswa Merdeka Batch 4

Authors

  • Aisyah Saharani Universitas Indo Global Mandiri
  • Yuli Yuli Universitas Indo Global Mandiri
  • Viekhen Irza Pratami Universitas Indo Global Mandiri

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.3120

Keywords:

Culture Shock, Adaptasi, Pengeluaran Mahasiswa, Pertukaran Mahasiswa, Literasi Keuangan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tingkat culture shock, proses adaptasi sosial dan akademik, serta strategi pengelolaan biaya hidup mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) yang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 4 di tiga wilayah penempatan yang berbeda, yaitu Pulau Jawa, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2. Program PMM merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang mendorong mobilitas akademik lintas daerah, namun perbedaan budaya dan kondisi sosial ekonomi di tiap daerah seringkali menimbulkan tantangan baru bagi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan didukung oleh data kualitatif dari catatan harian mahasiswa. Instrumen penelitian terdiri atas kuesioner skala Likert lima poin untuk mengukur culture shock dan adaptasi sosial-akademik, serta catatan pengeluaran selama empat minggu untuk menggambarkan kondisi finansial mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa tingkat culture shock dan kemampuan adaptasi berbeda pada setiap lokasi, dengan korelasi negatif antara keduanya (r = -0,527), yang berarti semakin tinggi culture shock, semakin rendah tingkat adaptasi. Faktor ekonomi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap adaptasi, namun kesiapan mental dan dukungan sosial memiliki peran penting. Rekomendasi utama penelitian ini adalah perlunya pembekalan pra-keberangkatan yang mencakup literasi keuangan, pelatihan komunikasi lintas budaya, serta pendampingan mentor lokal agar mahasiswa mampu menghadapi dinamika sosial dan budaya secara positif selama menjalani program pertukaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, A., & Nugroho, D. A. (2024). The role of digital financial literacy on financial well-being with financial technology, financial confidence, financial behavior as intervening and sociodemography as moderation. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 27(2), 191–220. https://doi.org/10.24914/jeb.v27i2.11891

Ade, M. (2023). Pengantar Literasi Keuangan. 8(1), 167. https://www.google.co.id/books/edition/Pengantar_Literasi_Keuangan/oLm0EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0

Almukdad, M., & Karadag, E. (2024). Culture shock among international students in Turkey: An analysis of the effects of self-efficacy, life satisfaction and socio-cultural adaptation on culture shock. BMC Psychology, 12(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s40359-024-01641-9

Ayub, M., Mehmood, H., & Nazir, A. (2024). The impact of culture shock and psychological adjustment on mental well-being in international students. Pakistan Journal of Humanities and Social Sciences, 12(2), 1327–1335. https://doi.org/10.52131/pjhss.2024.v12i2.2120

Berry, J. W. (2005). Acculturation: Living successfully in two cultures. International Journal of Intercultural Relations, 29(6), 697–712. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2005.07.013

Chen, C. P. (1999). Common stressors among international college students: Research and counseling implications. Journal of College Counseling, 2(1), 49–65. https://doi.org/10.1002/j.2161-1882.1999.tb00142.x

Jackson, J. (2019). Interculturality in international education. Routledge. https://www.routledge.com/Interculturality-in-International-Education/Jackson/p/book/9780367146170

Kemendikbudristek. (2023). Panduan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/PMM

Kim, Y. Y. (2001). Becoming intercultural: An integrative theory of communication and cross-cultural adaptation. Sage. https://us.sagepub.com/en-us/nam/becoming-intercultural/book11007

Lestari, D. I. (2024). Measuring financial literacy of young adults in the digital economy: A gender perspective. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 12(2), 949–964. https://doi.org/10.17509/jrak.v12i2.72089

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5

Maulida, Y., & Sofi, M. J. (2024). Culture shock in higher education: Experiences of freshmen in two English education departments. Edulangue, 6(2), 167–205. https://doi.org/10.20414/edulangue.v6i2.8750

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis. Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-data-analysis/book239534

Oberg, K. (1960). Cultural shock: Adjustment to new cultural environments. Practical Anthropology, 7, 177–182. https://doi.org/10.1177/009182966000700405

Qun, W., Syihabuddin, S., Mulyati, Y., & Damaianti, V. S. (2018). Perceiving and dealing with culture shock: The study of Chinese Indonesian-language students. International Journal of Education, 11(1), 18. https://doi.org/10.17509/ije.v11i1.12390

Schlossberg, N. K. (1981). A model for analyzing human adaptation to transition. The Counseling Psychologist, 9(2), 2–18. https://doi.org/10.1177/001100008100900202

Ward, C., & Kennedy, A. (1999). The measurement of sociocultural adaptation. International Journal of Intercultural Relations, 23(4), 659–677. https://doi.org/10.1016/S0147-1767(99)00014-0

Zhang, Y., & Goodson, P. (2011). Predictors of international students' psychosocial adjustment. International Journal of Intercultural Relations, 35(2), 139–162. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2010.11.002

Downloads

Published

15-10-2025

How to Cite

[1]
A. Saharani, Y. Yuli, and V. I. Pratami, “Culture Shock, Adaptasi Mahasiswa, dan Pengelolaan Biaya Hidup Mahasiswa Uigm Dalam Mengikuti Prorgam Pertukaran Mahasiswa Merdeka Batch 4”, RIGGS, vol. 4, no. 3, pp. 7507–7512, Oct. 2025.