Resistensi Adopsi Google Chat sebagai Platform Komunikasi Penjualan pada UMKM B2B di Bali
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12072Keywords:
Resistensi teknologi, Google Chat, WhatsApp Business, UMKM, TAM, UTAUTAbstract
Dominasi WhatsApp Business dalam komunikasi bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menunjukkan bahwa adopsi teknologi tidak hanya ditentukan oleh keunggulan fitur, tetapi juga oleh kebiasaan, pengaruh sosial, dan ekosistem pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang membentuk resistensi adopsi Google Chat sebagai platform komunikasi penjualan pada UMKM business-to-business (B2B) di Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas lima pelaku UMKM B2B di Bali yang menggunakan WhatsApp Business sebagai media komunikasi utama, mengetahui atau pernah mendengar Google Chat, tetapi belum menjadikannya sebagai platform utama dalam proses penjualan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan pendekatan deduktif dan interpretatif berdasarkan konstruk Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi terhadap Google Chat tidak terutama disebabkan oleh kesulitan penggunaan, keterbatasan perangkat, jaringan internet, atau rendahnya kepercayaan terhadap keamanan platform. Resistensi lebih kuat dipengaruhi oleh kebiasaan penggunaan WhatsApp Business, pengaruh pelanggan dan mitra bisnis, rendahnya urgensi untuk berpindah platform, serta persepsi manfaat Google Chat yang belum dirasakan secara langsung dalam proses penjualan. Faktor pengaruh sosial dan kebiasaan ditemukan lebih dominan dibandingkan hambatan teknis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi teknologi komunikasi pada UMKM bersifat selektif dan sosial-kontekstual. Pelaku usaha cenderung mempertahankan platform yang paling familiar, mudah digunakan, sesuai dengan kebutuhan operasional, dan telah digunakan secara luas dalam ekosistem pelanggan.
Downloads
References
[1] Z. I. Fadillah, “Strategi inovasi dan transformasi digital dalam meningkatkan daya saing bisnis di era industri 4.0,” JMEB J. Manaj. Ekon. Bisnis, vol. 3, no. 01, 2025.
[2] D. Zuhroh, “Digitalisasi Bisnis UMKM: Strategi Meraih Kinerja Yang Berkelanjutan,” 2025.
[3] Y. ENDIKA and R. P. AJI, PEMASARAN MEDIA SOSIAL, KONSEP, PLATFORM DAN IMPLEMENTASI. Yepri Endika, 2025.
[4] L. K. C. Dewi and I. G. B. R. Utama, Pemasaran Kreatif Untuk Segala Bisnis. Deepublish, 2022.
[5] E. P. C. Mardiah, C. A. Rizki, and N. Khairuniza, “Peningkatan Literasi Digital Masyarakat Melalui Pelatihan Pemanfaatan Google Workspace,” 2025.
[6] N. Juanatasya, “Penggunaan Media Google Chat Dalam Komunikasi Karyawan Di Pt Axia Global Trada,” 2025, UNIVERSITAS NASIONAL.
[7] S. B. Arifin, L. M. Fauzi, and D. Sukmapryandhika, “Pemberdayan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Dalam Pengembangan Digitalisasi Pemasaran Produk Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 Oleh Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya,” J. Prinsip J. Mhs. Magister Ilmu Pemerintah., vol. 1, no. 2, 2025.
[8] T. S. Siregar, “Determinan intensi mahasiswa dalam menggunakan mobile banking dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM),” 2024, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
[9] N. I. Susanti and J. Waskito, “Penerimaan Konsumen terhadap Penggunaan ChatGPT dalam Pemasaran Digital: Tinjauan Sistematis dengan Model UTAUT2,” Solusi, vol. 24, no. 2, pp. 260–280, 2026.
[10] M. I. Sachrir, A. M. Anas, and D. Dwiyanti, “Transformasi Digital UMKM di Kota Makassar: Analisis Faktor Teknologi, Organisasi, dan Lingkungan Berdasarkan Kerangka TOE,” Perad. J. Econ. Bus., vol. 5, no. 1, pp. 125–144, 2026.
[11] M. Mardiani, N. Puteri, and R. G. Mais, “ANALISIS KESIAPAN UMKM BERBASIS DIGITAL DALAM PENERAPAN SAK EMKM: STUDI LITERATUR,” Econ. J. Ekon. dan Bisnis, vol. 3, no. 2, pp. 25–39, 2026.
[12] W. Wardan, “Persepsi Pelaku UMKM Terhadap Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Pemasaran,” J. Econ., vol. 4, no. 1, pp. 9–17, 2025.
[13] H. T. K. Ningsih, P. Simanjuntak, T. Indria, and D. I. Hayati, UMKM Go Digital: Transformasi di Era Digital. Serasi Media Teknologi, 2026.
[14] H. Fildzah‘Izzati, “Digitalisasi UKM di Indonesia: Pendekatan strategis untuk mendorong adopsi teknologi berkelanjutan dalam perubahan bisnis modern,” J. Appl. Digit. Bus. Res., vol. 1, no. 1, pp. 85–103, 2025.
[15] F. Nurpita, M. Cahyani, and L. A. Rahman, “TEKNIK PENELITIAN KUALITATIF,” Didakt. J. Ilm. PGSD STKIP Subang, vol. 12, no. 01, pp. 180–191, 2025.
[16] B. Arianto, “Teknik wawancara dalam metoda penelitian kualitatif,” 2024.
[17] A. Rivaldi, F. U. Feriawan, and M. Nur, “Metode pengumpulan data melalui wawancara,” Sebuah Tinj. Pustaka, vol. 16, 2023.
[18] Ö. F. Ursavaş, “Unified theory of acceptance and use of technology model (UTAUT),” in Conducting technology acceptance research in education: Theory, models, implementation, and analysis, Springer, 2022, pp. 111–133.
[19] F. Fatimah, A. Yasin, N. Amelia, and A. Z. N. Hasibuan, “Etika komunikasi dalam pengumpulan dan pemanfaatan data pribadi di era digital,” J. Bisnis Mhs., vol. 5, no. 6, pp. 3069–3079, 2025.
[20] N. Adelliani, C. A. Sucirahayu, and A. R. Zanjabila, Analisis tematik pada penelitian kualitatif. Penerbit Salemba, 2023.
[21] I. Hany, “Penggunaan ‘The Unified Theory Of Acceptance And Use Technology’(Utaut) Untuk Menganalisis Faktor-Faktor Yang Mendorong Masyarakat Menggunakan Digital Money Dengan Merujuk Pada Perspektif Maqoshid Syariah (Studi Kasus: Preferensi Masyarakat Indonesia Terhadap Penggunaan Digital Payment),” 2024, Institut PTIQ Jakarta.
[22] D. M. Dyanti, M. R. Mulyandi, S. E. Puta, and J. Widjaja, “Penggunaan Whatsapp Business untuk Pemasaran Jasa dari UMKM di Indonesia,” JUNITA J. Bisnis dan Pariwisata, vol. 1, no. 1, pp. 25–30, 2025.
[23] B. Z. Maheswara, N. Aprilia, W. F. Sari, and S. Supriyatna, “Analisis Faktor Penerimaan Pengguna Aplikasi Fintech Menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2,” J. Eng. Appl. Technol., vol. 1, no. 2, pp. 235–247, 2025.
[24] M. S. ADILLA, “Strategi Komunikasi Pemasaran B2b (Business-To-Business) Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Di Pt Cloud Hosting Indonesia (Idcloudhost),” 2023, UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG.
[25] T. I. Husen et al., Literasi Digital dalam Manajemen dan Bisnis: Adaptasi, Strategi dan Inovasi. CV Eureka Media Aksara, 2025.
[26] A. Y. Azzahra, D. P. Maharani, K. Wulandari, and R. Rahmawadi, “PEMASARAN DIGITAL MELALUI SOSIAL MEDIA WHATSAPP PADA USAHA KEREKEL SINGKONG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM UD RAHAYU,” AKSIME J. Pengabdi. Masy. Bid. Akuntansi, Manaj. Ekon., vol. 2, no. 2, pp. 1–16, 2025.
[27] S. E. Marselinus et al., Strategi Bisnis Digital untuk UMKM. PT Cipta Digital Edukasi, 2026.
[28] G. Migliore, R. Wagner, F. S. Cechella, and F. Liébana-Cabanillas, “Antecedents to the adoption of mobile payment in China and Italy: an integration of UTAUT2 and innovation resistance theory,” Inf. Syst. Front., vol. 24, no. 6, pp. 2099–2122, 2022.
[29] D. Kurniawan, Google Chat: Revolusi Kolaborasi Tim dan Standar Baru Komunikasi Korporasi Digital. Afdan Rojabi Publisher, 2026.
[30] S. FakhrHosseini et al., “User adoption of intelligent environments: A review of technology adoption models, challenges, and prospects,” Int. J. Human–Computer Interact., vol. 40, no. 4, pp. 986–998, 2024.
[31] A. Wibowo, “Riset Kelanggengan Bisnis dalam Ekosistem Digital:(Business Sustainability Research in Digital Ecosystems),” Penerbit Yayasan Prima Agus Tek., pp. 1–266, 2024.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tan May Hwa, Arief Budiman, Muis Murthado

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















