Pengaruh Independensi, Skeptisme Profesional, dan Kompetensi terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12903Keywords:
Auditor, Independensi, Kompetensi, Kecurangan, Skeptisme ProfesionalAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh independensi, skeptisme profesional, dan kompetensi terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Responden penelitian terdiri atas 90 auditor yang bekerja pada 11 Kantor Akuntan Publik di Jakarta Selatan. Jawaban diukur dengan skala Likert empat tingkat dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan dengan koefisien 0,468 dan nilai signifikansi kurang dari 0,001. Skeptisme profesional memiliki arah positif, tetapi tidak berpengaruh signifikan dengan koefisien 0,172 dan nilai signifikansi 0,084. Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,451 dan nilai signifikansi kurang dari 0,001. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F sebesar 63,143. Nilai R Square sebesar 0,688 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 68,8 persen variasi kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Hasil ini menegaskan pentingnya kebebasan auditor dan kemampuan teknis dalam mendukung pendeteksian kecurangan.
Downloads
References
1. C. M. Ayu, “Pengaruh skeptisme profesional, pengalaman kerja, dan independensi auditor terhadap pendeteksian kecurangan (fraud) (studi empiris pada Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta),” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2024.
2. R. Biki, “Pengaruh skeptisme profesional dan pengalaman auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan,” SEIKO: Journal of Management & Business, pp. 639-699, 2022.
3. R. Binekasri, “Buntut polis bodong Wanaartha, OJK batalkan izin KAP Crowe,” CNBC Indonesia, Feb. 28, 2023. [Online]. Available: https://www.cnbcindonesia.com/market/20230228095708-17-417528/buntut-polis-bodong-wanaartha-ojk-batalkan-izin-kap-crowe
4. H. Budiantoro, “Pengaruh beban kerja, skeptisme profesional, dan pengalaman auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan pelatihan audit kecurangan sebagai variabel moderasi,” Journal of Business and Economics Research, 2022.
5. I. A. Dewi, “Pengaruh kompetensi, independensi, skeptisme, dan pengalaman kerja terhadap kemampuan auditor internal dalam mendeteksi kecurangan (fraud),” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, vol. 9, no. 23, pp. 358-369, 2023.
6. E. Egim, “Pengaruh beban kerja, pengalaman audit, tipe kepribadian dan skeptisme profesional terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan,” Jurnal Riset Sains & Ekonomi, 2023.
7. N. Fajriyah, “Pengaruh keahlian forensik, beban kerja, dan pengalaman auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan (fraud),” Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, vol. 4, no. 11, 2022.
8. V. Frassasti, “Pengaruh independensi, pengalaman auditor, skeptisisme profesional, beban kerja dan kompetensi terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan laporan keuangan,” Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 2023.
9. H. Gamaliel, “Pengaruh moral reasoning, pengalaman kerja, dan beban kerja terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan,” Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Goodwill, 2022.
10. S. Hadija, “Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan,” JEMSI: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 2023.
11. C. Hamdiah, “Pengaruh skeptisisme profesional, beban kerja, dan pengalaman audit terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan,” JEMSI: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 2023.
12. A. S. Harefa, “Peran audit sebagai pengendali internal dalam mendeteksi adanya kecurangan terhadap laporan keuangan,” Jurnal Dinamika Sosial dan Budaya, 2023.
13. M. C. Jensen and W. H. Meckling, “Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure,” Journal of Financial Economics, vol. 3, no. 4, pp. 305-360, 1976, doi: 10.1016/0304-405X(76)90026-X.
14. N. Natasya, “Pengaruh independensi dan kompetensi terhadap kemampuan pendeteksian kecurangan dengan skeptisisme profesional sebagai variabel moderasi,” SINARS, 2024.
15. A. Nurbaiti, “Mendeteksi kecurangan laporan keuangan menggunakan teori fraud hexagon,” Jurnal Akurasi, 2023.
16. C. L. Permatasari, “Pendeteksian kecurangan (fraud) laporan keuangan oleh auditor eksternal melalui bukti audit,” E-Journal Ecodunamika, 2021.
17. A. Prasetya, “Skeptisme profesional sebagai variabel intervening hubungan kompetensi auditor, tekanan waktu dan keahlian forensik terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan,” Jurnal Akuntansi Trisakti, vol. 10, no. 2, pp. 249-272, 2023.
18. D. E. Pratiwi, “Pengaruh independensi, skeptisme profesional, pengalaman audit, kualitas audit, audit tenure, dan prosedur audit terhadap tanggung jawab auditor dalam mendeteksi kecurangan pada laporan keuangan,” Diponegoro Journal of Accounting, pp. 1-15, 2021.
19. H. Soenjaya, “Pengaruh independensi, skeptisisme, dan kompetensi auditor terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel moderasi,” Indonesian Journal of Auditing & Accounting, vol. 1, no. 2, 2024.
20. G. L. Vousinas, “Advancing theory of fraud: The S.C.O.R.E. model,” Journal of Financial Crime, vol. 26, no. 1, pp. 372-381, 2019, doi: 10.1108/JFC-12-2017-0128.
21. I. A. Wulandari, “Pengaruh pelatihan, beban kerja, dan pengalaman kerja auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan,” Jurnal Riset Akuntansi Warmadewa, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rayhan Ulhaq Albari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















