Fenomena Paylater dalam Perspektif Al-Qur'an: Telaah Tematik terhadap Ayat-Ayat Utang dan Tanggung Jawab Finansial

Authors

  • Musfirah HR Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Abdul Ghany Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Halimah Basri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12164

Keywords:

Fenomena Paylater, Perspektif Al-Qur'an, Ayat-Ayat Utang, Tanggung Jawab Finansial, Tafsir Tematik

Abstract

Perkembangan layanan paylater sebagai salah satu bentuk transaksi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat dengan menawarkan kemudahan akses pembiayaan tanpa pembayaran langsung. Di sisi lain, fenomena ini memunculkan berbagai persoalan etis dan syar'i yang berkaitan dengan utang, tanggung jawab finansial, perilaku konsumtif, serta potensi praktik yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena paylater berdasarkan perspektif Al-Qur'an melalui pendekatan tafsir maudhu'i (tematik) terhadap ayat-ayat yang membahas utang, pencatatan transaksi, amanah, keadilan, pemenuhan akad, dan tanggung jawab dalam pengelolaan harta. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan memanfaatkan Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir, hadis, serta literatur ilmiah yang relevan sebagai sumber data. Analisis dilakukan melalui pengumpulan, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis ayat-ayat serta literatur sesuai tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak melarang praktik utang selama dilakukan secara adil, transparan, bertanggung jawab, dan bebas dari unsur riba, gharar, maupun kezaliman. Prinsip kehati-hatian dalam berutang, kemampuan melunasi kewajiban, kejelasan akad, serta pencatatan transaksi sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 282 menjadi landasan utama dalam menyikapi penggunaan layanan paylater. Penelitian juga menegaskan bahwa penyedia layanan wajib menjamin transparansi biaya dan perlindungan konsumen. Dengan demikian, penggunaan paylater dapat diterima dalam perspektif Islam apabila memenuhi prinsip-prinsip syariah, digunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial, serta tidak mendorong perilaku konsumtif yang merugikan individu maupun masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] S. Aisyah, M. I. Harahap, N. Nurbaiti, and M. K. Rokan, “The Factors Influencing Behavioural Intention Fintech Lending (Paylater) Among Generation Z Indonesian Muslims and Islamic Consumption Ethics Views,” EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies, vol. 7, no. 1, p. 01, Jun. 2023, doi: 10.30983/es.v7i1.6233.

[2] I. N. Agustin, N. R. Nasya, and C. Candy, “The Interplay of Mindfulness, Impulsive Buying, and Perceived Risk in Buy Now Pay Later (BNPL) Usage among Mature Generations in Indonesia,” Journal of Consumer Sciences, pp. 535–553, Dec. 2025, doi: 10.29244/jcs.10.3.535-553.

[3] A. N. Hayati, W. Fitrianoor, S. S. Saliro, N. Fadillah, and S. R. S. Pane, “Reconstructing Paylater Schemes in Islamic Fintech: A Normative Analysis of Deferred Payment Contracts Under Sharia Economic Law,” SYARIAH: Jurnal Hukum dan Pemikiran, vol. 25, no. 1, pp. 175–193, 2025, doi: https://doi.org/10.18592/sjhp.v25i1.18517.

[4] Z. Ulum and A. Asmuni, “TRANSAKSI PAYLATER PERSPEKTIF HUKUM ISLAM,” al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH), vol. 5, no. 1, pp. 59–72, Jul. 2023, doi: 10.20885/mawarid.vol5.iss1.art5.

[5] L. Nazla, R. S. Agustina, A. Amalia, and L. Mutmainah, “Transaksi Kredit Digital (Shopee Paylater) dalam Perspektif Islam,” lab, vol. 7, no. 01, pp. 14–26, Jun. 2023, doi: 10.33507/lab.v7i01.1106.

