Integrasi Manajemen Risiko Bencana Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (Studi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara)

Authors

  • Ediyanto Antogia Universitas Ichsan Gorontalo
  • Arifin Arifin Universitas Ichsan Gorontalo
  • Wiwin L Husin Universitas Ichsan Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.14214

Keywords:

Manajemen Risiko Bencana, Pembangunan Berkelanjutan, BPBD, Tata Kelola, Kapasitas Kelembagaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi manajemen risiko bencana berbasis pembangunan berkelanjutan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Fokus penelitian mencakup tata kelola dan kelembagaan, pengetahuan dan informasi kebencanaan, kapasitas dan sumber daya, serta integrasi pengurangan risiko bencana ke dalam pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan melibatkan 15 informan yang mewakili unsur kebijakan, teknis, lintas sektor, lapangan, komunitas, relawan, LSM, akademisi, dan penyintas bencana. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, serta triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan pembagian fungsi BPBD telah tersedia, tetapi koordinasi prabencana dan kerja lintas sektor belum sepenuhnya terlembaga. Data risiko belum menjadi aset bersama, sistem peringatan dini masih membutuhkan penguatan, dan pengetahuan lokal belum terlembaga. Kapasitas SDM, sarana, pembiayaan, dan kemitraan juga masih terbatas. Integrasi pengurangan risiko dalam pembangunan telah muncul pada tingkat kebijakan, tetapi belum sepenuhnya menjadi dasar perencanaan dan penganggaran tahunan. Penelitian merekomendasikan pelembagaan koordinasi lintas sektor, pengembangan satu data kebencanaan, penguatan kapasitas dan peringatan dini, serta penganggaran berbasis risiko.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indeks Risiko Bencana Indonesia 2024, BNPB, 2024.

[2] Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS PB) 2025–2029, BNPB, 2025. [3] U. Beck, Risk Society: Towards a New Modernity. London: SAGE Publications, 1992.

[4] J. Blewitt, Understanding Sustainable Development, 2nd ed. London: Routledge, 2015.

[5] J. W. Creswell and C. N. Poth, Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 4th ed. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2018.

[6] R. Djalante, “Adaptive governance and resilience: The role of multi-stakeholder platforms in disaster risk reduction,” Natural Hazards and Earth System Sciences, vol. 12, no. 9, pp. 2923–2942, 2012.

[7] C. Folke et al., “Our future in the Anthropocene biosphere,” Ambio, vol. 50, no. 4, pp. 834–869, 2021, doi: 10.1007/s13280-02101544-8. [8] Y. D. Hapsari, “Bentuk kearifan lokal dalam penguatan mitigasi bencana berbasis komunitas di Indonesia,” PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, vol. 5, no. 3, pp. 7145–7158, 2026, doi: 10.56799/peshum.v5i3.15443.

[9] A. Haris, S. Tahir, M. Nurjaya, and T. Baharuddin, “Analisis bibliometrik tentang mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan: Inisiasi kebijakan untuk Indonesia,” Jurnal Pemerintahan dan Politik, vol. 8, no. 4, pp. 314–324, 2023, doi: 10.36982/jpg.v8i4.3394.

[10] C. S. Holling, “Resilience and stability of ecological systems,” Annual Review of Ecology and Systematics, vol. 4, pp. 1–23, 1973.

[11] Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pedoman Pembentukan, Organisasi, dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah, 2025.

[12] Y. S. Lincoln and E. G. Guba, Naturalistic Inquiry. Beverly Hills: SAGE Publications, 1985.

[13] M. A. Marfai, H. Rahayu, and F. Yulianto, “Integration of disaster risk reduction into local development planning: A case study in Indonesia,” International Journal of Disaster Risk Science, vol. 10, no. 1, pp. 1–10, 2019.

[14] M. McGuire and C. Silvia, “The effect of problem severity, managerial and organizational capacity, and agency structure on intergovernmental collaboration: Evidence from local emergency management,” Public Administration Review, vol. 70, no. 2, pp. 279–288, 2010.

[15] R. Mechler, “Reviewing estimates of the economic efficiency of disaster risk management: Opportunities and limitations of using risk-based cost–benefit analysis,” Natural Hazards, vol. 81, no. 3, pp. 2121–2147, 2016.

[16] M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2014.

[17] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, 2008.

[18] W. B. Prayoga and N. A. Manullang, “Analisis efektivitas kinerja Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Semarang,” Jurnal Tana Mana, vol. 4, no. 2, 2023.

[19] E. Ostrom, Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action. Cambridge: Cambridge University Press, 1990.

[20] A. Sunarti and N. Aryani, “Peran BPBD dalam penanganan bencana alam tanah longsor: Studi kasus BPBD Kabupaten Karawang,” 2024.

[21] UNDRR, Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015– 2030. Geneva: United Nations Office for Disaster Risk Reduction, 2015. [22] UNDRR, Terminology on Disaster Risk Reduction. Geneva: United Nations Office for Disaster Risk Reduction, 2017.

[23] W. L. Waugh Jr. and G. Streib, “Collaboration and leadership for effective emergency management,” Public Administration Review, vol. 66, pp. 131–140, 2006.

[24] World Commission on Environment and Development, Our Common Future. Oxford: Oxford University Press, 1987.

[25] R. K. Yin, Case Study Research and Applications: Design and Methods, 6th ed. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2018.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
E. Antogia, A. Arifin, and W. L. Husin, “Integrasi Manajemen Risiko Bencana Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (Studi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara) ”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 28800–28810, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles