Pengaruh Source Credibility dan Green Marketing terhadap Minat Beli Produk Skincare Avoskin di Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12291Keywords:
Source Credibility, Green Marketing, Minat Beli, Avoskin, SEM-PLSAbstract
Perkembangan pemasaran digital melalui media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah cara konsumen menilai informasi sebelum memutuskan pembelian, termasuk pada produk skincare berbasis keberlanjutan seperti Avoskin. Namun, tingginya paparan konten promosi tidak selalu diikuti oleh peningkatan minat beli, khususnya pada Generasi Z yang kritis terhadap informasi digital dan peduli terhadap isu lingkungan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar intensitas promosi, seperti kredibilitas sumber informasi dan praktik pemasaran ramah lingkungan, turut membentuk minat beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh source credibility dan green marketing terhadap minat beli produk skincare Avoskin pada Generasi Z pengguna TikTok di Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator variabel valid dan reliabel. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa source credibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (koefisien jalur 0,314; t-statistic 4,161; p-value 0,000), demikian pula green marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (koefisien jalur 0,180; t-statistic 1,992; p-value 0,046). Kedua variabel mampu menjelaskan variasi minat beli sebesar 52,8%, tergolong kategori kuat. Temuan ini menegaskan bahwa kredibilitas influencer dan penerapan strategi pemasaran ramah lingkungan merupakan faktor penting dalam mendorong minat beli konsumen terhadap produk skincare berbasis keberlanjutan.
Downloads
References
[1] A. T. Haryanto, "APJII: Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang," DetikInet, 2024.
[2] K. Simon, "Digital 2025: Indonesia," DataReportal, 2025.
[3] Research and Markets, "Global Skin Care Products Strategic Industry Report 2024," GlobeNewswire, 2024.
[4] N. Lasmi and L. Rosalina, "Gaya hidup dan kebiasaan perawatan kulit terhadap kondisi kulit," vol. 8, pp. 30246–30255, 2024.
[5] R. S. A. Suteja, "Tantangan Nyata Brand Kecantikan Indonesia di Balik Euforia Skincare dan Make-up," Harian Disway, 2025.
[6] T. Pangarkar, "Cosmetic Packaging Market to Reach USD 60.4 Billion by 2033 With CAGR of 4.6%," Market.Us News, 2024.
[7] S. R. Zahra and N. Hardiyanto, "Memprediksi Niat Beli Konsumen pada Produk Hijau: dengan Menggunakan TPB dan Kesadaran Lingkungan (Studi Kasus pada Produk Kecantikan Hijau Avoskin)," Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar, vol. 13, no. 1, pp. 1297–1303, 2022.
[8] D. Salma, "Profil Avoskin Beauty, Brand Skincare Asal Yogyakarta," IDN Times, 2025.
[9] Armeliafarah, "Rayakan 10 Tahun, Avoskin Semakin Mantap Jadi Brand Lokal yang Dukung Keberlanjutan," Female Daily, 2024.
[10] Avoskin Beauty, "Program Waste4Change," avoskinbeauty.com, 2020.
[11] W. Anggraini, "From Zero to Hero, Begini Kisah Perjalanan Avoskin Bersama Shopee," Fimela.com, 2024.
[12] R. Shevia and R. A. Q. Christiarini, "Green marketing & environmental concern: Minat beli generasi z terhadap personal care products," Journal of Business & Banking, vol. 13, no. 1, pp. 99–120, 2023.
[13] R. Muhammad, "Jangan Jadikan Gen Z sebagai Alat Politik dan Pencari Cuan," Kumparan, 2023.
[14] T. Ardianti and J. F. Sofyan, "The Influence of Ewom and Fear of Missing Out in the Intention to Buy Skincare Products Through TikTok," Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, vol. 5, no. 5, pp. 2281–2293, 2024.
[15] S. N. Aini, "Pengaruh Kualitas Pendapat, Kredibilitas Sumber, dan Informasi Dua Sisi pada Kegunaan Informasi eWOM terhadap Niat Pembelian Konsumen di Media Sosial," Competence: Journal of Management Studies, vol. 16, no. 1, pp. 16–23, 2022.
[16] Indrawati, P. C. Putri Yones, and S. Muthaiyah, "eWOM via the TikTok application and its influence on the purchase intention of somethinc products," Asia Pacific Management Review, vol. 28, no. 2, pp. 174–184, 2023.
[17] C. M. Leong, A. M. W. Loi, and S. Woon, "The influence of social media eWOM information on purchase intention," Journal of Marketing Analytics, vol. 10, no. 2, pp. 145–157, 2022.
[18] G. E. Belch and M. A. Belch, Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, 6th ed. New York, NY, USA: McGraw-Hill, 2003.
[19] R. Ohanian, "The Impact of Celebrity Spokespersons' Perceived Image on Consumers' Intention to Purchase," Journal of Advertising Research, vol. 31, no. 1, pp. 46–54, 1995.
[20] M. Z. Maharani, H. Hafiar, and C. Chandratama Priyatna, "Analisis Sentimen Positif Terhadap Brand Kecantikan Avoskin sebagai Eco Friendly Brand di Media Sosial X dan TikTok," Jurnal Ilmiah Mahasiswa, vol. 2, no. 2, pp. 25–40, 2024.
[21] I. V. Situmeang and S. D. Purwatiningsih, "Optimizing the use of the avoskin tiktok application and content attraction to buying interest," Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, vol. 11, no. 2, p. 395, 2025.
[22] Regina and R. Anindita, "Pengaruh Daya Tarik, Kredibilitas dan Sikap Merek terhadap Niat Beli Konsumen pada Produk Skincare," Target: Jurnal Manajemen Bisnis, vol. 4, no. 1, pp. 11–20, 2022.
[23] V. Sesar, I. Martinčević, and M. Boguszewicz-Kreft, "Relationship between Advertising Disclosure, Influencer Credibility and Purchase Intention," Journal of Risk and Financial Management, vol. 15, no. 7, 2022.
[24] M. J. Polonsky, "An Introduction to Green Marketing," Electronic Green Journal, vol. 1, no. 2, 1994.
[25] J. Grant, The Green Marketing Manifesto, 1st ed. Chichester, U.K.: John Wiley & Sons, 2007.
[26] P. Kotler and K. L. Keller, Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, U.K.: Pearson, 2018.
[27] J. A. Ottman, The New Rules of Green Marketing. New York, NY, USA: Taylor & Francis Group, 2017.
[28] L. A. Ajeng Devita Anugraini, "Pengaruh Source Credibility, Parasocial Interaction, dan Physical Attractiveness terhadap Purchase Intention," As-Syirkah: Islamic Economics & Financial Journal, vol. 4, no. 2, pp. 522–530, 2025.
[29] N. Kusbianto, N. M. I. Pratiwi, and A. Maduwinarti, "The Effect of Influencer Credibility, Authenticity, and Engagement on Purchase Intention in Live Shopping," DEI: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen, vol. 16, no. 2, pp. 240–255, 2025.
[30] R. Sugiarti, N. Diah Hartanti, E. Setyarini, and K. Agustin, "The influence of green marketing, product knowledge, and influencers on purchase intention," International Journal on Social Science, Economics and Art, vol. 13, no. 3, pp. 202–207, 2023.
[31] I. N. A. Ardiana and V. Rafida, "Pengaruh Green Marketing dan Brand Image terhadap Minat Beli Skincare Avoskin (Studi pada Mahasiswa di Kota Surabaya)," vol. 11, no. 3, pp. 253–261, 2023.
[32] P. Kotler, K. L. Keller, S. J. Shaw, and K. R. Davis, Marketing Management, 15th ed. 2016.
[33] P. A. W. Utama and N. Marlena, "Pengaruh Harga dan Promosi Penjualan Terhadap Keputusan Pembelian Bahan Kebutuhan Pokok di Indomaret," Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN), vol. 9, no. 3, pp. 1370–1376, 2021.
[34] E. M. Sangaji and D. Sopiah, Perilaku Konsumen: Pendekatan Praktis Disertai Himpunan Jurnal Penelitian. Yogyakarta, Indonesia: Andi, 2013.
[35] S. F. Kurniawan and H. Patmarina, "Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sembako Pada PT Sinar Setia di Bandar Lampung," Jurnal EMT KITA, vol. 8, no. 2, pp. 715–720, 2024.
[36] M. A. F. Abdullah and E. Donald, "The Influence of Green Marketing on Purchase Intention of Eco-Friendly Household Products: The Mediating Role of Consumer Rights Awareness," Jurnal Ilmu Multidisiplin, vol. 4, no. 3, pp. 1560–1566, 2025.
[37] I. Mindiasri, D. Priharsari, and W. Purmono, "Eksplorasi Pengaruh Live Shopping terhadap Minat Beli," Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi, vol. 7, no. 3, pp. 1039–1042, 2023.
[38] Duryadi, Buku Ajar Metode Penelitian Ilmiah: Metode Penelitian Empiris Model Path Analysis dan Analisis Menggunakan SmartPLS, vol. 7, no. 1. Ngawi, Indonesia: Yayasan Prima Agus Teknik, 2021.
[39] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2013.
[40] J. Firdaus, M. Syahran, Risnita, and Asrulla, "Populasi dan Sampling (Kuantitatif), Serta Pemilihan Informan Kunci (Kualitatif) dalam Pendekatan Praktis," Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 7, no. 3, pp. 26320–26332, 2023.
[41] S. Ondeng and U. Rahman, "Populasi dan Sampel sebagai Dasar Metodologis dalam Penelitian Pendidikan," Journal of Qualitative and Quantitative Research, vol. 3, no. 1, pp. 35–50, 2026.
[42] A. Sofya, N. C. Novita, M. W. Afgani, and M. Isnaini, "Metode Survey: Explanatory Survey dan Cross Sectional dalam Penelitian Kuantitatif," Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 4, no. 3, pp. 1696–1708, 2024.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nova Kusumaningtyas, Indra Hastuti, Agus Suyatno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















