Analisis Sistem Manajemen Mutu dalam Menjaga Kualitas Audit (Studi Kasus pada KAP XXX)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12127Keywords:
Sistem Manajemen Mutu 1 (SMM 1), SA 220, Kualitas AuditAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan sistem manajemen mutu audit pada Kantor Akuntan Publik XXX berdasarkan Standar Manajemen Mutu 1 (SMM 1) dan Standar Audit (SA) 220 pada masa awal implementasi SMM 1, menganalisis perannya dalam menjaga kualitas audit, serta menyusun rekomendasi perbaikan terhadap aspek yang belum sesuai dengan ketentuan standar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek penelitian ini adalah sistem manajemen mutu Kantor Akuntan Publik XXX. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen mutu audit pada KAP XXX secara umum telah sesuai dengan sebagian besar ketentuan SMM 1 dan SA 220. Elemen tata kelola dan kepemimpinan, etika yang relevan, penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien, serta pelaksanaan perikatan telah diterapkan sesuai ketentuan. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan penyempurnaan, yaitu pada elemen proses penilaian risiko, sumber daya, informasi dan komunikasi, serta pemantauan dan remediasi. Selain itu, sistem manajemen mutu audit berperan dalam menjaga kualitas audit melalui kepatuhan terhadap standar audit, kecukupan dan ketepatan bukti audit, serta efektivitas proses audit. Berdasarkan hasil tersebut, disusun rekomendasi berupa penyempurnaan kebijakan, dokumentasi, dan implementasi sistem manajemen mutu agar lebih selaras dengan pendekatan berbasis risiko dalam SMM 1.
Downloads
References
[1] S. M. Putti and C. Kuntadi, “Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit: pengalaman audit, skeptisisme profesional dan kepercayaan diri,” J. Manaj. Dan Akunt., vol. 1, no. 3, pp. 129–138, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.62017/wanargi
[2] D. Handayani, “PENGARUH AUDIT TENURE , ROTASI AUDIT , UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK ( KAP ), DAN UKURAN PERUSAHAAN KLIEN,” vol. 14, no. 1981, pp. 1–14, 2025.
[3] Institut Akuntan Publik Indonesia, Standar Manajemen Mutu 1. Jakarta: Institut Akuntan Publik Indonesia, 2024.
[4] N. C. Hasri, N. Wijayati, and U. Indonesia, “Quality Management System Design for KAP MNL Aligned with SMM 1 Requirements,” 2026, doi: 10.24843/EJA.2026.v36.i01.p01.
[5] Rika Yulia Rahmawati and Theresia Dwi Hastuti, “Implementasi Sistem Pengendalian Mutu Pada Kantor Akuntan Publik Abc Dengan Basis Value,” J. Akun Nabelo J. Akunt. Netral, Akuntabel, Objekt., vol. 6, no. 1, pp. 968–984, 2025, doi: 10.11594/untad.jan.6.1.19608.
[6] Alvina Hanifa Rahmawati and Nibras Anny Khabibah, “Analisis Penerapan Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Purba Lauddin & Rekan Kantor Perwakilan Magelang),” vol. 6, no. 1, 2024.
[7] A. G. Christyan, “PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN MUTU AUDIT DI KANTOR AKUNTAN PUBLIK Studi pada Kantor Akuntan Publik TWIT.pdf,” 2021.
[8] N. F. D. Suherman and T. Aryati, “Pengaruh Defisiensi Sistem Pengendalian Mutu (Spm) Dan Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhadap Defisiensi Audit,” J. Ekon. Trisakti, vol. 2, no. 2, pp. 357–368, 2022, doi: 10.25105/jet.v2i2.14180.
[9] B. M. H. A. Adha, M. Suryo, and D. Maulana, “PENINGKATAN KUALITAS AUDIT : STANDAR AUDITING DAN SISTEM PENGENDALIAN MUTU,” vol. 9, no. 2, pp. 67–76, 2025.
[10] Institut Akuntan Publik Indonesia, “STANDAR AUDIT 220,” 2025, Institut Akuntan Publik Indonesia, Jakarta.
[11] L. Judijanto, “Pengaruh Independensi Auditor terhadap Opini Audit pada Perusahaan Terdaftar di BEI,” J. Akunt. Dan Keuang. West Sci., vol. 4, no. 01, pp. 70–77, 2025, doi: 10.58812/jakws.v4i01.1941.
[12] Michael Agintha Sinuraya and Sri Kurniawati, “Pengaruh Cloud Computing, Kompetensi Auditor, Pengalaman Kerja, dan Motivasi terhadap Kualitas Audit di Kantor Akuntan Publik (KAP) Di Daerah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat,” Ikraith-Ekonomika, vol. 9, no. 1, pp. 240–247, 2026, doi: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5547.
[13] B. Slamet, “Analisis Pengaruh Diklat Audit Investigatif Terhadap Peningkatan Kompetensi Auditor Pemerintah Pusat Dan Daerah Pada Pusdiklatwas Bpkp Ciawi- Bogor,” JABI (Jurnal Akunt. Berkelanjutan Indones., vol. 3, no. 1, pp. 26–38, 2020, doi: 10.32493/jabi.v3i1.y2020.p26-38.
[14] M. Rasuli, A. Zarefar, A. Zarefar, and R. Juhaira Johari, “Professional Scepticism, Independence, Information Technology, Auditor Competence, And Audit Quality,” J. Reviu Akunt. dan Keuang., vol. 14, no. 1, pp. 243–257, 2024, doi: 10.22219/jrak.v14i1.29963.
[15] H. Basri, T. Widyastuti, Harnovinsah, C. Kuntadi, and N. Ahmar, “Menakar efektivitas isqm: perspektif global tentang mutu audit dan tata kelola risiko,” vol. 06, pp. 151–164, 2025.
[16] IAPI, SA 500. 2021.
[17] IAASB, “FIRST-TIME IMPLEMENTATION GUIDE. International Standard on Quality Management 2, Engagement Quality Reviews,” no. June, p. 16, 2021, [Online]. Available: https://www.ifac.org/system/files/publications/files/IAASB-ISQM-1-first-time-implementation-guide-quality-management.pdf
[18] IAPI, “Standar Audit 300,” 2025.
[19] IAPI, “Standar Audit 230,” 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ari Kusnul Rohmawati, Ridwan Zulpi Agha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















