Pengaruh Work-Life Balance dan Job Stress terhadap Turnover Intention Generasi Z Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.14440Keywords:
Work-Life Balance, Job Stress, Turnover Intention, Generasi ZAbstract
Fenomena turnover intention pada karyawan Generasi Z menjadi tantangan krusial bagi organisasi di kota besar seperti Jakarta karena karakteristik generasi ini yang dinamis dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance dan job stress secara parsial maupun simultan terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di Jakarta. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei terhadap 100 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dengan ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Cochran pada tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 10%. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh signifikan dan positif terhadap turnover intention (t hitung 3,431; sig 0,001), demikian pula job stress berpengaruh signifikan dan positif (t hitung 4,914; sig 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan F hitung 57,952 dan R Square 0,498, yang berarti 49,8% variasi turnover intention dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Job stress terbukti menjadi faktor paling dominan (Beta 0,450) dibandingkan work-life balance (Beta 0,314), sehingga strategi retensi karyawan Generasi Z perlu difokuskan pada pengelolaan tekanan kerja tanpa mengabaikan keseimbangan kehidupan-kerja karyawan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan sumber daya manusia yang mendukung keberlanjutan kerja, kenyamanan psikologis, dan loyalitas karyawan.
Downloads
References
[1] A. W. Irsyad, D. Nur, R. I. Mahendra, S. Novelin, and E. Fitria, “Literatur review pengaruh fleksibilitas kerja terhadap kesejahteraan mental karyawan dengan work-life balance sebagai variabel intervening,” Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi, Manajemen & Bisnis (MUANOMI), vol. 1, pp. 243–249, 2025.
[2] F. Wibowo, E. Sosilowati, and A. A. Setiyawan, “Fenomena turnover intention pada Generasi Z dalam revolusi industri 5.0,” Journal of Management and Digital Business, vol. 4, no. 2, pp. 313–325, 2024. https://doi.org/10.53088/jmdb.v4i2.1120
[3] N. Karolina and M. Saryatno, “Employee engagement, work-life balance, job satisfaction, turnover intention,” Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, vol. 8, no. 2, pp. 306–320, 2024.
[4] M. A. Fathan and F. P. Sary, “Understanding turnover intention of Generation Z in Indonesia: the role of work-life balance and work environment,” Jurnal Locus: Penelitian & Pengabdian, vol. 4, no. 6, pp. 1–14, 2025.
[5] S. Nur and T. Suryani, “Impact of work-life balance, work stress, compensation on turnover intention and job satisfaction of Gen-Z employees,” Sinergi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen, vol. 15, no. 1, 2025.
[6] N. Soleha and R. Wulandaru, “Pengaruh work-life balance terhadap turnover intention dengan mediasi kepuasan kerja pada Generasi Z,” J-Fine Journal of Finance Business and Economy, vol. 26, pp. 1–12, 2025.
[7] H. Nurul and A. Yuniawan, “Analysis of the influence of work-life balance and job stress on turnover intention among private sector employees of Generation Y in Jakarta,” vol. 9, no. 1, pp. 56–64, 2024.
[8] Wahyuningrum and Khan, “Pengaruh stres kerja terhadap turnover intention dengan kepuasan kerja sebagai mediasi pada Generasi Z di DKI Jakarta,” Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis, vol. 7, no. 1, pp. 486–499, 2023.
[9] W. G. Cochran, Sampling Techniques, 3rd ed. New York, NY, USA: John Wiley & Sons, 1977.
[10] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2023.
[11] I. Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26, 10th ed. Semarang, Indonesia: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2021.
[12] F. A. Mutaqqin, P. Wahono, and Suherdi, “Analisis penerapan work-life balance karyawan di coffeeshop Cafeinedose,” Neraca Akuntansi Manajemen, Ekonomi, vol. 23, no. 1, 2025.
[13] A. Ramadhani, B. E. Soetjipto, and L. W. Wardhana, “A systematic review of the effect of well-being, mental health, and work life balance on productivity through job satisfaction,” Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, vol. 9, no. 1, pp. 213–230, 2025. https://doi.org/10.24912/jmieb.v9i133813
[14] C. Sahat and I. G. Adiputra, “Pengaruh stres kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan,” Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan, vol. 3, no. 4, pp. 922–932, 2021.
[15] A. M. B. Ponengoh, I. D. Palandeng, and R. Y. Lumantow, “Pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan kepuasan kerja terhadap turnover intention,” Jurnal EMBA, vol. 13, no. 1, pp. 478–488, 2025.
[16] M. G. S. Nurhasan and S. Mamayanti, “Pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention karyawan koperasi di PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perseroda),” vol. 8, no. 2, pp. 1900–1917, 2025.
[17] I. T. Shavira, N. Shinta, S. Wiwaha, T. Dewi, and A. Gunawan, “Pengaruh beban kerja dan work life balance terhadap turnover intention karyawan,” Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, vol. 4, no. 2, pp. 2656–2662, 2025.
[18] G. A. Latief and S. Ridloah, “Mengurai teka-teki turnover intention Generasi Z: faktor dan strategi retensi,” Book Chapter Manajemen SDM Jilid 1, vol. 1, pp. 582–607, 2025. https://doi.org/10.15294/msdm.v1i1.378
[19] E. Y. Lukmawati and R. Pratono, “Pengaruh job stress, konflik peran, kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap turnover intention,” Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan, vol. 4, no. 1, pp. 57–67, 2020.
[20] D. N. Siti Nur Hasanah, N. Efendi, and H. Damayanti Aprilia, “Fenomena turnover pada Generasi Z: peran kondisi serta lingkungan kerja sebagai faktor penentu,” Jurnal Perspektif Bisnis, vol. 8, no. 1, pp. 55–65, 2025. https://doi.org/10.23960/jpb.v8i1.207
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elizabeth Monica Nainggolan, Iwan Asmadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















