Pemikiran Ekonomi Islam Kerajaan di Indonesia

Authors

  • Muhammad Imam Dhiya’ul Haq Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Mukhtar Lutfi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nasrullah Bin Sapa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12227

Keywords:

Pemikiran Ekonomi Islam, Kerajaan Islam Indonesia, Kebijakan Ekonomi Islam, Sejarah Ekonomi Islam, Ekonomi Syariah

Abstract

Pemikiran ekonomi Islam pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia merupakan fondasi historis penting bagi pembentukan karakter ekonomi syariah nasional, tetapi pembahasannya masih lebih terbatas dibandingkan kajian ekonomi Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada Kerajaan Samudra Pasai, Aceh Darussalam, Demak, Banten, dan Ternate; mengidentifikasi karakteristik kebijakan ekonominya; membandingkan bentuk implementasinya; serta menjelaskan kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi Islam Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku akademik, prosiding, dan dokumen sejarah yang relevan, kemudian dianalisis melalui reduksi, klasifikasi tematik, interpretasi komparatif, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan tersebut mengintegrasikan prinsip syariah ke dalam pengelolaan perdagangan maritim, kebijakan fiskal, baitul mal, zakat, wakaf, sistem moneter, pengawasan pasar, dan distribusi kesejahteraan. Persamaan utamanya terletak pada orientasi keadilan, kemaslahatan, transparansi, dan tanggung jawab sosial, sedangkan perbedaan penerapannya dipengaruhi oleh kondisi geografis, komoditas utama, struktur politik, serta jaringan perdagangan masing-masing wilayah. Samudra Pasai menonjol dalam sistem moneter dan perdagangan internasional, Aceh dalam pengelolaan fiskal, Demak dalam redistribusi sosial, Banten dalam tata kelola pasar, dan Ternate dalam perdagangan rempah. Sintesis penelitian menghasilkan kerangka integratif yang menghubungkan nilai, kelembagaan, distribusi, dan adaptasi sebagai dasar pengembangan ekonomi Islam Indonesia yang kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa warisan kerajaan tetap relevan sebagai sumber pembelajaran bagi kebijakan ekonomi syariah nasional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] M. Indah, R. Rosmah, I. Parakassi, dan S. Sudirman, “Sejarah Pemikiran Ekonomi Kerajaan Islam di Indonesia,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 9, no. 1, hlm. 4926–4932, Feb 2025, doi: 10.31004/jptam.v9i1.25198.

[2] M. W. Caronge, S. M. N. Assagaf, I. Parakkasi, dan Siradjuddin, “Rekonstruksi Epistemologis dan Genealogi Pemikiran Ekonomi Syariah di Kerajaan Islam Nusantara:,” J. Alwatzikhoebillah Kaji. Islam Pendidik. Ekon. Hum., vol. 12, no. 1, hlm. 120–134, Jan 2026, doi: 10.37567/alwatzikhoebillah.v12i1.4634.

[3] N. Afiah, Siradjuddin, dan I. Parakkasi, “SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM INDONESIA,” AL-MUTSLA, vol. 5, no. 1, hlm. 172–185, Jun 2023, doi: 10.46870/jstain.v5i1.612.

[4] “Metode Penelitian : Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D / Prof. Dr. Sugiyono | Perpustakaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.” Diakses: 13 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://inlislite.ipdn.ac.id/opac/detail-opac?id=9274&utm_source=chatgpt.com

[5] “Metode Penelitian Kualitatif : Untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif / Sugiyono | Perpustakaan Polbangtan Yogyakarta - Magelang.” Diakses: 13 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://kikp-pertanian.id/polbangtanyoma/opac/detail-opac?id=27010&utm_source=chatgpt.com

[6] M. Indah, R. Rosmah, I. Parakassi, dan S. Sudirman, “Sejarah Pemikiran Ekonomi Kerajaan Islam di Indonesia,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 9, no. 1, hlm. 4926–4932, Feb 2025, doi: 10.31004/jptam.v9i1.25198.

[7] T. Hardianti, “PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM DI KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA (STUDI SEJARAH DAN IMPLEMENTASI)”.

[8] I. D. O. Sari, “Perekonomian Islam Pada Masa Kerajaan Aceh Darussalam,” J. Humanit. Katalisator Perubahan Dan Inov. Pendidik., vol. 8, no. 2, hlm. 146–154, Jul 2022, doi: 10.29408/jhm.v8i2.5248.

[9] A. Shihabuddin dan E. Roza, “Sejarah Uang Dirham Kesultanan Samudera Pasai: Kontribusi terhadap Peradaban Islam di Indonesia,” Al-Aulia J. Pendidik. Dan Ilmu-Ilmu Keislam., vol. 9, no. 2, hlm. 171–186, Des 2023, doi: 10.46963/aulia.v9i2.1407.

[10] C. S. M. Utami, P. A. Wijayati, N. P. Milla, dan M. Rohman, “EKONOMI PERDAGANGAN DAN PENYEBARAN ISLAM: MENELISIK KEJAYAAN DEMAK DALAM JARINGAN KEMARITIMAN,” Bookchapter Ekon. Univ. Negeri Semarang, no. 2, hlm. 72–100, Feb 2023, doi: 10.15294/ie.v1i2.113.

[11] 11120075 ANI HAYAH, “KEBIJAKAN EKONOMI SULTAN MAULANA HASANUDDIN DI KESULTANAN BANTEN TAHUN 1526-1570 M,” skripsi, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA, 2016. Diakses: 13 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/20585/

[12] W. Handoko, “Ekspansi Kekuasaan Islam Kesultanan Ternate di Pesisir Timur Halmahera Utara,” Kapata Arkeol., vol. 13, no. 1, hlm. 95–108, 2017, doi: 10.24832/kapata.v13i1.396.

[13] A. A. Zulfikar dan N. J. Sari, “Analisis Perkembangan Ekonomi Indonesia: Perspektif Hukum Ekonomi Islam,” J. Anal. Huk., vol. 7, no. 1, hlm. 32–55, Apr 2024, doi: 10.38043/jah.v7i1.4648.

[14] “Conceptualizing Siyasah Syariah Maliyah: The Acculturation and Transformation of Sharia Finance in Aceh | Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam.” Diakses: 13 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/almanahij/article/view/16194?utm_source=chatgpt.com

[15] M. Ghalib, M. Lutfi, A. Wahab, dan R. Febrianti, “Teori Ekonomi Islam: Konsep, Prinsip, dan Tantangan Implementasi,” Maro J. Ekon. Syariah Dan Bisnis, vol. 9, no. 1, hlm. 44–52, Mei 2026, doi: 10.31949/maro.v9i1.17138.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
M. I. D. Haq, M. Lutfi, and N. B. Sapa, “Pemikiran Ekonomi Islam Kerajaan di Indonesia ”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 22963–22972, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles