Menganalisis Muhkam-Mutasyabih dan Nasikh-Mansukh Serta Implikasinya terhadap Istinbath Hukum Ekonomi

Authors

  • Sulfiani Sulfiani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Halimah Basri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Abdul Ghany Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12167

Keywords:

Muhkam-Mutasyabih, Nasikh-Mansukh, Istinbath Hukum, Hukum Ekonomi, Hukum Ekonomi Islam

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep muhkam-mutasyabih dan nasikh-mansukh dalam kajian Ulumul Al-Qur'an serta menguraikan implikasinya terhadap proses istinbath hukum ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data primer meliputi Al-Qur'an, hadis, kitab tafsir, dan literatur ushul fikih, sedangkan data sekunder berupa buku serta artikel ilmiah yang membahas hukum ekonomi syariah dan perkembangan transaksi kontemporer. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi, pendekatan deskriptif-analitis, dan perbandingan pandangan ulama klasik serta kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat muhkam menjadi fondasi utama penetapan hukum karena memiliki makna yang jelas dan memberikan kepastian terhadap prinsip ekonomi syariah, seperti larangan riba, kewajiban memenuhi akad, keadilan transaksi, dan perlindungan harta. Ayat mutasyabih menyediakan ruang bagi tafsir, takwil, qiyas, maslahah mursalah, dan pendekatan maqashid al-syari'ah untuk menjawab persoalan baru, termasuk fintech, transaksi digital, aset kripto, dan inovasi keuangan syariah. Konsep nasikh-mansukh menjelaskan perkembangan hukum secara bertahap, membantu menentukan dalil yang tetap berlaku, serta mencegah kekeliruan akibat penggunaan dalil yang telah digantikan. Integrasi kedua konsep tersebut menghasilkan metodologi istinbath yang menjaga keseimbangan antara kepastian dan fleksibilitas hukum. Dengan demikian, pemahaman muhkam-mutasyabih dan nasikh-mansukh penting bagi akademisi, mujtahid, lembaga fatwa, dan praktisi ekonomi syariah dalam merumuskan keputusan hukum yang relevan, konsisten, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] E. Sabrifha and M. N. S, “Implikasi Konsep Naskh Dan Mansukh Terhadap Istimbat Hukum,” Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, vol. 16, no. 6, p. 2521, Jan. 2023, doi: 10.35931/aq.v16i6.1840.

[2] A. Handoko, “Kontroversi Nasikh Mansukh Dalam Alquran,” SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, vol. 10, no. 4, pp. 1105–1126, Jul. 2023, doi: 10.15408/sjsbs.v10i4.34058.

[3] L. Luthfiyah and Moh. S. Khuluq, “Kontroversi Konsep Nasikh-Mansukh dalam Tafsir Al-Qur’an: Antara Pro dan Kontra,” Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir, vol. 7, no. 2, pp. 389–401, Dec. 2024, doi: 10.58518/alfurqon.v7i2.3101.

[4] M. A. Firdausi, “Membincang Ayat-ayat Muhkam Dan Mutasyabih,” ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam, vol. 16, no. 1, p. 80, Sep. 2015, doi: 10.18860/ua.v16i1.2930.

[5] M. T. Turmuzi and F. I. T. Inast Tsuroya, “Studi Ulumul Qur’an: Memahami Kaidah Muhkam-Mutasyabih dalam Al-Qur’an,” AL-WAJID: JURNAL ILMU AL-QURAN DAN TAFSIR, vol. 2, no. 1, Jan. 2023, doi: 10.30863/alwajid.v3i1.3797.

[6] J. W. . Creswell and J. David. Creswell, Research design : qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE, 2023.

[7] Sugiyono, Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D (edisi revisi). Bandung: Alfabeta, 2013.

[8] Klaus. Krippendorff, Content analysis : an introduction to its methodology. SAGE Publications, Inc., 2019.

[9] A. F. Kartono, Fatmawati, and M. N. T. Sunusi, “Muhkam Mutasyabih,” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, vol. 2, no. 6, pp. 72–76, 2025, doi: https://doi.org/10.5281/zenodo.14628061.

[10] Y. Yusraini, M. Hasan, and I. Ishandawi, “Ayat Muhkamat dan Ayat Mutasyabihat: Tinjauan Sumber Hukum Ekonomi Islam,” Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah, vol. 5, no. 2, pp. 217–224, Jan. 2024, doi: 10.32670/ecoiqtishodi.v5i2.4115.

[11] M. K. Rokan, C. Batubara, and Z. Zulham, “Judicial Application of the Theory of Maslahah in Islamic Economic Cases in Indonesia,” Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan, vol. 12, no. 1, p. 208, May 2025, doi: 10.29300/mzn.v12i1.7786.

[12] N. Aslina and M. Faisal, “Integrasi Keilmuan Islam Berbasis Maqāṣid al-Syarī’ah dalam Pengembangan Hukum Ekonomi Syariah di Era Kontemporer,” QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, vol. 4, no. 4, pp. 82–95, 2026, doi: https://doi.org/10.61104/jq.v4i4.8785.

[13] N. Rahmatika and A. Hafidzi, “Metode Istinbāt Dalam Fatwa DSN-MUI: Kajian Normatif Terhadap Pendekatan Nass Dan Maqāsid,” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, vol. 4, no. 1, pp. 54–65, 2026.

[14] C. Tohari, H. Fawwaz, and I. Swadjaja, “The Ijtihad Construction Of Islamic Law Based On The Maqâshid Al-Syarî’Ah Approach In The Indonesian Context,” Prophetic Law Review, vol. 4, no. 2, pp. 195–221, Dec. 2022, doi: 10.20885/PLR.vol4.iss2.art4.

[15] D. Wanto, R. Hidayat, and R. Repelita, “Maqasid shariah’s Change as Theory: From Classical to Cotemporary Maqasid Shariah,” Al-Istinbath : Jurnal Hukum Islam, vol. 6, no. 2, p. 427, Nov. 2021, doi: 10.29240/jhi.v6i2.3122.

[16] M. Sauqi, M. S. Dibaj, S. Aisyah, N. A. Ramadhan M, and Rohana, “Implikasi Konsep Naskh Mansukh dalam Ushul Fiqh terhadap Dinamika Istinbath Hukum Ekonomi Syariah,” AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam, vol. 3, no. 2, pp. 85–91, 2026, doi: https://doi.org/10.59841/al-mustaqbal.v3i2.505.

[17] P. Thalib, F. S. Siregar, Wimboko, I. I. Ilias, and A. M. A. Wibisono, “THE FORMULATION OF ISLAMIC BUY NOW PAY LATER (BNPL) TO ACHIEVE SHARIAH ECONOMIC DEMOCRATIZATION,” Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, vol. 25, no. 2, pp. 257–274, 2025, doi: 10.18592/sjhp.v25i2.16325.

[18] I. N. Agustin, N. R. Nasya, and C. Candy, “The Interplay of Mindfulness, Impulsive Buying, and Perceived Risk in Buy Now Pay Later (BNPL) Usage among Mature Generations in Indonesia,” Journal of Consumer Sciences, pp. 535–553, Dec. 2025, doi: 10.29244/jcs.10.3.535-553.

[19] R. Widagdo, S. Rokhlinasari, and W. Wartoyo, “Islamic fintech, financial inclusion, and MSME sustainability: Evidence from a mixed-method study in Indonesia’s digital economy,” Journal of Islamic Economics Lariba, vol. 12, no. 1, pp. 313–336, Feb. 2026, doi: 10.20885/jielariba.vol12.iss1.art11.

[20] E. E. Barus, F. Zahara, T. Sugesti, M. Syahbudi, and I. I. Barus, “Islamic Fintech: The Engine of Growth of Islamic Economics and Finance,” IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam, vol. 14, no. 2, pp. 369–390, Oct. 2025, doi: 10.54471/iqtishoduna.v14i1.3410.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
S. Sulfiani, H. Basri, and A. Ghany, “Menganalisis Muhkam-Mutasyabih dan Nasikh-Mansukh Serta Implikasinya terhadap Istinbath Hukum Ekonomi”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 22865–22874, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles