Pengaruh Locus of Control, Beban Kerja, dan Pengalaman Auditor terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Fraud dengan Skeptisisme Profesional sebagai Variabel Moderasi
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12481Keywords:
Deteksi Fraud, Locus Of Control, Beban Kerja, Pengalaman Auditor, Skeptisme ProfesionalAbstract
Kemampuan auditor mendeteksi fraud merupakan elemen penting dalam menjaga mutu audit dan keandalan laporan keuangan. Penelitian ini menguji pengaruh locus of control, beban kerja, pengalaman auditor, dan skeptisme profesional terhadap kemampuan auditor mendeteksi fraud, sekaligus menilai skeptisme profesional sebagai variabel moderasi. Survei kuantitatif dilakukan terhadap auditor Kantor Akuntan Publik di DKI Jakarta dengan purposive sampling. Sebanyak 97 respons dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling melalui SmartPLS 4. Hasil menunjukkan bahwa locus of control (β = 0,453), pengalaman auditor (β = 0,415), dan skeptisme profesional (β = 0,288) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan mendeteksi fraud, sedangkan beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan (β = −0,280). Model menjelaskan 53,0% variasi kemampuan deteksi fraud. Namun, skeptisme profesional tidak memoderasi pengaruh locus of control, beban kerja, maupun pengalaman auditor. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kendali diri, penugasan yang memperkaya pengalaman, pengelolaan beban kerja yang proporsional, dan pembiasaan evaluasi bukti secara kritis. Skeptisme profesional lebih tepat diposisikan sebagai kapabilitas langsung daripada mekanisme kontinjensi dalam model penelitian ini.
Downloads
References
[1] C. R. Arnanda, V. D. Purba, and A. P. Putri, “Pengaruh Kompetensi, Profesionalisme, Beban Kerja, Pengalama Auditor Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan,” Owner, vol. 6, no. 1, pp. 769–780, 2022, doi: 10.33395/owner.v6i1.666.
[2] A. A. P. G. B. A. Susandya and N. N. A. Suryandari, “Pengaruh Pengalaman Auditor, Skeptisisme Profesional dan Tekanan Waktu terhadap Pendeteksian Kecurangan di Perwakilan BPKP Provinsi Bali,” Jurnal Akuntansi dan Keuangan, vol. 9, no. 1, pp. 37–44, 2021, doi: 10.29103/jak.v9i1.3579.
[3] H. H. Kelley, “The processes of causal attribution.,” American Psychologist, vol. 28, no. 2, pp. 107–128, 1973, doi: 10.1037/h0034225.
[4] H. Halimatusyadiah, F. Ilyas, and B. E. Oktora, “Pengaruh Skeptisme Profesional, Time Pressure, Locus of Control, Kecerdasan Emosional, Dan Pengalaman Terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan,” IJAB Indonesian Journal of Accounting and Business, vol. 3, no. 2, pp. 100–115, 2022, doi: 10.33019/ijab.v3i2.28.
[5] M. Astary, Y. Angi, and M. Tiwu, “Pengaruh Locus of Control, Independensi, dan Kompetensi dalam Mendeteksi Fraud (Studi Kasus pada BPK Perwakilan Provinsi NTT),” Jurnal Akuntansi: Transparansi dan Akuntabilitas, vol. 11, no. 1, pp. 22–30, Mar. 2023.
[6] I. G. A. A. P. Indraswari, P. P. R. A. Dewi, I. G. A. A. Pradnyani, and I. G. A. N. A. Sumantri, “Pengaruh Sikap Skeptisme, Profesionalisme Dan Locus Of Control Pada Kualitas Audit Investigatif Dalam Mengungkap Fraud,” Jurnal Maneksi, vol. 13, no. 1, pp. 242–247, 2024, doi: 10.31959/jm.v13i1.2180.
[7] A. B. Mariyana, P. Simorangkir, and A. M. Putra, “PROSIDING BIEMA Business Management, Economic, and Accounting National Seminar PENGARUH PENGALAMAN AUDITOR, INDEPENDENSI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KEMAMPUAN AUDITOR DALAM MENDETEKSI FRAUD,” PROSIDING BIEMA Business Management, Economic, and Accounting National Seminar, vol. 2, pp. 766–780, 2021, [Online]. Available: https://conference.upnvj.ac.id/index.php/biema/article/view/1726/1188
[8] R. M. Masnur, A. Junaid, Subhan, and Muslim, “Pengaruh Beban Kerja, Task Specific Knowladge dan Tekanan Waktu Terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan,” Center of Economic Students Journal, vol. 6, no. 1, pp. 31–43, 2023, doi: 10.56750/csej.v6i1.567.
[9] O. Gunawan and C. A. Susilandari, “Audit New 11 Olivia Gunawan 2023,” vol. 15, no. 02, pp. 407–425, 2023, doi: 10.25170/wpm.v15i2.5044.
[10] H. Budiantoro, M. Nurrahmah, and K. Lapae, “Pengaruh Beban Kerja, Skeptisme Profesional, dan Pengalaman Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan dengan Pelatihan Audit Kecurangan sebagai Variabel Moderasi,” Journal of Business and Economics Research (JBE), vol. 3, no. 3, pp. 342–349, 2022, doi: 10.47065/jbe.v3i3.2330.
[11] A. H. Sarman, Ayu Meita; Istianingsih; Mukti, “Pengaruh beban kerja, pengalaman audit, dan tipe kepribadian auditor dalam mendeteksi kecurangan: Studi empiris pada Kantor Akuntan Publik di wilayah Kota DKI Jakarta,” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, vol. 3, no. 3, pp. 1647–1657, 2024, doi: 10.55681/sentri.v3i3.2441.
[12] F. Zakaria and S. W. Setyahuni, “What Factors Affect The Fraud Detection? The Role of Red Flags and Auditor Experience,” Jurnal Akuntansi dan Perpajakan, vol. 9, no. 1, pp. 82–92, 2023, doi: 10.26905/ap.v9i1.9421.
[13] D. Yuliana and A. F. Puspita, “the Effect of Professional Skepticism and Auditor Experience on the Ability To Detect Fraud With Time Pressure As a Moderating Variable,” Jurnal Akuntansi Bisnis, vol. 18, no. 2, p. 272, 2025, doi: 10.30813/jab.v18i2.8104.
[14] A. M. J. Affandi, “Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Skeptisme Profesional Terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan,” Jurnal Riset Akuntansi Politala, vol. 7, no. 1, pp. 124–135, 2024, doi: 10.34128/jra.v7i1.234.
[15] A. A. Anza, R. S. Putra, D. P. Puspita, S. Jurusan, M. Universitas, and M. Riau, “Pengaruh Pengalaman Audit, Skeptisme Profesional, dan Time Pressure terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Fraud,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Merdeka EMBA, vol. 3, no. 2, pp. 915–930, 2024.
[16] I. N. Fawziah, S. Iqbal, and S. Trisno, “The Role of Locus of Control in Moderating the Effect of Auditorâ€TMs Independence and Professional Skepticism on Audit Quality,” The Indonesian Accounting Review, vol. 13, no. 2, pp. 233–247, 2023, doi: 10.14414/tiar.v13i2.3791.
[17] C. A. Parluhutan, Ermawati, and S. Widyastuti, “The Influence of Auditor Ethics, Auditor Motivation, Locus of Control on Audit Quality: Role of Professional Skepticism,” Universal Journal of Accounting and Finance, vol. 10, no. 1, pp. 267–275, 2022, doi: 10.13189/ujaf.2022.100127.
[18] J. U. Hardani, Helmina Andriani, E. F. Utami, R. R. Istiqomah, R. A. Fardani, D. J. Sukmana, and N. H. Auliya, Buku Metode Penelitian Kualitatif, vol. 5, no. 1. 2020.
[19] W. A. Astuti and M. Sanggrahwati, “Auditor’s Success in Detecting Fraud: The Role of Professional Ethics and Workload,” MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan, no. 79, pp. 228–238, 2023, doi: 10.29313/mimbar.v39i2.2587.
[20] B. Subiyanto, K. Digdowiseiso, and N. Mandasari, “Pengaruh Pengalaman Kerja, Skeptisme Profesional, Dan Tipe Kepribadian Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Pengungkapan Kecurangan (Fraud),” Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, vol. 4, no. 6, pp. 2609–2620, 2022, doi: 10.32670/fairvalue.v4i6.1152.
[21] I. Masri, Y. Murni, A. Oktrivina, and E. M. Adhianti, “Peran red flags terhadap pengaruh skeptisisme profesional, pengalaman kerja dan beban kerja auditor terhadap kemampuan auditor mendeteksi fraud,” AKURASI: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, vol. 4, no. 1, pp. 69–82, 2021, [Online]. Available: https://doi.org/10.36407/akurasi.v4i1.649
[22] R. P. Pramesti, Sri Dilla; Sari, “Analisis efektivitas pendeteksian kecurangan melalui penerapan akuntansi forensik, kompetensi, dan pengalaman auditor: Skeptisisme profesional sebagai variabel moderasi,” Jurnal Akuntansi STIE Muhammadiyah Palopo, vol. 11, no. 2, pp. 351–379, 2025, doi: 10.35906/jurakun.v11i2.2395.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Syauqi, Septi Wulandari Chairina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















