Perancangan Guidelines Etika Influencer Tiktok Untuk Meminimalisir Risiko Pelanggaran Konten Skincare

Authors

  • Ghifari Malik Universitas Pendidikan Indonesia
  • Btari Mariska Purwaamijaya Universitas Pendidikan Indonesia
  • Muhammad Dzikri Ar Ridlo Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.13146

Keywords:

Guidelines Etika, Influencer Tiktok, Endorsement Skincare

Abstract

Perkembangan influencer marketing di TikTok meningkatkan aktivitas endorsement produk skincare, namun masih ditemukan berbagai pelanggaran etika seperti tidak mencantumkan disclosure, penyampaian klaim berlebihan, dan penyebaran informasi yang kurang akurat. Penelitian ini bertujuan merancang guidelines etika influencer TikTok pada konten endorsement brand skincare sebagai media edukasi bagi nano influencer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan model Design Thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nano influencer membutuhkan pedoman yang membantu memahami etika endorsement, penerapan disclosure, penyampaian klaim produk yang bertanggung jawab, serta kepatuhan terhadap kebijakan platform. Berdasarkan kebutuhan tersebut, dikembangkan sebuah guidelines dalam bentuk buku panduan digital yang memuat materi mengenai etika influencer, etika komunikasi digital, hak cipta, disclosure iklan, dan checklist sebelum mengunggah konten. Hasil pengujian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan layak digunakan sebagai media edukasi karena memiliki penyajian informasi yang sistematis, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik target pengguna sehingga diharapkan dapat membantu meminimalisasi risiko pelanggaran konten endorsement di TikTok.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] We are social, M. (n.d.). Digital 2026 Global Overview Report. https://wearesocial.com/id/blog/2025/10/digital-2026-global-overview-report/

[2] Yonata, A. Z. (n.d.). Indonesia Jadi Negara dengan Influencer Terbanyak Ke-5 di Dunia. Good Stats. https://goodstats.id/article/indonesia-jadi-negara-dengan-influencer-terbanyak-ke-5-di-dunia-63HrA#google_vignette

[3] Duffek, B., Eisingerich, A. B., Merlo, O., & Lee, G. (2025). Authenticity in Influencer Marketing: How Can Influencers and Brands Work Together to Build and Maintain Influencer Authenticity? Journal of Marketing, 89(5), 21–46. https://doi.org/10.1177/00222429251319786

[4] Gui, H., Bertaglia, T., Goanta, C., de Vries, S., & Spanakis, G. (2024). Across Platforms and Languages: Dutch Influencers and Legal Disclosures on Instagram, YouTube and TikTok. http://arxiv.org/abs/2407.12451

[5] Bertaglia, T., Goanta, C., Spanakis, G., & Iamnitchi, A. (2024). Influencer Self-Disclosure Practices on Instagram: A Multi-Country Longitudinal Study. http://arxiv.org/abs/2407.09202

[6] Nur Fadillah Firdaus, Yusmawati, & Asri Utami Muherni. (2025). Pengaruh_Terpaan_Konten_Media_Sosial_Tiktok_Dokter.

[7] Boeker, M., & Urman, A. (2022). An Empirical Investigation of Personalization Factors on TikTok. WWW 2022 - Proceedings of the ACM Web Conference 2022, 2298–2309. https://doi.org/10.1145/3485447.3512102

[8] Euzéby, F., Machat, S., & Passebois-Ducros, J. (2025). Why should nano influencers disclose when they are not sponsored? The impact of impartiality disclosure and influencer type on behavioral intentions. Journal of Marketing Theory and Practice. https://doi.org/10.1080/10696679.2025.2505849

[9] Dzikri Ar Ridlo, M. (2024). Visual Identity Design to Support Media Promotion for the Digital Business Study Program at the Indonesian University of Education. Jurnal Impresi Indonesia, 3(4), 302–310. https://doi.org/10.58344/jii.v3i4.4816

[10] Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D / Sugiyono.

[11] H. Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, Edisi ke-2. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

[12] J. W. Creswell and J. D. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 5th ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2018.

[13] T. Brown, Change by Design: How Design Thinking Creates New Alternatives for Business and Society. New York: Harper Business, 2009.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
G. Malik, B. M. Purwaamijaya, and M. D. A. Ridlo, “Perancangan Guidelines Etika Influencer Tiktok Untuk Meminimalisir Risiko Pelanggaran Konten Skincare”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 26989–26994, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles