Evolusi Kebijakan Ekonomi Publik Masa Rasulullah dan Khulafaurrasyidin: Sintesis Antara Prinsip Tsawabit dan Mutaghayyirat
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12165Keywords:
Kebijakan Ekonomi Publik, Rasulullah SAW, Khulafaurrasyidin, Tsawabit, Mutaghayyirat, Baitul MalAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis evolusi kebijakan ekonomi publik pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaurrasyidin melalui sintesis prinsip tsawabit dan mutaghayyirat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan yang memadukan sumber sejarah Islam klasik dan literatur ilmiah kontemporer. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif dan pendekatan historis-komparatif untuk mengidentifikasi kontinuitas nilai, perubahan instrumen, serta transformasi kelembagaan ekonomi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Rasulullah SAW fondasi kebijakan dibangun melalui pasar Madinah yang adil, pengawasan perdagangan, pelarangan riba dan praktik manipulatif, penghimpunan zakat, jizyah, kharaj, fai, dan khums, serta pengelolaan Baitul Mal yang berorientasi pada distribusi kesejahteraan. Abu Bakar Ash-Shiddiq menegakkan disiplin fiskal dan kepatuhan zakat untuk memulihkan stabilitas negara. Umar bin Khattab mengembangkan Baitul Mal permanen, sistem Diwan, kebijakan agraria, dana cadangan, dan administrasi kesejahteraan. Utsman bin Affan memperluas perdagangan, pengelolaan aset, dan kapasitas penerimaan negara, sedangkan Ali bin Abi Thalib menekankan pemerataan, akuntabilitas, dan penolakan terhadap privilese fiskal. Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa prinsip keadilan, amanah, kemaslahatan, perlindungan hak, dan larangan distorsi ekonomi tetap dipertahankan sebagai tsawabit, sedangkan bentuk kelembagaan dan instrumen kebijakan berkembang sebagai mutaghayyirat. Sintesis ini relevan bagi perumusan kebijakan fiskal, tata kelola dana sosial Islam, dan pembangunan publik yang adaptif, transparan, inklusif, serta berkelanjutan.
Downloads
References
[1] R. Ramlah, N. B. Sapa, dan M. Lutfi, “ISLAMIC ECONOMIC THOUGHT OF THE TIME OF RASULULLAH SAW AND KHULAFAURRASYIDIN: SOLU-TIONS AND CHALLENGES OF THE CONTEMPORARY TIME,” Khatulistiwa, vol. 15, no. 1, hlm. 58–71, Apr 2025, doi: 10.24260/khatulistiwa.v15i1.3216.
[2] A. Rahma dan D. H. Imawan, “Penerapan Kebijakan Fiskal pada Masa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab: Analisis Historis dan Implikasinya dalam Ekonomi Islam,” ABHATS J. Islam Ulil Albab, vol. 6, no. 1, hlm. 51–60, Mar 2025, doi: 10.20885/abhats.vol6.iss1.art5.
[3] P. Hasibuan, M. R. Alfahrezi, A. W. Zein, dan I. Sianifar, “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Rasulullah SAW dan pada Masa Khulafaur Rasyidin Beserta Perbedaannya,” Inisiat. J. Ekon. Akunt. Dan Manaj., vol. 4, no. 1, hlm. 350–362, 2025, doi: 10.30640/inisiatif.v4i1.3568.
[4] A. S. Anam dan S. Sarpini, “ANALISIS KEBIJAKAN FISKAL KHULAFAUR RASYIDIN DAN RELEVANSINYA TERHADAP SISTEM FISKAL INDONESIA KONTEMPORER,” J. Ekon. Bisnis Dan Kewirausahaan, vol. 3, no. 2, hlm. 32–39, Apr 2026, doi: 10.69714/vn6hn092.
[5] A. Farina, “Refleksi Sejarah Perkembangan Kebijakan Publik dan Ekonomi Politik Islam Pada Masa Khulafa’ al-Rasyidin,” ILTIZAMAT J. Econ. Sharia Law Bus. Stud., vol. 1, no. 2, hlm. 91–103, Jun 2022, doi: 10.55120/iltizamat.v1i2.597.
[6] H. Aravik, A. I. Hamzani, dan N. Khasanah, “The Evolution of Sharia Management: From Classical Muslim Thought to the Challenges of the Modern Global Economy,” Al-Iqtishadiyah Ekon. Syariah Dan Huk. Ekon. Syariah, vol. 11, no. 2, hlm. 104–118, Feb 2026, doi: 10.31602/iqt.v11i2.22122.
[7] “International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management,” Emerald Publishing. Diakses: 12 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://www.emerald.com/imefm
[8] E. Park dan J. Choi, “Attributes associated with person‐centered care competence among undergraduate nursing students”, doi: 10.1002/nur.22062.
[9] “Attributes associated with person‐centered care competence among undergraduate nursing students - Park - 2020 - Research in Nursing & Health - Wiley Online Library.” Diakses: 12 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/nur.22062
[10] R. M. Akbar, D. N. A. Rahmawati, dan A. F. Siddiq, “Pembentukan Norma Ekonomi Islam Dalam Lintasan Sejarah: Dari Pasar Madinah Hingga Sistem Hisbah,” J. Adab Dan Perad. Islam, vol. 2, no. 1, hlm. 39–52, Apr 2026, doi: 10.55982/adab.2026.135.
[11] E. Safitri, “Kebijakan dan Pembangunan Sistem Ekonomi Pada Masa Rasulullah,” J. Islam. Econ. Stud., vol. 1, no. 1, Feb 2025, Diakses: 13 Juli 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://journal.hamfara.com/hamfara/article/view/4
[12] M. B. Ma, D. A. Khairani, S. K. K. Ujung, Y. Febrianti, dan H. K. Lubis, “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam: Aktivitas dan Etika Perdagangan pada Masa Rasulullah,” -Syirkah Islam. Econ. Financ. J., vol. 3, no. 2, hlm. 1074–1085, Mei 2024, doi: 10.56672/syirkah.v3i2.234.
[13] N. Zahira, P. A. B. Ahmad, D. Febrina, A. Dinata, dan F. Hayati, “Kontribusi Zakat Terhadap Mobilitas Sosial Ekonomi pada Masa Kepemimpinan Rasulullah SAW di Madinah,” J. Ris. Rumpun Ilmu Ekon., vol. 4, no. 1, hlm. 357–368, Apr 2025, doi: 10.55606/jurrie.v4i1.5748.
[14] A. G. Bukhari dan A. Q. A. K. Gondal, “المنهج النبوي في بناء القاعدة الاقتصادية للدولة في المدينة المنورة: دراسة تاريخية حديثية,” J. Islam. Relig. Stud., vol. 6, no. 1, hlm. 51–72, Agu 2021, doi: 10.36476/JIRS.6:1.06.2021.03.
[15] A. Rahma dan D. H. Imawan, “Penerapan Kebijakan Fiskal pada Masa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab: Analisis Historis dan Implikasinya dalam Ekonomi Islam,” ABHATS J. Islam Ulil Albab, vol. 6, no. 1, hlm. 51–60, Mar 2025, doi: 10.20885/abhats.vol6.iss1.art5.
[16] N. S. Azzaroh, A. N. Azmi, dan R. Fitriyanti, “REFORMASI FISKAL PADA MASA UMAR BIN KHATTAB: KAJIAN HISTORIS TERHADAP PEMBENTUKAN BAITUL MAL DAN SISTEM DISTRIBUSI ASET (ATHA’),” Nawawi, vol. 5, no. 2, hlm. 119–128, Des 2025, doi: 10.55252/annawawi.v5i2.78.
[17] A. Zahrah, F. Fikriansyah, J. S. Sembiring, dan A. W. Zein, “Sejarah Pemikiran Islam: Perkembangan Sistem Ekonomi dari Masa Ke Masa,” J. Bisnis Ekon. Syariah Dan Pajak, vol. 2, no. 1, hlm. 48–62, 2025, doi: 10.61132/jbep.v2i1.748.
[18] L. Fitria, D. A. Nurrahma, A. W. Ramadhan, dan F. Hayati, “Relevansi Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Rasulullah SAW terhadap Sistem Ekonomi Kontemporer : Kajian Perspektif Maqashid Al-Shariah,” SANTRI J. Ekon. Dan Keuang. Islam, vol. 3, no. 3, hlm. 175–189, Jun 2025, doi: 10.61132/santri.v3i3.1553.
[19] N. Ngarifah dan Sochimin, “Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Rasulullah saw: Etika dan Norma Ekonomi Islam Masa Rasulullah saw Relevansinya dalam Praktik Ekonomi Modern,” J. Ilm. Ekon. Islam, vol. 11, no. 06, 2025, doi: 10.29040/jiei.v11i06.18481.
[20] T. Kato, “Islamic and capitalist economies: Comparison using econophysics models of wealth exchange and redistribution,” PLOS ONE, vol. 17, no. 9, hlm. e0275113, Sep 2022, doi: 10.1371/journal.pone.0275113.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Musfirah HR, Nasrulah Bin Sapa, Mukhtar Lutfi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