[6] H. Snyder, “Literature review as a research methodology: An overview and guidelines,” J. Bus. Res., vol. 104, pp. 333–339, Nov. 2019, doi: 10.1016/j.jbusres.2019.07.039.

[7] Y. Xiao and M. Watson, “Guidance on Conducting a Systematic Literature Review,” J. Plan. Educ. Res., vol. 39, no. 1, pp. 93–112, Mar. 2019, doi: 10.1177/0739456X17723971.

[8] A. Mulyaden and A. Fuad, “Langkah-Langkah Tafsir Maudu’i,” Jurnal Iman dan Spiritualitas, vol. 1, no. 3, pp. 397–403, Jul. 2021, doi: 10.15575/jis.v1i3.13451.

[9] Virginia. Braun and Victoria. Clarke, Thematic analysis : a practical guide. SAGE, 2022.

[10] F. Furqan, C. H. Pangaribuan, S. Tjhin, and C. Luhur, “Buy now, pray later? Demystifying unrestrained spending in the age of BNPL,” Jurnal Siasat Bisnis, pp. 15–26, Jan. 2025, doi: 10.20885/jsb.vol29.iss1.art2.

[11] K. Katterbauer, H. Syed, S. Y. Genc, and L. Cleenewerck, “AI DRIVEN ISLAMIC BUY NOW PAY LATER (BNPL) – A LEGAL ANALYSIS,” Journal of Management and Islamic Finance, vol. 3, no. 1, pp. 1–19, Jun. 2023, doi: 10.22515/jmif.v3i1.6671.

[12] Z. Ulum and A. Asmuni, “TRANSAKSI PAYLATER PERSPEKTIF HUKUM ISLAM,” al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH), vol. 5, no. 1, pp. 59–72, Jul. 2023, doi: 10.20885/mawarid.vol5.iss1.art5.

[13] P. Thalib, F. S. Siregar, Wimboko, I. I. Ilias, and A. M. A. Wibisono, “THE FORMULATION OF ISLAMIC BUY NOW PAY LATER (BNPL) TO ACHIEVE SHARIAH ECONOMIC DEMOCRATIZATION,” Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, vol. 25, no. 2, pp. 257–274, 2025, doi: 10.18592/sjhp.v25i2.16325.

[14] M. M. Alshater, I. Saba, I. Supriani, and M. R. Rabbani, “Fintech in islamic finance literature: A review,” Heliyon, vol. 8, no. 9, p. e10385, Sep. 2022, doi: 10.1016/j.heliyon.2022.e10385.

[15] N. Alam, L. Gupta, and A. Zameni, Fintech and Islamic Finance. Cham: Springer International Publishing, 2019. doi: 10.1007/978-3-030-24666-2.

[16] M. Dupi and M. Adil, “Mapping the landscape of Islamic fintech and financial inclusion: a bibliometric review,” Journal of Islamic Accounting and Finance Research, vol. 8, no. 1, pp. 93–112, May 2026, doi: 10.21580/jiafr.2026.8.1.26584.

[17] D. Jegerson, C. Mertzanis, and M. Khan, “Emerging trends in Fintech and Islamic finance: acomprehensive review,” Journal of Islamic Marketing, vol. 17, no. 7, pp. 2486–2516, Jun. 2026, doi: 10.1108/JIMA-07-2023-0218.

[18] L. Nazla, R. S. Agustina, A. Amalia, and L. Mutmainah, “Transaksi Kredit Digital (Shopee Paylater) dalam Perspektif Islam,” lab, vol. 7, no. 01, pp. 14–26, Jun. 2023, doi: 10.33507/lab.v7i01.1106.

[19] M. Quraish. Shihab, Tafsir al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati, 2002.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
M. HR, A. Ghany, and H. Basri, “Fenomena Paylater dalam Perspektif Al-Qur’an: Telaah Tematik terhadap Ayat-Ayat Utang dan Tanggung Jawab Finansial”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 22549–22558, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles