Penerapan Prinsip Etika Lingkungan pada Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan: Studi Literatur

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.2372

Keywords:

Ekosentrisme, Etika Lingkungan, Pembangunan Berkelanjutan, Keadilan Antargenerasi, Kebijakan Publik

Abstract

Penerapan prinsip etika lingkungan menjadi komponen penting dalam upaya mewujudkan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Studi ini bertujuan mengkaji sejauh mana nilai-nilai etika lingkungan—seperti keadilan antargenerasi, tanggung jawab ekologis, dan hak-hak lingkungan—telah terintegrasi dalam perumusan dan implementasi kebijakan publik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 11 artikel ilmiah terpilih dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan sangat bergantung pada adanya kerangka moral yang menempatkan lingkungan hidup sebagai entitas bernilai intrinsik, bukan semata objek eksploitasi ekonomi. Temuan juga menyoroti peran strategis komunitas adat dan kearifan lokal sebagai mitra dalam konservasi, serta pentingnya pendekatan ekosentris dalam kebijakan tata kelola sumber daya. Hambatan utama mencakup lemahnya kapasitas institusional, rendahnya kesadaran ekologis, dan dominasi kepentingan ekonomi-politik yang sering kali mengabaikan pertimbangan etis. Dengan mengedepankan prinsip etika lingkungan, pembangunan dapat diarahkan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian ekosistem, yang berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Studi ini merekomendasikan perlunya penyusunan kebijakan yang lebih inklusif dan reflektif terhadap nilai-nilai moral dan budaya lokal demi mewujudkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. S. Manurung and N. Burhanuddin, “2024 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Penerapan Prinsip Etika Lingkungan di Komunitas Selaras Alam Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam 2024 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline,” vol. 2, no. 10, pp. 159–174, 2024.

N. Utami, R. F. Saragih, M. Daulay, M. Daffa Maulana, and P. Ramadani, “Sosial Dan Ekonomi Indonesia,” J. Manag. Soc. Sci., vol. 2, no. 1, pp. 2963–5047, 2023.

P. R. Indonesia, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Nomor 136: Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017, 2017.

Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia no 32 tahun 2009. tentang lingkungan hidup, 2009.

UNSDCF, “GOVERNMENT OF INDONESIA AND UNITED NATIONS SUSTAINABLE DEVELOPMENT COOPERATION FRAMEWORK Declaration of Commitment,” 2020.

T. W. Prayojana, A. N. Fazri, and B. Saputra, “Dampak Urbanisasi Terhadap Pemukiman Kumuh (Slum Area)(The Impact of Urbanization on Slum Settlements (Slum Areas),” J. Kependud. dan Pembang. Lingkung., vol. 2, no. 1, pp. 13–22, 2020, [Online]. Available: http://jkpl.ppj.unp.ac.id/index.php/JKPL/article/view/12/7

Riandi, “Metodologi Penelitian Kuantitatif,” pp. 0–17, 2020, [Online]. Available: http://esaunggul.ac.id0/18

D. G. F. Rongrean, “Konservasi Lingkungan Di Indonesia Dalam Perspektif Filsafat Metafisika,” Rausyan Fikr J. Ilmu Stud. Ushuluddin dan Filsafat, vol. 19, no. 1, pp. 109–130, 2023, doi: 10.24239/rsy.v19i1.1839.

D. Nanlohy, “Pembangunan Dan Lingkungan Hidup : Dilema Etis Manusia,” Tangkoleh Putai, vol. 18, no. 2, pp. 129–144, 2022, doi: 10.37196/tp.v18i2.132.

F. Fios, Benny, N. T. Martoredjo, and G. Arivia, “Environmental Ethics of Belu Society in Indonesia and Bobonaro Society in Timor Leste: An Ecological Reflection,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 801, no. 1, 2021, doi: 10.1088/1755-1315/801/1/012010.

F. Fios, N. T. Martoredjo, and Benny, “The Ecological Politics of the Belu Community in Preserving Nature and Supporting Sustainable Development,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 801, no. 1, 2021, doi: 10.1088/1755-1315/801/1/012017.

W. Nugroho, “Reorienting the Principle of Sustainable Development in Investing Policy Utilizing Natural Resources and Energy in Indonesia,” Indones. J. Energy, vol. 5, no. 1, pp. 15–24, 2022, doi: 10.33116/ije.v5i1.119.

A. Lily, “GREEN POLITICS SEBAGAI GERAKAN DEMOKRATISASI HIJAU DI INDONESIA,” J. Dialekt. Huk., vol. 5, no. 1, 2023, doi: https://doi.org/10.36859/jdh.v5i1.1615.

L. D. Nugroho, S. R. Melati, I. Wahyuliana, A. Pawestri, and L. F. Kurniawan, “Legal Policy of Implementation Green Economy in the Tourism Sector to Realize Sustainable Tourism and Environment,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 1181, no. 1, pp. 6–11, 2023, doi: 10.1088/1755-1315/1181/1/012018.

AZIS SETYAGAMA et al., “Indonesian Government Policy in Maintaining Environmental Conservation of Marine Biota Through the Export Prohibition of Lobster Shrimp Seed,” Russ. Law J., vol. 11, no. 7s, pp. 314–322, 2023, doi: 10.52783/rlj.v11i7s.1169.

A. L. Prianto, A. Nurmandi, Z. Qodir, and H. Jubba, “Climate change and religion: from ethics to sustainability action,” E3S Web Conf., vol. 277, pp. 1–8, 2021, doi: 10.1051/e3sconf/202127706011.

K. N. Liswati, R. A. Prasetya, and N. N. Afidah, “Etika Lingkungan Dalam Tradisi ‘Ngembang’ Di Sajira Lebak Banten: Upaya Penguatan Pendidikan Karakter (Kajian Folklor),” J. Kata Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, vol. 10, no. 1, pp. 44–50, 2022, doi: 10.23960/kata.v10.i1.202205.

M. J. C. Geofrey and F. X. A. Samekto, “Barriers to the enforcement of environmental law: An effect of free market domination and regional autonomy in Indonesia,” Hasanuddin Law Rev., vol. 7, no. 1, pp. 31–45, 2021, doi: 10.20956/halrev.v7i1.1896.

V. O. Oyedipe, “Ethics and Sustainable Earth Economy : A Public Policy Analysis,” vol. 7, no. 19, pp. 82–92, 2016.

I. Siregar, D. R., Aqilla, A. R., Syah, N., Heldi, & Catri, “Etika lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan: studi kualitatif,” Gudang J. Multidisiplin Ilmu., 2024.

K. Makokha, “The ethical foundations of environmental conservation and sustainable development,” Thought Pract. A J. Philos. Assoc. Kenya, New Ser., vol. 5, no. 2, pp. 1–17, 2013.

Faridawaty, “Peran komunitas adat sebagai mitra dalam konservasi: Model pelestarian berbasis kearifan lokal,” Divers. J. Ilm. Univ. Medan Area, 2024.

F. Putra, A. A., & Azhar, “Menghormati kearifan lokal dengan mengintegrasi hak ulayat masyarakat adat pada strategi pembangunan dan konservasi berkelanjutan.,” Kult. J. Ilmu Hukum, Sos. dan Hum., vol. 2, no. 6, pp. 243–253, 2024.

M. Rachman, N. F., & Siscawati, Masyarakat hukum adat adalah penyandang hak, subjek hukum dan pemilik wilayah adatnya. Yogyakarta: Suplemen Wacana, Insist, 2014.

& S. Yustika, R. D., Tyasmoro, S. Y., “Sustainability status of peatland in different types of land use.,” Agrivita J. Agric. Sci., vol. 2, no. 37, pp. 336–345, 2015.

N. R. Ferraro, K. M., Ferraro, A. L., Arietta, A. Z., & Sommer, “Revisiting two dogmas of conservation science.,” Conserv. Biol., vol. 37, no. 4, 2023, doi: https://doi.org/10.1111/cobi.14101.

Downloads

Published

19-08-2025

How to Cite

[1]
H. Y. Saputra, N. Syah, and A. Azhar, “Penerapan Prinsip Etika Lingkungan pada Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan: Studi Literatur”, RIGGS, vol. 4, no. 3, pp. 2972–2979, Aug. 2025.