Pemikiran Ekonomi Islam Daulah Mughal dan Relevansinya terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Modern

Authors

  • Andi Sompa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Mukhtar Lutfi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nasrullah Bin Sapa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12281

Keywords:

Pemikiran Ekonomi Islam, Daulah Mughal, Kebijakan Fiskal, Regulasi Pasar, Ekonomi Syariah Modern

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran ekonomi Islam pada masa Daulah Mughal serta relevansinya terhadap pengembangan ekonomi syariah modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis isi deskriptif-analitis. Data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen akademik yang membahas sejarah ekonomi Mughal, kebijakan agraria, fiskal, perdagangan, moneter, serta perkembangan ekonomi Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ekonomi Mughal dibangun melalui pengelolaan agraria zamindari dan jagirdari, reformasi pajak berbasis sistem zabt dan dahsala, pengawasan pasar melalui prinsip hisbah, pelarangan praktik riba dan monopoli, serta standardisasi mata uang logam. Kebijakan tersebut memperkuat kepastian penerimaan negara, melindungi petani kecil, menjaga stabilitas harga, memperluas perdagangan, dan mempertahankan daya beli masyarakat. Keberhasilan tersebut ditopang oleh penerapan nilai ‘adl, maslahah, amanah, transparansi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan dalam masyarakat yang majemuk. Secara konseptual, pengalaman Daulah Mughal relevan bagi pengembangan ekonomi syariah modern melalui penguatan tata kelola fiskal, regulasi pasar, integrasi sektor keuangan dengan sektor riil, pengembangan ZISWAF produktif, industri halal, fintech syariah, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance dan Sustainable Development Goals. Temuan ini menegaskan bahwa warisan ekonomi Mughal tidak harus diterapkan secara literal, tetapi direkonstruksi melalui kelembagaan yang adaptif, akuntabel, inklusif, dan berkelanjutan untuk mendukung kemaslahatan publik secara adil dan berkesinambungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] A. Abdillah, A. Ridho, J. M. Muslimin, W. Munawar, dan S. A. A. Elkushli, “Islamic Economics and Politico-Legal Policy: Defining The Fundamental Role of Government In Creating Prudential Business System,” Int. J. Islam. Econ. Finance IJIEF, vol. 6, no. 2, hlm. 281–312, Agu 2023, doi: 10.18196/ijief.v6i2.16826.

[2] A. Hassan dan M. A. Choudhury, Islamic Economics: Theory and Practice, 1 ed. Routledge, 2019. doi: 10.4324/9780429432088.

[3] A. R. Harahap, “MENILIK KEMBALI SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA MASA DAULAH MUGHAL,” J. Ushuluddin, vol. 22, no. 1, Des 2024, doi: 10.51900/ushuluddin.v22i1.21889.

[4] F. Ramadhani dan S. Herman, “Analysis of Economic Policy During the Time of Sultan Jalaludin Akbar in the Mughal Empire”.

[5] “M MAPPING ECONOMIC DEVELOPMENT TRENDS IN ISLAMIC ECONOMICS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW | Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam.” Diakses: 14 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://www.jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ad/article/view/9918

[6] A. Maulud, U. Khasanah, dan I. Ismail, “M MAPPING ECONOMIC DEVELOPMENT TRENDS IN ISLAMIC ECONOMICS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW,” Ad-Deenar J. Ekon. Dan Bisnis Islam, vol. 10, no. 01, hlm. 123–138, Apr 2026, doi: 10.30868/ad.v10i01.9918.

[7] S. Halim, N. Djalil, dan M. L. Widyanto, “Reconstructing the Philosophy of Sharia Economics: New Insights from Ontology, Epistemology, and Axiology Perspectives,” Int. J. Res. Innov. Soc. Sci., vol. 10, no. 1, hlm. 4583–4602, Feb 2026, doi: 10.47772/IJRISS.2026.10100353.

[8] S. Rosmita, P. Juliana, dan I. Parakkasi, “TRANSFORMASI PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA ERA DAULAH MUGHAL (1526–1857 M): ANALISIS HISTORIS DAN KONSEPTUAL,” vol. 6, no. 1, 2026.

[9] M. Febriza, R. Rozalinda, dan M. Meirison, “Exploration of Imam Al-Ghazali’s Islamic Economic Thought: A Systematic Literature Review,” Maliki Islam. Econ. J., vol. 5, no. 2, hlm. 119–136, Des 2025, doi: 10.18860/miec.v5i2.33361.

[10] “Metode Penelitian Sugiyono 2023 | PDF.” Diakses: 14 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://id.scribd.com/document/868601086/Sugiyono-2023-Penelusuran-Google

[11] S. Lewis, “Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches,” Health Promot. Pract., vol. 16, no. 4, hlm. 473–475, Jul 2015, doi: 10.1177/1524839915580941.

[12] “View of REKONSTRUKSI PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA MASA DAULAH MUGHAL: KAJIAN BERBASIS LITERATURE REVIEW.” Diakses: 14 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://ecosemica.net/index.php/ECONOMICA/article/view/287/288

[13] S. Rosmita, P. Juliana, dan I. Parakkasi, “TRANSFORMASI PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA ERA DAULAH MUGHAL (1526–1857 M): ANALISIS HISTORIS DAN KONSEPTUAL,” vol. 6, no. 1, 2026.

[14] F. Bomboz dan I. Nidzamulhaq, “Pemikiran Ekonomi Islam di Kerajaan Ottoman, Safawi, dan Mughal,” Tsaqofah Dan Tarikh J. Kebud. Dan Sej. Islam, vol. 11, no. 1, Jun 2026, doi: 10.29300/ttjksi.v11i1.10587.

[15] M. Ali dan M. Zulfiqri, “Integration of Islamic Economics with the Real Sector: A Systematic Literature Review (SLR) 2020–2025,” AL GHAZALI J. Pendidik. Dan Pemikir. Islam, vol. 6, no. 3, hlm. 834–856, Mei 2026, doi: 10.69900/ag.v6i3.592.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
A. Sompa, M. Lutfi, and N. B. Sapa, “Pemikiran Ekonomi Islam Daulah Mughal dan Relevansinya terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Modern”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 23097–23104, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles