Dampak Kualitas Data Rekam Medis Elektronik terhadap Kecepatan dan Akurasi Klaim Asuransi Sosial (BPJS Kesehatan): Sebuah Tinjauan Sistematis

Authors

  • Defrika Muharani Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Primacaeria Amri Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Regi Faula Sari Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Budi Hartono Universitas Hang Tuah Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12460

Keywords:

Rekam Medis Elektronik (RME), Kualitas Data, Klaim JKN, BPJS Kesehatan, Systematic Literature Review (SLR)

Abstract

Modernisasi sistem informasi kesehatan melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Indonesia terus dipercepat sebagai bagian dari transformasi digital sektor kesehatan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mutu pelayanan, serta kesinambungan pengelolaan informasi pasien di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Meskipun demikian, kualitas data yang diinput ke dalam RME memiliki implikasi yang sangat penting terhadap kelancaran proses verifikasi dan pengajuan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kualitas data RME terhadap kecepatan dan akurasi proses klaim asuransi sosial melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan terhadap publikasi nasional dan internasional yang terbit pada periode 2020–2026 dan diperoleh dari database Garuda, Google Scholar, SINTA, Neliti, serta ResearchGate. Hasil telaah menunjukkan bahwa kualitas data RME yang ditunjukkan oleh kelengkapan resume medis, ketepatan pengodean diagnosis dan tindakan berdasarkan ICD-10 dan ICD-9-CM, konsistensi data administratif, serta keandalan dokumen penunjang digital berhubungan signifikan dengan penurunan jumlah pending claim dan penolakan klaim. Selain itu, implementasi integrasi sistem (bridging) antara SIMRS dan V-Claim mampu mempercepat proses pengajuan klaim sekitar 1–2 hari dibandingkan proses manual. Namun, keterbatasan kompetensi tenaga koder, ketidaklengkapan dokumentasi klinis, dan kesiapan infrastruktur teknologi informasi pada masa transisi masih menjadi faktor penghambat yang memicu kendala administratif serta peningkatan klaim tertunda. Dengan demikian, peningkatan kualitas data RME melalui standardisasi dokumentasi, penguatan kapasitas SDM, dan optimalisasi interoperabilitas sistem menjadi prasyarat penting untuk menjaga stabilitas arus kas fasyankes sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan JKN.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Ardianto, E. T., & Nurjanah, L. (2024). ANALISIS ASPEK KEAMANAN DATA PASIEN DALAM IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT X. 3(2), 18–30.

2. Aryani, D. O., & Nurvita, S. (2025). GAMBARAN PROSES VERIFIKASI BERKAS KLAIM PASIEN RAWAT. 6, 7496–7502.

3. Aulia, M. P., & Gusti, T. E. (2025). Hubungan Kelengkapan Formulir Resume Medis dengan Status Persetujuan Klaim BPJS Rawat Inap di Rumah SAkit X The Relationship Between Completeness of Medical Resume Form and the Aproval Status of BPJS Inpatient Claims at X Hospital.

4. Damanik, D. H. (2025). Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik ( RME ) Puskesmas di Lingkungan Dinas Kesehatan , Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batu Bara.

5. Hendra Rohman, R. W. (2025). Analisis Penyebab Gagal Purifikasi Data Pada Proses Klaim BPJS Kesehatan Rawat Jalan Di Rumah Sakit. 10(2), 44–52.

6. Jak, Y., & Istiqlal, H. (2026). Analisis Penyebab Pending Klaim Pasien JKN Rawat Inap Pasca Implementasi RME di RSIA Permata Bunda Solok Tahun 2024. 10(1), 387–407.

7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

8. Kusumawati, A. N. (2020). Faktor – Faktor Penyebab Pending Klaim Rawat Inap di RSUD Koja tahun 2018. 47(1), 2018–2021.

9. Mayansara, A., Sari, N. M., Rahmah, Y., Eliana, D., Atnang, M., Hamsinar, H., Trisasri, R., Anindya, L., Anisa, N., Ismaniar, N. I., Jannah, P. I., Yanti, S. D., Letak, P., Studio, S. T., Kendari, K., Tenggara, S., & Modern, A. K. (2025). dministrasi Kesehatan Modern: Konsep Strategi dan Implementasi di Era Digital.

10. Ritonga, Z. A., Hasibuan, A. S., & Putri, T. A. (2023). Analisis Kualitatif Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun. 8(1), 112–123.

11. Samur, R., Hartono, B., Daud, A. G., & Indonesia, U. (2025). Pengaruh Penggunaan Aplikasi Rekam Medis Elektronik ( Rme ) Terhadap Efisiensi Kerja Tenaga Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. 5(2), 10582–10597.

12. Santoso, S., Markus, S. N., & Ningsih, K. P. (2026). Permasalahan Clinical Coding Pada Sistem Casemix Penyebab Pending Claim Pasien Jaminan BPJS Di Rumah Sakit X. 11(1), 72–83.

13. Utami, Y. T., Akbar, P. S., Amelia, R., & Sari, S. Y. (2024). FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS RAWAT INAP DENGAN. 3, 406–417.

14. Variza, M. A. (2025). Hubungan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIMRS ) Berbasis Aplikasi Terhadap Percepatan Pengumpulan Berkas Klaim BPJS Di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu Mega Ayu Variza. Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia, 10(11), 9523–9534.

15. Winarsih, S. A., Widjanarko, B., & Agushybana, F. (2024). The Impact of Electronic Medical Records on BPJS Claims and Physician Performance. 5(8), 3678–3690.

16. Yudhawan Agam Zulvikar, Yuli Prapancha Satar, T. R. (2025). ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KLAIM TUNDA RAWAT INAP PASIEN BPJS DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG. 03(01), 56–62.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
D. Muharani, P. Amri, R. F. Sari, and B. Hartono, “Dampak Kualitas Data Rekam Medis Elektronik terhadap Kecepatan dan Akurasi Klaim Asuransi Sosial (BPJS Kesehatan): Sebuah Tinjauan Sistematis”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 25111–25119, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles