Pengaruh Workload dan Job Stress terhadap Burnout Working Moms pada Perusahaan Ani
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12208Keywords:
Workload, Job Stress, Burnout, Working Moms, Work-Family ConflictAbstract
Peningkatan partisipasi perempuan dalam pekerjaan formal menempatkan Working Moms pada situasi peran ganda yang menuntut pemenuhan tanggung jawab profesional sekaligus domestik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan beban kerja, stres kerja, dan risiko burnout, terutama pada organisasi navigasi penerbangan yang memiliki tuntutan akurasi, konsentrasi, dan keselamatan operasional tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh workload dan job stress terhadap burnout pada Working Moms di Perusahaan ANI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan teknik sampling jenuh terhadap seluruh 50 Working Moms. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 26 setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout dengan nilai t sebesar 3,080 dan signifikansi 0,003. Job stress juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout dengan nilai t sebesar 2,231 dan signifikansi 0,030. Secara simultan, workload dan job stress berpengaruh signifikan dengan nilai F sebesar 20,507 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,467 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 46,7% variasi burnout, sedangkan workload merupakan variabel yang paling dominan. Temuan ini menegaskan perlunya distribusi beban kerja yang proporsional, pengaturan waktu pemulihan, dukungan atas konflik peran, serta program pengelolaan stres yang terstruktur untuk menjaga kesejahteraan psikologis dan keandalan kerja Working Moms.
Downloads
References
[1] R. D. A. Saptoyo, "Jumlah Perempuan Pekerja di Sektor Formal," Kompas, Mar. 10, 2025. [Online]. Available: https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/03/10/103853282/jumlah-perempuan-pekerja-di-sektor-formal
[2] S. Kim, N. Kantamneni, N. H. Ahmad Ridzuan, and A. A. Miramonti, "Work-family conflict and burnout for mothers of color: Exploring the role of microaggressions and gender role beliefs," J. Career Assess., vol. 34, no. 1, pp. 3-21, 2026. https://doi.org/10.1177/10690727241307957
[3] F. Chandra, "Pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap burnout," J. Maneksi, vol. 13, no. 1, pp. 137-145, 2024. https://doi.org/10.31959/jm.v13i1.2059
[4] M. Riasnugrahani, T. Setiawan, and A. Batara, "Workplace flexibility and subjective well-being: the role of work-life balance in Air Force women," Cogent Bus. Manag., vol. 12, no. 1, 2025. https://doi.org/10.1080/23311975.2025.2561239
[5] Y. Yusuf, Jusni, and I. F. Nurqamar, "Pengaruh konflik peran ganda, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap stres kerja karyawan perempuan," Peradaban J. Econ. Bus., vol. 3, no. 1, pp. 1-22, 2024.
[6] I. I. Lineuwih, T. Sariwulan, and N. F. Fidhayallah, "The effect of workload, work stress, and work family conflict on burnout in employees," SINOMIKA J., vol. 1, no. 5, pp. 1235-1248, 2023.
[7] R. T. Yusnita and R. Nurlinawaty, "Bagaimana stres kerja dan work life balance pada pekerja wanita memediasi work family conflict dengan prestasi kerja?," J. Manaj. Organ., vol. 13, no. 3, pp. 257-269, 2022. https://doi.org/10.29244/jmo.v13i3.40867
[8] M. H. D. Ulhaq and A. Suratman, "Pengaruh work-life balance, work-family conflict, dan kesejahteraan psikologis terhadap kinerja karyawan perempuan di Yogyakarta," OPTIMAL J. Ekon. Manaj., vol. 5, no. 2, pp. 583-597, 2025. https://doi.org/10.55606/optimal.v5i2.6417
[9] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, 19th ed. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2023.
[10] E. Sudarmanto et al., Model Pembelajaran Era Society 5.0, S. S. Posangi, I. Kusumawati, and Zaharah, Eds. Medan, Indonesia: Penerbit Insania, 2021.
[11] A. I. Puspitasari and R. F. Akbar, "Relationship between work-family conflict and role overload with burnout in working mothers at private companies in Bandung Regency," Int. J. Mark. Hum. Resour. Res., vol. 7, no. 1, pp. 260-272, 2026. https://doi.org/10.47747/ijmhrr.v7i1.3360
[12] B. Riyono and G. Rezki, "Burnout among working mothers: The role of work-life balance and perceived organizational support," Humanitas, pp. 109-121, 2022. https://doi.org/10.26555/humanitas.v19i2.31
[13] Q. Xiong et al., "Factors influencing fatigue, mental workload and burnout among Chinese health care workers during public emergencies: an online cross-sectional study," BMC Nurs., vol. 23, no. 1, p. 428, 2024. https://doi.org/10.1186/s12912-024-02070-0
[14] J. Wulandari, G. P. Djausal, M. Destalia, and I. Defitasari, "Demographic and job burnout analysis on working mothers in Indonesia," J. Adm. Bisnis, vol. 14, no. 1, pp. 53-64, 2025. https://doi.org/10.14710/jab.v14i1.66601
[15] Y. S. Kobis, R. Fanggidae, and T. Timuneno, "Effect of workload and job stress on employee performance," Ekuitas J. Pendidik. Ekon., vol. 11, no. 1, pp. 48-56, 2023. https://doi.org/10.23887/ekuitas.v11i1.56585
[16] M. A. Fikri and W. Wahyudi, "Pengaruh beban kerja, work-life balance dan konflik kerja terhadap stres kerja," J. Manuhara, vol. 2, no. 4, pp. 242-250, 2024. https://doi.org/10.61132/manuhara.v2i4.1232
[17] S. P. Gold, W. Arisandi, N. Sefa, and A. Hermawan, "Hubungan beban kerja dan kelelahan kerja dengan produktivitas kerja di PT. PLN Nusantara Power UP Tarahan," 2025. [Online]. Available: https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jmis/article/download/576/417
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bertha Yuniarvia Darmawan, Made Ayu Jayanti Prita Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















