Pengendalian Kualitas Produk Sol Sepatu Menggunakan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) di CV Kitos Jaya

Authors

  • Dede Khaerul Ilmi Universitas Bina Bangsa
  • Eka Lailita Eti Varina Universitas Bina Bangsa
  • Resti Yuliana Universitas Bina Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.13178

Keywords:

Pengendalian Kualitas, Failure Mode and Effects Analysis, Risk Priority Number, Sol Sepatu

Abstract

CV Kitos Jaya merupakan perusahaan manufaktur alas kaki di Kabupaten Tangerang yang menghadapi tingkat kecacatan sol sepatu sebesar 9,47% dari total produksi selama periode Mei 2025 hingga April 2026, dengan jenis cacat dominan berupa Short Shot, Pitting, dan Kontaminasi Warna yang berdampak pada pemborosan material serta tidak efesienya biaya produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kecacatan, menentukan prioritas risiko kegagalan, serta menyusun rekomendasi perbaikan melalui metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan alat bantu pengendalian kualitas berupa check sheet, histogram, diagram Pareto, fishbone diagram, dan FMEA. Data diperoleh melalui observasi lapangan serta kuesioner FMEA yang diisi oleh empat operator dan satu manajer produksi, kemudian dianalisis menggunakan nilai Severity, Occurrence, dan Detection untuk memperoleh Risk Priority Number (RPN = S × O × D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Short Shot menempati prioritas pertama dengan total RPN 4.224, disusul Pitting dengan RPN 3.450, dan Kontaminasi Warna dengan RPN 2.490, di mana penyebab dengan RPN tertinggi secara konsisten bersumber dari belum adanya SOP baku pada proses produksi. Rekomendasi perbaikan disusun dengan pendekatan 5W1H dan diharapkan mampu menekan tingkat kecacatan serta meningkatkan konsistensi kualitas produk sol sepatu di CV Kitos Jaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Alim, A. N., Suwarno, A., & Romli, I. (2025). Penerapan Kaizen dengan pendekatan PDCA untuk mengurangi produk cacat komponen Throttle Shaft (THS) pada proses machining. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT), 4(4), 1712–1724.

2. Anderson, J., & Hidayah, N. (2023). Pengaruh kreativitas produk, inovasi produk, dan kualitas produk terhadap kinerja UKM. 5(1), 185–194.

3. Arramadhani, M. R., Aviasti, & Bachtiar, I. (2024). Usulan perbaikan kualitas heating element menggunakan New Seven Tools of Quality dan 5W+1H di CV X. Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science, 4(2), 764–775.

4. Burhan, F. G., & Frannita, E. L. (2026). Pengendalian kualitas menggunakan Statistical Quality Control: Studi kasus pada proses produksi sepatu di PT. ABC. Industrika, 10(2).

5. Chandra, T., Chandra, S., & Hafni, L. (2020). Service quality. CV. IRDH.

6. Diani, F., Gunawan, S., & Asdi, R. Z. (2026). Penerapan metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai upaya pengendalian kualitas pada produk amplang. Factory: Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri, 4(2), 200–210.

7. Indra J, D., Andriani, M., & Sabardi, W. (2022). Usulan perbaikan kualitas produk roti dengan menggunakan metode Six Sigma. Jurnal Industri Samudra, 3(1), 11.

8. Khrisdamara, B., & Andesta, D. (2022). Analisis penyebab kerusakan Head Truck-B44 menggunakan metode FMEA dan FTA (Studi kasus: PT. Bima, Site Pelabuhan Berlian).

9. Lantjo, S., & Jamali, H. (2023). Akuntansi biaya: Perencanaan dan pengendalian. Gramedia Pustaka Utama.

10. Lubis, A., Suci, A., & Ramadanti. (2023). Pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada produk smartphone Oppo di Batam (Studi kasus pada Mal Nagoya Batam). 3(1), 14–32.

11. Naufaldi, Z., Muhazir, A., & Turseno, A. (t.t.). Analisis penerapan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk identifikasi faktor penyebab kegagalan proses pengelasan. (sumber belum lengkap — perlu dilengkapi tahun, nama jurnal, dan volume dari naskah aslinya)

12. Novita, D., Dewiyana, D., & Irawan, H. (2022). Analisis pengendalian kualitas crumb rubber dengan menggunakan metode Seven Tools di PT. Batanghari Tebing Pratama. Jurnal Industri Samudra, 3(1), 8.

13. Nurdewanti, R. (2022). Implementasi metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) dengan konsep PDCA untuk mengurangi defect produk white compound di PT. XYZ.

14. Prasetya, R. Y., Suhermanto, & Muryanto. (2021). Implementasi FMEA dalam menganalisis risiko kegagalan proses produksi berdasarkan RPN. Performa: Media Ilmiah Teknik Industri, 20(2), 133.

15. Putranto, E. S., & Farahdiansari, A. P. (2026). Analisis kerusakan pada mesin sawmill di PT. Inkatama Wancheng Indonesia. Jurnal Media Teknologi, 12(2).

16. Putri, N. T. (2022). Manajemen kualitas terpadu: Konsep, alat dan teknik, aplikasi. Indomedia Pustaka.

17. Ramadhanty, H. P., & Desrianty, A. (2023). Strategi perbaikan kualitas produk sepatu Adorable Projects berdasarkan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA).

18. Ramdan, A. M., Siwiyanti, L., Komariah, K., & Saribanon, E. (2023). Manajemen pemasaran. CV. Haura Utama.

19. Suradi. (2024). Total quality management. CV. Tohar Media.

20. Tanandy. (2015). Pengendalian kualitas. Graha Ilmu.

21. Wicaksono, A., Priyana, E. D., & Nugroho, Y. P. (2023). Analisis pengendalian kualitas menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) pada pompa sentrifugal di PT. X. Jurnal Teknik Industri, 9.

22. Wiryajati, K., & Putra, K. P. (2025). FMEA untuk panduan praktis identifikasi risiko.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
D. K. Ilmi, E. L. E. Varina, and R. Yuliana, “Pengendalian Kualitas Produk Sol Sepatu Menggunakan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) di CV Kitos Jaya ”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 26815–26820, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles