Kapital Sosial dan Loyalitas Pelanggan pada Warung Kopi Tradisional: Peran Kualitas Produk dan Autentisitas
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12336Keywords:
Kualitas Produk, Kapital Sosial, Loyalitas Pelanggan, AutentisitasAbstract
Loyalitas pelanggan menjadi faktor penting dalam mempertahankan keberlanjutan warung kopi tradisional di tengah meningkatnya persaingan dengan coffee shop modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pelanggan terhadap kualitas produk, mengidentifikasi bentuk kapital sosial yang berkembang, serta menjelaskan hubungan antara kualitas produk dan kapital sosial dalam membentuk loyalitas pelanggan di Warkop Ongaku Bengkayang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 18 informan yang terdiri atas pemilik, karyawan, dan pelanggan tetap. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis yang dikembangkan oleh Braun dan Clarke dengan pengelolaan data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dipersepsikan positif melalui konsistensi cita rasa, metode penyeduhan tradisional, harga yang terjangkau, serta menu pendamping tradisional. Loyalitas pelanggan terbentuk melalui sinergi antara kualitas produk dan kapital sosial yang berkembang dalam hubungan sosial antarpelanggan. Penelitian ini juga menemukan fenomena disconnectivity advantage, yaitu kondisi ketika tidak tersedianya fasilitas internet mendorong interaksi tatap muka sehingga memperkuat hubungan sosial. Selain itu, autentisitas Warkop Ongaku berperan sebagai enabling condition yang memperkuat kualitas produk dan kapital sosial dalam membentuk loyalitas pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa loyalitas pelanggan pada warung kopi tradisional merupakan hasil integrasi antara kualitas produk, kapital sosial, dan autentisitas usaha.
Downloads
References
1. Amer, A., & Rakha, N. A. (2022). How servicescape unleashes customer engagement behaviors through place attachment: An investigation in a non-Western context. International Journal of Hospitality Management, 102, 103170.
2. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkayang. (2024). Produk domestik regional bruto Kabupaten Bengkayang menurut lapangan usaha 2020–2024. BPS Kabupaten Bengkayang. https://bengkayangkab.bps.go.id
3. Bitner, M. J. (1992). Servicescapes: The impact of physical surroundings on customers and employees. Journal of Marketing, 56(2), 57–71. https://doi.org/10.1177/002224299205600205
4. Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. Sage.
5. Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
6. Gilmore, J. H., & Pine, B. J. (2007). Authenticity: What consumers really want. Harvard Business School Press.
7. Griffin, J. (2020). Customer loyalty: How to earn it, how to keep it (Rev. ed.). Jossey-Bass.
8. Haktanir, M. (2023). Place attachment in coffee shops: A customer perspective study in North Cyprus. Journal of Place Management and Development, 16(4), 533–549.
9. Holbrook, M. B. (2019). Consumer value: A framework for analysis and research. Routledge.
10. Kalimantan Today. (2020). Kapolda Kalbar ngopi bersama masyarakat di Warkop Ongaku Bengkayang.
11. Kalimantan Today. (2023). Cornelis kunjungi Warkop Ongaku Bengkayang dan berdialog dengan warga.
12. Kim, J., Kim, M., Holland, S., & Townsend, J. D. (2021). Consumer-based brand authenticity and brand trust in brand loyalty in the Korean coffee shop market. Journal of Product & Brand Management, 30(8), 1173–1188.
13. Kompasiana. (2023). Warkop Ongaku Bengkayang: Menjaga cita rasa kopi tradisional di tengah modernisasi.
14. Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
15. Lave, J., & Wenger, E. (1991). Situated learning: Legitimate peripheral participation. Cambridge University Press.
16. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
17. Morgan, R. M., & Hunt, S. D. (1994). The commitment–trust theory of relationship marketing. Journal of Marketing, 58(3), 20–38. https://doi.org/10.1177/002224299405800302
18. Oldenburg, R. (1999). The great good place (3rd ed.). Marlowe & Company.
19. Oliver, R. L. (1999). Whence consumer loyalty? Journal of Marketing, 63(Special Issue), 33–44. https://doi.org/10.1177/00222429990634S105
20. Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
21. Pine, B. J., & Gilmore, J. H. (2019). The experience economy (Updated ed.). Harvard Business Review Press.
22. Pontianak Post. (2021). Warkop Ongaku tetap bertahan dengan cita rasa kopi tradisional.
23. Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
24. Relph, E. (1976). Place and placelessness. Pion Limited.
25. Specialty Coffee Association. (2022). Coffee standards.
26. Tribun Pontianak. (2021). Warkop Ongaku Bengkayang tetap ramai pelanggan meski tanpa WiFi.
27. Woolcock, M. (2001). The place of social capital in understanding social and economic outcomes. Canadian Journal of Policy Research, 2(1), 11–17.
28. Yin, R. K. (2019). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rafael Karta, Helena Anggraeni Tjondro Sugianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















