Pengaruh Komite Audit, Tekanan Stakeholder, dan Kinerja Keuangan terhadap Sustainability Report

Authors

  • Resty Anita Azzahra Universitas Pamulang
  • Suripto Suripto Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.13701

Keywords:

Komite Audit, Tekanan Stakeholder, Kinerja Keuangan, Sustainability Report

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komite audit, tekanan stakeholder, dan kinerja keuangan terhadap sustainability report pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 43 perusahaan dengan total 129 observasi. Data penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan, kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan program E-Views 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan komite audit, tekanan stakeholder, dan kinerja keuangan berpengaruh terhadap sustainability report. Secara parsial, komite audit berpengaruh positif terhadap sustainability report, tekanan stakeholder berpengaruh negatif terhadap sustainability report, sedangkan kinerja keuangan tidak berpengaruh terhadap sustainability report. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan dan efektivitas komite audit memiliki peran penting dalam mendorong transparansi serta pengungkapan informasi keberlanjutan perusahaan. Namun, tekanan stakeholder dan kondisi kinerja keuangan belum sepenuhnya menjadi faktor yang mampu meningkatkan pengungkapan sustainability report. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat mekanisme tata kelola, pengawasan, serta komitmen terhadap praktik keberlanjutan. Penelitian ini juga mengindikasikan adanya faktor lain di luar variabel penelitian yang dapat memengaruhi pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan sektor energi di Indonesia pada penelitian selanjutnya secara lebih komprehensif dan mendalam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Adyani, n. E. (2022). Pengaruh Gender Diversity Dalam Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit Terhadap Pengungkapan Sustainability Report Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi.

[2] Anna, Y. D., Salsabilla, A. K., Aulia, A. P., Mala, D., & Wulandari, N. (2025). Pengaruh Tekanan Karyawan dan Tekanan Pemegang Saham terhadap Sustainability Reporting. Ebisma (Economics, Business, Management, & Accounting Journal), 5(2), 146-154.

[3] Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Pitman Publishing.

[4] Global Reporting Initiative. (2021). GRI 1: Foundation 2021. Global Reporting Initiative.

[5] Gunawan, V., & Sjarief, J. (2022). Analisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report. Balance: Jurnal Akuntansi, Auditing Dan Keuangan, 19(1), 22-41.

[6] Islamiati, W., & Suryandari, D. (2021). The impact of firm size, leverage, and liquidity on sustainability report disclosure with profitability as moderating variable. Jurnal Akuntansi Bisnis, 18(2), 197-215.

[7] Koalisi Masyarakat Sipil SETARA. (2024, 15 Juli). Press Release: Green Industry and the Greenwashing [Siaran pers]. CELIOS. celios.co.id

[8] Madona, M. A. (2020). Pengaruh good corporate governance terhadap pengungkapan sustainability report dengan ukuran perusahaan sebagai pemoderasi. Jurnal Optimasi Sistem Industri, 19(1), 22-32.

[9] Maulani, N. N., & Wilasittha, A. A. (2026). pengaruh kepemilikan institusional dan intellectual capital terhadap pengungkapan sustainability report: peran moderasi kinerja lingkungan. Jurnal Akuntansi STIE Muhammadiyah Palopo, 12(2), 299-318.

[10] Meinawati, K., & Wirakusuma, M. G. (2023). Profitabilitas, Tekanan Stakeholder, Komite Audit, dan Kualitas Sustainability Report. E-Jurnal Akuntansi, 33(8), 2225-2238.

[11] Mitchell, R. K., Agle, B. R., & Wood, D. J. (1997). Toward a theory of stakeholder identification and salience: Defining the principle of who and what really counts. Academy of Management Review, 22(4), 853–886.

[12] Otoritas Jasa Keuangan. (2015). POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang pembentukan dan pedoman pelaksanaan kerja komite audit. Jakarta: OJK.

[13] Otoritas Jasa Keuangan. (2017). POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik. Jakarta: OJK.

[14] Pitri Yolantika, & Suripto. (2025). pengaruh kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, dan kinerja keuangan terhadap corporate environmental disclosure sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam laporan tahunan. Jurnal Akuntansi Trisakti, 12(2), 369–382

[15] Prasetyo, A. (2021). "Penerapan Konsep Triple Bottom Line pada Program Corporate Social Responsibility". Kewirausahaan, 9(1), 45-60. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 9(1), 45-60.

[16] Sriningsih, S., & Wahyuningrum, I. F. S. (2022). Pengaruh comprehensive stakeholder pressure dan good corporate governance terhadap kualitas sustainability report. Owner: Riset Dan Jurnal Akuntansi, 6(1), 813-827.

[17] Wulandari, D., & Fitrianingsih, T. (2022). Pengaruh Komite Audit dan Dewan Komisaris Terhadap Pengungakapan Sustainability Reporting: Studi Empiris Pada Asia Sustainability Reporting (ASRRAT). Research and Community Service (Implementation of the Scientifically Based Research in The Era of Society 5.0.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
R. A. Azzahra and S. Suripto, “Pengaruh Komite Audit, Tekanan Stakeholder, dan Kinerja Keuangan terhadap Sustainability Report”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 27638–27645, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles