Analisis Penerapan Pajak Karbon dan Dampaknya Terhadap Industri Manufaktur di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.2409Keywords:
Pajak Karbon, Industri Manufaktur, Emisi Karbon, Kebijakan Lingkungan, Efisiensi Energi, Transformasi Industri, Strategi AdaptasiAbstract
Penelitian ini menganalisis penerapan pajak karbon di Indonesia yang mulai diberlakukan pada tahun 2025 dan dampaknya terhadap sektor industri manufaktur. Dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif berbasis data sekunder dan studi literatur, studi ini mengevaluasi efektivitas kebijakan dalam menurunkan emisi karbon serta respon adaptif industri. Temuan utama menunjukkan bahwa pajak karbon mendorong efisiensi energi dan inovasi teknologi ramah lingkungan, meskipun disertai dengan peningkatan biaya produksi jangka pendek. Industri manufaktur secara umum menunjukkan kesiapan adaptasi melalui strategi efisiensi, investasi teknologi hijau, dan kolaborasi lintas sektor.
Downloads
References
Ambec, S., & Lanoie, P. (2008). Does it pay to be green? A systematic overview. Academy of Management Perspectives, 22(4), 45–62. https://doi.org/10.5465/amp.2008.35590353
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik industri manufaktur Indonesia. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. https://www.bps.go.id
Baumol, W. J., & Oates, W. E. (1988). The theory of environmental policy (2nd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139173513
European Commission. (2021). Carbon border adjustment mechanism (CBAM). https://ec.europa.eu/taxation_customs/green-taxation-0/carbon-border-adjustment-mechanism_en
Geels, F. W., Sovacool, B. K., Schwanen, T., & Sorrell, S. (2017). Sociotechnical transitions for deep decarbonization. Science, 357(6357), 1242–1244. https://doi.org/10.1126/science.aao3760
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Laporan inventarisasi gas rumah kaca nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2025, April 24). Memperkuat sistem pengamanan tata kelola nilai ekonomi karbon jaga kedaulatan negara [Siaran pers]. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. https://www.kemenlh.go.id/news/detail/memperkuat-sistem-pengamanan-tata-kelola-nilai-ekonomi-karbon-jaga-kedaulatan-negara
Oates, W. E. (1991). Pollution charges as a source of public revenues. Public Finance Quarterly, 19(3), 342–356. https://doi.org/10.1177/109114219101900305
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 249. https://peraturan.bpk.go.id/Details/187122/perpres-no-98-tahun-2021
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 246. https://peraturan.bpk.go.id/details/185162/uu-no-7-tahun-2021
Porter, M. E., & van der Linde, C. (1995). Toward a new conception of the environment–competitiveness relationship. Journal of Economic Perspectives, 9(4), 97–118. https://doi.org/10.1257/jep.9.4.97
Stavins, R. N. (2003). Experience with market-based environmental policy instruments. In K. G. Mäler & J. R. Vincent (Eds.), Handbook of environmental economics (Vol. 1, pp. 355–435). Elsevier. https://doi.org/10.1016/S1574-0099(03)01013-6
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations. https://sdgs.un.org/2030agenda
World Bank. (2022). State and trends of carbon pricing 2022. World Bank. https://openknowledge.worldbank.org/handle/10986/37455
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Chintya Chintya, Linda Lores

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















