Eksplorasi Teknik Water soluble patchwork Limbah Satin sebagai Upaya Penerapan Sustainable Fashion

Authors

  • Dinda Anggraini Universitas Negeri Padang
  • Samuel Martin Pradana Universitas Negeri Padang
  • Ernawati Ernawati Universitas Negeri Padang
  • Yulia Aryati Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12432

Keywords:

Water soluble patchwork, Limbah Perca Satin, Sustainable Fashion, Biodegradable, Upcycling

Abstract

Industri fashion menghasilkan limbah tekstil dalam jumlah besar, khususnya kain perca satin yang sulit dimanfaatkan kembali. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi teknik water soluble patchwork menggunakan plastik biodegradable (telo roll bag) pada limbah perca satin berukuran 5–10 cm dengan variasi jarak setikan jahitan 0,3 cm, 0,5 cm, 1 cm, dan 1,5 cm dengan menggunakan gunting zig-zag pada pinggiran kain. Pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory digunakan, meliputi wawancara, observasi, eksperimen, validasi ahli diantaranya 3 ahli desain, 3 ahli jahit dan 3 praktisi fashion dengan metode penggumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala likert. Hasil menunjukkan variasi jarak setikan 0,5 cm memberikan keseimbangan terbaik: persentase validasi ahli desain 84% (layak), ahli jahit 90% (sangat layak), dan praktisi fashion 91% (sangat layak). Kemudian dengan melakukan Uji laboratorium kekuatan tarik sesuai dengan (SNI 08-0276:2009 dan uji kelangsaian/drape sesuai dengan SNI 08-1511-2004 dilaboratorium evaluasi fisika politeknik STTT Bandung. Data diolah melalui analisis deskriptif kualitatif dengan uji normalitas, homogenitas,dan one-way ANOVA. Hasil pengujiam dilaboratorium menunjukan bahwa jarak 0,3 cm menghasilkan kekuatan tarik tertinggi (rata-rata 184,16 N), sementara jarak 1,5 memiliki kekuatan yang paling kecil sehingga menghasilkan kelangsaian kain yang baik. Berdasarkan kedua hasil pengujian tersebut, variasi jarak setikan 0,5 cm dapat dianggap sebagai variasi yang paling seimbang karena mampu menghasilkan kekuatan sambungan yang baik sekaligus mempertahankan kelangsaian material. Teknik ini mendukung prinsip sustainable fashion melalui upcycling limbah menjadi material baru yang estetis dan fungsional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Annathasia, B., Ernawati, Adriani, & Suci, P. H. (2026). Pengembangan Upcycle Pada Proses Modifikasi Pakaian Secondhand Dengan Kombinasi Teknik Patchwork Dan Teknik Beading. Jurnal Teknologi Pendidikan, 25(1), 210–

2. 221. https://doi.org/10.17509/e.v25i1.96305

3. Ashari, F. S., Arif, M., Hasibuan, & Reni, R. A. (2023). Pengembangan Konsep Sustainable Terhadap Industri Fashion Halal Ditinjau Dari Perspektif Islam. Jurnal Ilmu Manajemen, Bisnis Dan Ekonomi, 1(4), 317–330.

4. Dio Cynthianez, H., & Wahyuningsih, U. (2021). Water soluble Embroidery Dengan Memanfaatkan Limbah Benang Bordir. E-Journal, 10(1), 54–62. https://doi.org/10.26740/jurnal-online-tata-busana.v10i01.37577

5. Endrayana, J. P. M., & Retnasari, D. (2021). Penerapan Sustainable fashion dan Ethical Fashion dalam Menghadapi Dampak Negatif Fast Fashion. Prosiding Pendidikan Teknik​Boga​Busana,​16(1),​1–6. https://journal.uny.ac.id/index.php/ptbb/article/view/44683

6. Fadila, F., Safriani, Eliana, & Khaddafi, M. (2025). Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara (Data Collection In Qualitative Research: Interviews). Jurnal​Intelek​Insan​Cendikia,​2(7),​13446–

7. 13449. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/4377

8. Fajar, E. A., Falah, A. M., & Atik, S. K. (2024). Daur Naik Limbah Tekstil Untuk Produk Fesyen Ready To Wear Deluxe Dengan Teknik Quilting. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 80–97. https://doi.org/10.26742/atrat.v12i1.3517 https://doi.org/10.26742/atrat.v12i1.3517

9. Habibullah, J. A., Norvaizi, I., & Dewi, D. E. C. (2025). Implementasi Mixed Methods dalam Penelitian Pendidikan. Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research,​3(1),​17–31. http://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJIER/article/view/245

10. Handayani, T., Rahmawaty, D., & Rahma, A. Y. (2022). Pengembangan Teknik Upcycle Dari Sisa Kain Produksi Massal Dan Pakaian Bekas Menjadi Pelengkap Busana Yang Berkualitas. Jurnal Desain - Kajian Bidang Penelitian Desain, 2(1), 123–129. http://dx.doi.org/10.33376/jdes.v2i1.1396

11. Khabibullah, M., Alimin, & Sholahuddin, G. M. I. (2024). Tahapan dan Langkah-Langkah Penerapan Mixed Method dalam Penelitian. Jurnal QJM, 02(01), 69–86. https://doi.org/10.62048/qjms.v2i1.55

12. Krulinasari, W., & Yusnandi, Y. (2022). Tinjauan Limbah Kain Sisa Produksi Menurut Hukum Internasional dan Hukum Nasional. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 57–64. https://doi.org/10.24967/psn.v2i1.1481

13. Oktaviani, T., & Nurani, A. (2024). Inovasi daur ulang kain perca melalui aplikasi

14. teknik jahit tindas dengan media plastik biodegradible. Jurnal Senirupa Warna, 12(1), 18–35. https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal/article/view/197/145

15. Putri, H. J. P., & Murhayati, S. (2025). Metode Pengumpulan Data Kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 11(1), 1–14.https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.27063

16. Putri, M., Budhyani, I. D. A. M., & Widiartini, N. K. (2023). Pemanfaatan Limbah Perca Pada Pengembangan Busana Ready To Wear Menggunakan Teknik Patchwork Dengan Sumber Ide Pandemi Covid-19, 14, 19–29. https://doi.org/10.23887/jppkk.v14i2.66428

17. Rahmawaty, D., Nadiroh, N., Husen, A., Purwanto, A., & Astra, I. M. (2021). Sustainable Fesyen Sebagai Upaya Gerakan Zero Waste Dalam Pembangunan Berkelanjutan Oleh Desainer. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 431–437. https://doi.org/10.31004/cdj.v2i2.1869

18. Rizqi, V. P., & Maeliah, M. (2020). EKSPLORASI BORDIR MOTIF BUNGA SEBAGAI DECORATIVE. Jurnal Da Moda, 2(1), 1–

19. 6.https://doi.org/10.35886/damoda.v2i1.106

20. Ummah, N. H., & Falah, A. M. (2023). Eksistensi Teknik Patchwork Serta Penerapannya Pada Produk Fashion. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 111–118. https://doi.org/10.26742/atrat.v11i1.2842 https://doi.org/10.26742/atrat.v11i1.2842

21. Yanto, Syafri Kurniawan, Yuda Septian Munir, Peby Ziana Sirojul Yanti, D. I. W. (2025). Metodologi Penelitian : Mengintegtasikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan Mixed Methods. PT Media Penerbit Indonesia. http://repository.mediapenerbitindonesia.com/603/1/K%20261%20-

22. %20%28FINISH%20LAYOUT%29%20Metodologi%20Penelitian%20Menginte grasikan%20Pendekatan%20Kuantitatif%20Kualitatifdan%20Mix%20Methods.p df

23. Zahrotulmuna, A., Rizki, F. N., Damayanti, S., & Sinulingga, J. (2024). Inovasi Pengolahan Kain Perca Guna Menciptakan Produk Bernilai Jual Tinggi. Jurnal Pendidikan​Tambusai,​8(1),​14609–14614. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.14465

24. Zakiyah, Z., Regyandhea, W., Pramesvari, U., & Hasmiraldi, E. (2023). Daur Ulang Limbah Pasca Pemakaian Produk Fashion Menggunakan Teknik Water soluble Embroidery. Texere, 21(2), 142–150. https://doi.org/10.53298/texere.v21i2.06

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
D. Anggraini, S. M. Pradana, E. Ernawati, and Y. Aryati, “Eksplorasi Teknik Water soluble patchwork Limbah Satin sebagai Upaya Penerapan Sustainable Fashion”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 23774–23782, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles