Analisis Kesenjangan Implementasi Pencatatan Keuangan SAK EMKM dan Perancangan Template Pembukuan UMKM Wahyunanda
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12172Keywords:
SAK EMKM, Kesenjangan Pencatatan Keuangan, Template Pembukuan, Laporan Keuangan UMKM, UMKM Kue Kering WahyunandaAbstract
Penerapan pencatatan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku UMKM, termasuk UMKM Kue Kering Wahyunanda. Praktik pencatatan yang dilakukan masih bersifat sederhana, belum memisahkan keuangan usaha dan pribadi, belum melakukan pencatatan persediaan secara sistematis, serta belum menyusun laporan keuangan sesuai ketentuan SAK EMKM. Kondisi tersebut menyebabkan informasi keuangan yang dihasilkan belum mampu mendukung pengambilan keputusan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan implementasi pencatatan keuangan berdasarkan SAK EMKM serta merancang template pembukuan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan merupakan penelitian terapan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan membandingkan praktik pencatatan keuangan UMKM dengan ketentuan SAK EMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan pada aspek pencatatan transaksi, penyusunan laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, catatan atas laporan keuangan, pencatatan persediaan, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Berdasarkan temuan tersebut, dirancang template pembukuan berbasis SAK EMKM yang terdiri atas buku kas harian , pencatatan persediaan bahan baku, perhitungan HPP, laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, dan catatan atas laporan keuangan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa template mampu membantu proses pencatatan menjadi lebih sistematis, menghasilkan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM, serta mudah digunakan berdasarkan hasil evaluasi usability. Dengan demikian, template yang dirancang dapat menjadi alternatif solusi praktis untuk mendukung implementasi SAK EMKM dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan pada UMKM.
Downloads
References
[1] A. Setiyani et al., “Pengembangan UMKM di Desa Pekarungan Kabupaten Sidoarjo,” Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2022.
[2] Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, Statistik Usaha Mikro Kecil Menengah Provinsi DKI Jakarta, Jakarta: BPS Provinsi DKI
Jakarta, 2023.
[3] Batasa et al., “Pendampingan penyusunan laporan keuangan UMKM berbasis SAK EMKM,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat,
2024.
[4] Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), Jakarta: Ikatan Akuntan
Indonesia, 2021.
[5] Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) Revisi, Jakarta: Ikatan
Akuntan Indonesia, 2022.
[6] Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) Tahun 2024, Jakarta: Kemenkop UKM, 2024.
[7] Chairani et al., “Pengelolaan keuangan dan keberlangsungan usaha pada UMKM,” Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2025.
[8] Destiana et al., “Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dalam penyusunan laporan
keuangan,” Publikasi Riset Mahasiswa Akuntansi, vol. 6, no. 1, pp. 27–36, 2025.
[9] Habibah and Kusmayadi, “Analisis penerapan pencatatan keuangan sederhana pada UMKM,” Jurnal Ekonomi Bisnis dan Manajemen,
vol. 4, no. 2, pp. 187–198, 2025.
[10] Haryani et al., “Implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah terhadap
pengembangan usaha anyaman rumbai di Desa Sidang Mas Banyuasin III Kabupaten Banyuasin,” Jurnal Ilmiah Administrasi dan Sosial,
vol. 17, no. 2, pp. 76–88, 2022.
[11] H. M. Mabruri and D. Wibowo, “Analisis perilaku dalam pencatatan laporan keuangan berbasis SAK EMKM oleh UMKM Laundry di
daerah Siwalankerto,” Jurnal Ilmu Akuntansi, 2022.
[12] B. Y. Manehat and F. O. Sanda, “Meninjau penerapan SAK EMKM pada UMKM di Indonesia,” 2022.
[13] Margono, “Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) dalam penyusunan laporan
keuangan pada UMKM di Kecamatan Indramayu,” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2025.
[14] Mustaghfiroh et al., “Analisis penerapan SAK EMKM dalam penyusunan laporan keuangan UMKM (Studi kasus di Kabupaten
Kudus),” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, vol. 3, no. 1, pp. 71–84, 2025.
[15] M. A. Purba and R. Natalia, “Analisis penerapan SAK EMKM dalam menyusun laporan keuangan UMKM,” Jursima, vol. 11, no. 1, pp.
122–128, 2023.
[16] Nofranita et al., “Pengaruh literasi keuangan dan teknologi keuangan terhadap perilaku keuangan UMKM: Analisis kesiapan UMKM
dalam penerapan SAK EMKM,” Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, vol. 15, no. 1, pp. 75–86, 2024.
[17] Idrus et al., “Pemahaman dan praktik akuntansi pada pelaku UMKM: Studi kualitatif di Kota Gorontalo,” Jurnal Ilmiah Management
dan Bisnis, vol. 8, no. 3, pp. 1833–1842, 2026.
[18] Sjahruddin et al., “Theory of Planned Behavior terhadap niat investasi dengan literasi keuangan sebagai moderasi,” Jurnal Ilmiah
Edunomika, 2023.
[19] W. Hashifah et al., “Keseimbangan pada posisi laporan keuangan menggunakan SAK EMKM pada usaha otomotif Bengkel Fita Wijaya
Motor,” Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, vol. 5, no. 2, pp. 1948–1957, 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ananda Dwi Aryani, Yusep Friya Purwa Setya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















