Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan: Penguatan Kesadaran Demokrasi, Toleransi, dan Tanggung Jawab Warga Negara
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12780Keywords:
Pendidikan Kewarganegaraan, Wawasan Global, Generasi Z, Warga Negara Muda, Literasi DigitalAbstract
Arus globalisasi yang semakin pesat, didukung perkembangan teknologi digital, telah mengubah cara generasi muda memperoleh pengetahuan, belajar, serta berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Generasi Z yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan informasi, teknologi, dan budaya. Namun, kemudahan akses tersebut juga menghadirkan tantangan, seperti penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital, serta memudarnya rasa nasionalisme di kalangan generasi Z sebagai penerus bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai garda terdepan perlu bertransformasi untuk menjawab tantangan tersebut. PKn tidak hanya berperan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga membentuk warga negara yang memiliki wawasan global serta mampu berinteraksi secara bertanggung jawab tanpa kehilangan jati diri bangsa. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun wawasan global warga negara muda di era Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui telaah berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi strategis dalam membentuk kompetensi global peserta didik melalui penguatan karakter Pancasila, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, penghormatan terhadap keberagaman, serta kesadaran akan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Oleh karena itu, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan perlu dikembangkan secara inovatif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi untuk menghasilkan generasi muda yang berdaya saing global tanpa kehilangan identitas kebangsaannya.
Downloads
References
1. Azra, A. (2012). Pendidikan Kewargaan: Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani. Jakarta: Kencana.
2. Kim, B. J., Kavanaugh, A. L., & Hult, K. M. 2011. “Civic Engagement and Internet Use in Local Governance: Hierarchial Linear Models for Understanding The Role of Local Community Groups”, dalam Administration & Society, 43 (7), hlm. 807-835.
3. Banks, J. A. (2004). Teaching for Social Justice, Diversity, and Citizenship in a Global World. The Educational Forum, 68(4), 296–305.
4. Banks, J. A. (2008). Diversity, Group Identity, and Citizenship Education in a Global Age. Educational Researcher, 37(3), 129–139.
5. Hotni Sartika Sihombing, Syamzaimar, (2026). Tantangan pendidikan kewarganegaraan di era globalisasi
6. Agbaria, A. K. 2011. “The Social Studies Education Discourse Community on Globalization: Exploring The Agenda of Preparing For The Global Age”, dalam Journal of Studies in International Edu-cation, 15 (1), hlm. 57-74
7. Branson, M. S. (1998). The Role of Civic Education. Washington, DC: Center for Civic Education.
8. Cogan, J. J., & Derricott, R. (1998). Citizenship for the 21st Century: An International Perspective on Education. London: Kogan Page.
9. Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.
10. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Kurikulum Merdeka: Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila. Jakarta: Kemendikbudristek.
11. Merryfield, M. M. (2008). Teaching for Global Perspectives: Teacher Thinking and Practice. New York: Routledge.
12. Mulyasa, E. (2021). Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.
13. Nursid Sumaatmadja. (2000). Manusia dalam Konteks Sosial, Budaya, dan Lingkungan Hidup. Bandung: Alfabeta.
14. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2018). Preparing Our Youth for an Inclusive and Sustainable World: The OECD PISA Global Competence Framework. Paris: OECD Publishing.
15. Prensky, M. (2001). Digital Natives, Digital Immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.
16. Somantri, M. N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: Remaja Rosdakarya.
17. Sumaatmadja, N. (2005). Pendidikan Pemanusiaan Manusia Manusiawi. Bandung: Alfabeta.
18. Tapscott, D. (2009). Grown Up Digital: How the Net Generation Is Changing Your World. New York: McGraw-Hill.
19. Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today's Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood. New York: Atria Books.
20. UNESCO. (2015). Global Citizenship Education: Topics and Learning Objectives. Paris: UNESCO.
21. UNESCO. (2021). Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education. Paris: UNESCO.
22. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
23. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
24. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
25. Winataputra, U. S. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Internasional. Bandung: Widya Aksara Press.
26. Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Internasional dan Konteks Indonesia. Bandung: Widya Aksara P
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Alwie, Dwi Wiji Astuti, Abdul Mutholib, Muhamad Subkhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















