Merajut Benang Digital: Dialektika Literasi Teknologi dan Transformasi Sosial dalam Masyarakat Pedesaan Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.3086Keywords:
Literasi Digital, Transformasi Sosial, Masyarakat Pedesaan, Desa Digital, Kesenjangan Digital, Sosiologi PedesaanAbstract
Transformasi digital menjadi keniscayaan dalam pembangunan pedesaan kontemporer, namun implementasinya menghadapi tantangan kompleks yang melampaui dimensi teknis-infrastruktural. Penelitian ini mengkaji dialektika antara literasi teknologi dengan transformasi sosial dalam masyarakat pedesaan Indonesia, khususnya dalam konteks program Desa Digital yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2025. Menggunakan pendekatan sosiologi kualitatif dengan analisis data sekunder dari berbagai sumber jurnal, laporan pemerintah, dan studi kasus implementasi program digitalisasi desa, penelitian ini mengungkap bahwa kesenjangan digital di pedesaan bukan sekadar persoalan akses infrastruktur, melainkan fenomena multi-dimensi yang melibatkan aspek ekonomi, pendidikan, budaya, dan kapasitas kelembagaan. Temuan menunjukkan bahwa dari 75.265 desa di Indonesia, hanya sekitar 14.000 desa (18,6%) yang memanfaatkan dana desa untuk digitalisasi dalam tiga tahun terakhir, mengindikasikan adanya gap signifikan antara kebijakan dan implementasi. Penelitian ini mengidentifikasi empat dimensi kritis dalam dialektika transformasi digital pedesaan: (1) kesenjangan infrastruktur dan akses internet yang masih menjangkau 13% desa belum terkoneksi; (2) rendahnya literasi digital masyarakat dengan disparitas urban-rural yang mencapai 23,38%; (3) keterbatasan kapasitas ekonomi untuk mengakses perangkat dan layanan digital; serta (4) resistensi kultural terhadap perubahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa transformasi digital yang berkelanjutan memerlukan pendekatan holistik yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan literasi digital berbasis komunitas, pemberdayaan ekonomi lokal, dan integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam proses digitalisasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan framework transformasi digital pedesaan yang partisipatif dan kontekstual, serta merekomendasikan strategi kebijakan yang lebih responsif terhadap keragaman kondisi sosio-kultural masyarakat desa di Indonesia.
Downloads
References
Hargittai, E. (2002). Second-Level Digital Divide: Differences in People's Online Skills. First Monday, 7(4). https://doi.org/10.5210/fm.v7i4.942
Tanti, A. V., & Handoyo, P. (2025). Dinamika Kehidupan Sosial Masyarakat Pedesaan: Analisis dari Perspektif Sosiologi. Journal on Education, 7(2), 9733-9740. https://doi.org/10.31004/joe.v7i2.7960
Van Dijk, J. A. G. M. (2005). The Deepening Divide: Inequality in the Information Society. Sage Publications.
Giddens, A. (1984). The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration. University of California Press.
Sen, A. (1999). Development as Freedom. Oxford University Press.
Sriyana. (2022). Sosiologi Pedesaan. Penerbit Andi.
Tjondronegoro, S. M. P. (2008). Ranah Kajian Sosiologi Pedesaan. 80 Tahun Prof Dr Sediono MP Tjondronegoro. Departemen Komunikasi Pengembangan Masyarakat IPB.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Telekomunikasi Indonesia 2021. BPS Indonesia.
International Telecommunication Union (ITU). (2024). Measuring Digital Development: Facts and Figures 2024. ITU Publications.
Katadata Insight Center. (2021). Status Literasi Digital di Indonesia 2021. Katadata.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2024). Laporan Kinerja Program Desa Digital 2024. Kemendes PDT.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022. OJK Indonesia.
United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2025). Eradicating Rural Poverty by 2030: A Call to Invest in Youth, Equity, and Inclusion. UN DESA.
World Bank. (2023). Rural Digital Transformation Framework: A Guide for Policymakers. World Bank Group.
Agusta, I. (2024, November 30). Kemendes PDT Targetkan Seluruh Desa di Indonesia Jadi Desa Digital pada 2025. Tribratanews.polri.go.id. https://tribratanews.polri.go.id/blog/nasional-3/kemendes-pdt-targetkan-seluruh-desa-di-indonesia-jadi-desa-digital-pada-2025-81429
Digital Desa Indonesia. (2023). Desa Digital: Menggali Potensi Desa Melalui Teknologi Terintegrasi. DigitalDesa.id. https://digitaldesa.id/artikel/desa-digital-menggali-potensi-desa-melalui-teknologi-terintegrasi
Paramita, M. (2024). Menjembatani Kesenjangan Digital: Strategi Meningkatkan Literasi Digital di Desa. Panda.id. https://www.panda.id/menjembatani-kesenjangan-digital-strategi-meningkatkan-literasi-digital-di-desa/
Puskomedia Indonesia. (2024). Kesenjangan Digital di Wilayah Pedesaan: Apa Penyebab dan Solusinya? PuskoMedia.id. https://www.puskomedia.id/blog/mengapa-wilayah-pedesaan-memiliki-dampak-kesenjangan-digital-yang-besar/
Wulandari, D. P., Soelfema, & Putri, L. D. (2023). Pendidikan Literasi di Era Teknologi dalam Mengatasi Kesenjangan Digital pada Masyarakat. PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan. https://jurnal-stiepari.ac.id/index.php/pustaka/article/view/1817
Ombudsman Republik Indonesia. (2025). Desa Digital: Tata Kelola Pelayanan Publik Transparan. https://ombudsman.go.id/artikel/r/pwkinternal--desa-digital-tata-kelola-pelayanan-publik-transparan
Portal Masterplan Desa. (2025). Transformasi Digital: Mewujudkan E-Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat. https://www.masterplandesa.com/desa-digital/transformasi-digitas-mewujudkan-e-desa-untuk-kesejahteraaan-masyarakat/
Rural Sociological Society. (2025). Rural Poverty Research and Policy. https://ruralsociology.org/rigs/rural-poverty/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dhanny Septimawan Sutopo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















