Ekplorasi Gamelan Gender Terhadap Konsep Geometri

Authors

  • Rianda Sinaga Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Hardi Tambunan Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Ruth Mayasari Simanjuntak Universitas HKBP Nommensen Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.2203

Keywords:

Etnomatematika, Gamelan Gender, Geometri, Budaya Lokal

Abstract

Gender adalah salah satu instrumen gamelan yang berasal dari Jawa. Budaya dengan pendidikan saling terkait dan untuk melestraikannya dibutuhkan pendekatan untuk mengeksplorasi budaya, lingkungan dan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan keterkaitan antara alat musik tradisional gamelan gender dengan pelajaran matematika, khususnya tentang geometri. Gamelan gender memiliki bentuk-bentuk yang menyerupai bangun datar, seperti persegi panjang dan lingkaran. Selain bentuknya, cara memainkan alat musik ini juga menunjukkan pola-pola yang bisa dihubungkan dengan konsep matematika, seperti menghitung, mengukur, menempatkan, dan merancang. Penelitian dilakukan dengan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi . Teknik pengumpulan data berasal dari studi kepustakaan, mewawancarai narasumber, dan mempelajari berbagai sumber budaya. Hasilnya menunjukkan bahwa gamelan gender bisa digunakan sebagai media belajar matematika yang lebih menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, siswa bisa lebih mudah memahami pelajaran dan sekaligus mengenal budaya Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. jawa: CV Jejak

Agusta, E. S. (2021). Pembelajaran Etnomatematika Pada Budaya Betawi Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Kreativitas Siswa Pada Materi Transformasi Geometri. Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan, 18(1). https://doi.org/10.54124/jlmp.v18i1.

Agustin, K. (2019). Makna Kehidupan di Balik Gamelan Jawa. Goodnewsfromindonesia.

Bishop, A. J. (1988). Mathematical Enculturation: A Cultural Perspective on Mathematics Education

Collection, R. (2024). Tabuh Gender Penerus. Tokopedia

D’Ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and its Place in the History and Pedagogy of Mathematics.

Elevate. (2021). JUAL GAMELAN GENDER BARUNG PERUNGGU SUPER SB Flash Art. Freenexsk.

Ensiklopedia Dunia. (n.d.). Gender (musik). Universitas Sains Dan Teknologi Komputer.

Fauziyah, I. R. N., Sembiring, T. Y., & Sihite, A. C. B. (2024). Etnomatematika Nusantara: Eksplorasi Konsep Bangun Datar pada Gamelan Gender dan Warisan Budaya Lokal.

Hasanah, Candrawati Nur. (2023). Etnomatematika Pada Karawitan Banyumasan, Studi Kasus Pada Saron Barung dan Saron Penerus. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Indofah, A. V., & Hasanudin, C. (2023). Anggapan Siswa Tentang Pelajaran Matematika yang Sulit dan Menakutkan. Seminar Nasional Daring, 1(1).

instrument, my. (2024). myi terbaru gamelan gender berkualitas. Tokopedia.

Kurniawati, I., Raharjo, T. J., & Khumaedi. (2019). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah untuk Mempersiapkan Generasi Unggul Menghadapi Tantangan abad 21. Seminar Nasinal Pascasarjana, 21(2).

Maheswari, S. Z., & Azka, R. (2024). Eksplorasi Gamelan Gender Jawa Pada Pembelajaran Matematika. Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan, 21(1), 10–16. https://doi.org/10.54124/jlmp.v21i1.123

Manik, Efron, (2020). Ethnomathematics dan Pendidikan Matematika Realistik. Prosiding Webinar Ethnomathematics Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas HKBP Nommensen. 41 – 50.

Nuryadi, N., & Kholifa, I. (2020). Etnomatematika: Eksplorasi gamelan Jawa karawitan dengan pendekatan science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), 6(2), 140–148.

Nuzul, S. N., & Mitrayana, M. (2017). Pengukuran Frekuensi Gender Barung Laras Slendro Menggunakan Perangkat Lunak SpectraPlus. Jurnal Fisika Indonesia, 20(1). https://doi.org/10.22146/jfi .28359

Primamona, D. L. (2022). SISTEM PELARASAN PADA DUA PERANGKAT GAMELAN JAWA DI DESA PLANGKRONGAN MAGETAN. Paraguna, 8(2). https://doi.org/10.26742/jp.v8i1.1893

Sari, A. R. K., Ningrum, A. P., & Eliana, P. (2022). Eksplorasi Etnomatematika Pada Alat Musik Tradisional Kenong Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika, 7, 107–114.

Sejati, K. (2024). Gender Besi. Parto.Id.

Sembiring, T. Y., Tambunan, H., & Simanjuntak, R. M. (2024). Eksplorasi Motif Beka Buluh dan Uis Nipes Ragi Barat terhadap Konsep Bangun Datar. Curere, 8(1), 143–149.

Sihite, A. C. B., Manik, H., Manao, M. M., Tambunan, H., & Sitepu, S. (2022). Eksplorasi Etnomatematika Rumah Adat Omo Hada Nias Utara pada Konsep Geometri. SEPREN Journal of Mathematics Education, 4(1), 46–55.

Sadono, D. (2015). PROSES PEMBUATAN GENDER BARUNG OLEH TENTREM. FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN ISI SURAKARTA.

Saptono. (2017). Melaras Gamelan Jawa, Bagian II. Docplayer

Simanjuntak, Ruth Mayasari., Sihombing, Dame Ifa. (2020). Eksplorasi Etnomatematika pada Kue Tradisional Batak. Prosiding Webinar Ethnomathematics Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Hkbp Nommensen. 25 – 32

Simanjuntak, Ruth Mayasari, et al. "Eksplorasi Etnomatematka pada Alat Musik Sulim." Journal of Mathematics Education and Applied 4.1 (2022): 69-73.

Solichah, H., Surani, C. A., & Pratini, H. S. (2016). Penggunaan Gamelan sebagai Media Belajar Matematika di SMP Negeri 1 Berbah.

Tampubolon, J., Atiqah, N., & Panjaitan, U. I. (2020). Pentingnya Konsep Dasar Matematika pada Kehidupan Sehari-Hari Dalam Masyarakat. Program Studi Matematika Universitas Negeri Medan, 2(3).

Utami, W. (2018). Transformasi Geometri dalam Pola Nada Gamelan Gender, Jurnal Seni dan Budaya Nusantara.

Wisista, L. K. D. W., & Raga, M. E. (2023). Analisis Aspek Fundamental Matematika pada Alat Musik Slenthem, Gender, dan Gong, Prosiding SEMANTIK.

Wulandari, IG. A. Pt. A., & Puspadewi, K. adek R. (2016). Budaya dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Matematika yang Kreatif. Jurnal Santiaji Pendidikan, 6(1).

Downloads

Published

11-08-2025

How to Cite

[1]
R. Sinaga, H. Tambunan, and R. M. Simanjuntak, “Ekplorasi Gamelan Gender Terhadap Konsep Geometri”, RIGGS, vol. 4, no. 3, pp. 1655–1660, Aug. 2025.