Kontribusi Studi Al-Qur'an terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Kontemporer dan Fintech Syariah: Analisis Tematik dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī'ah

Authors

  • Khaliza Lutfia Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Halimah Basri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Abdul Ghany Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Musfirah HR Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12168

Keywords:

Studi Al-Qur'an, Ekonomi Syariah Kontemporer, Fintech Syariah, Maqāṣid Al-Syarī'ah, Ekonomi Digital

Abstract

Transformasi ekonomi digital dan pertumbuhan financial technology (fintech) syariah memerlukan landasan normatif yang tidak hanya memastikan kepatuhan formal, tetapi juga menjaga keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi studi Al-Qur'an terhadap pengembangan ekonomi syariah kontemporer dan fintech syariah melalui perspektif maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode tafsir tematik dan analisis isi. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur'an tentang muamalah, keadilan, amanah, pencatatan transaksi, dan larangan riba, sedangkan data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, buku, laporan lembaga, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa studi Al-Qur'an membentuk fondasi epistemologis, etis, dan operasional bagi inovasi keuangan digital melalui prinsip tauhid, keadilan, transparansi, tanggung jawab, perlindungan harta, serta larangan riba, gharar, dan maisir. Prinsip tersebut relevan untuk perancangan akad digital, tata kelola syariah, perlindungan konsumen, keamanan data, pembiayaan UMKM, dan perluasan inklusi keuangan. Pendekatan maqāṣid al-syarī'ah juga memperluas ukuran keberhasilan fintech dari sekadar pertumbuhan transaksi menuju penciptaan manfaat sosial dan keberlanjutan ekonomi. Namun, implementasinya masih terkendala literasi, kompetensi sumber daya manusia, ketimpangan akses digital, keamanan siber, dan kecepatan regulasi. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi kajian Al-Qur'an, pengawasan syariah, inovasi teknologi, dan kolaborasi kelembagaan agar fintech syariah berkembang secara adaptif, inklusif, aman, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] M. M. Alshater, I. Saba, I. Supriani, and M. R. Rabbani, “Fintech in islamic finance literature: A review,” Heliyon, vol. 8, no. 9, p. e10385, Sep. 2022, doi: 10.1016/j.heliyon.2022.e10385.

[2] E. Smolo, “Islamic Finance in the Digital Age: Fintech as a Civilizational Tool,” Religions (Basel)., vol. 17, no. 2, p. 218, Feb. 2026, doi: 10.3390/rel17020218.

[3] E. E. Barus, F. Zahara, T. Sugesti, M. Syahbudi, and I. I. Barus, “Islamic Fintech: The Engine of Growth of Islamic Economics and Finance,” IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam, vol. 14, no. 2, pp. 369–390, Oct. 2025, doi: 10.54471/iqtishoduna.v14i1.3410.

[4] M. Nuhic-Meskovic, M. K. Hassan, and A. Meskovic, “Islamic FinTech: a systematic literature review of trends and research gaps,” Journal of Islamic Marketing, pp. 1–33, Mar. 2026, doi: 10.1108/JIMA-10-2025-0662.

[5] R. Widagdo, S. Rokhlinasari, and W. Wartoyo, “Islamic fintech, financial inclusion, and MSME sustainability: Evidence from a mixed-method study in Indonesia’s digital economy,” Journal of Islamic Economics Lariba, vol. 12, no. 1, pp. 313–336, Feb. 2026, doi: 10.20885/jielariba.vol12.iss1.art11.

[6] H. A. Gazali, A. S. Fahmi, and S. Auliya, “Penerapan Prinsip Keuangan Berbasis Al-Qur’an dalam Optimalisasi Fintech Syariah di Indonesia,” JES (Jurnal Ekonomi Syariah), vol. 10, no. 1, pp. 14–27, Jan. 2025, doi: 10.30736/jes.v10i1.1073.

[7] D. Jegerson, C. Mertzanis, and M. Khan, “Emerging trends in Fintech and Islamic finance: acomprehensive review,” Journal of Islamic Marketing, vol. 17, no. 7, pp. 2486–2516, Jun. 2026, doi: 10.1108/JIMA-07-2023-0218.

[8] M. Dupi and M. Adil, “Mapping the landscape of Islamic fintech and financial inclusion: a bibliometric review,” Journal of Islamic Accounting and Finance Research, vol. 8, no. 1, pp. 93–112, May 2026, doi: 10.21580/jiafr.2026.8.1.26584.

[9] U. K. Hehanussa and S. Syarifuddin, “THE ROLE OF SHARIA FINTECH IN DEVELOPING ISLAMIC ECONOMY IN THE DIGITAL ERA IN INDONESIA,” Islamic Economics, Finance, and Banking Review, vol. 1, no. 2, Aug. 2021, doi: 10.12928/iefbr.v1i2.4753.

[10] H. Snyder, “Literature review as a research methodology: An overview and guidelines,” J. Bus. Res., vol. 104, pp. 333–339, Nov. 2019, doi: 10.1016/j.jbusres.2019.07.039.

[11] Y. Xiao and M. Watson, “Guidance on Conducting a Systematic Literature Review,” J. Plan. Educ. Res., vol. 39, no. 1, pp. 93–112, Mar. 2019, doi: 10.1177/0739456X17723971.

[12] M. Bengtsson, “How to plan and perform a qualitative study using content analysis,” NursingPlus Open, vol. 2, pp. 8–14, 2016, doi: 10.1016/j.npls.2016.01.001.

[13] Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Roadmap Pengembangan dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi Syariah Tahun 2023–2028. 2023.

[14] N. Alam, L. Gupta, and A. Zameni, Fintech and Islamic Finance. Cham: Springer International Publishing, 2019. doi: 10.1007/978-3-030-24666-2.

[15] S. CENGİZ and T. ÖZKAN, “The Place of FinTech Applications in Islamic Finance: A Conceptual Evaluation,” Journal of Ilahiyat Researches, vol. 1, no. 60, pp. 1–14, Dec. 2023, doi: 10.5152/ilted.2023.23378.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
K. Lutfia, H. Basri, A. Ghany, and M. HR, “Kontribusi Studi Al-Qur’an terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Kontemporer dan Fintech Syariah: Analisis Tematik dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī’ah”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 22567–22578, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles