Kejutan Panas terhadap Derajat Penetasan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Mas (Cyprinus carpio)

Authors

  • Yohanes Bura Mila Universitas Satya Wiyata Mandala

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12012

Keywords:

Ikan Mas, Kejutan Panas, Fekunditas, Daya Tetas, Kelangsungan Hidup

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas ikan yaitu dengan melakukan rekayasa genetik ikan dengan teknik ginogenesis menggunakan kejutan panas (heat shock). Di daerah Nabire, teknik rekayasa genetika khususnya rekayasa untuk meningkatkan reproduksi hewan air seperti ikan mas belum dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fekunditas ikan mas, derajat penetasan telur ikan yang dibuahi pada waktu perendaman suhu panas yang berbeda, dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan mas yang telah menetas pada perlakuan waktu perendaman suhu yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan dengan menggunakan analisis sidik ragam. Diperoleh nilai fekunditas telur sebanyak 66.933 butir telur, persentase penetasan telur ikan mas yang optimal terjadi pada waktu perendaman suhu panas selama 3 menit (perlakuan B) dengan nilai rata-rata adalah 1416,3 spesimen. Sedangkan nilai penetasan terendah terjadi pada waktu perendaman suhu selama 4 menit (perlakuan C) dengan jumlah penetasan rata-rata adalah 416 spesimen memerlukan waktu yang relatif lebih lama. Tingkat kelangsungan hidup larva ikan mas yang optimal terjadi pada perlakuan C (4 menit) mencapai rata-rata 89%. Kualitas air masih berada dalam kisaran yang optimal yaitu suhu pada kisaran 280C–300C pagi dan sore hari, dan pH dengan nilai 7.00-7,73. Kualitas air tersebut masih dalam batas yang layak untuk kehidupan dalam penetasan dan perawatan larva ikan mas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Gusrina, “Budidaya Ikan Untuk SMK”, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, 2008.

[2] P. Pepin, “Effect of temperature and size on development, mortality, and survival rates of the pelagic early life history stages of marine fish”, Canadian Journal of Fisheries and Aquatic Sciences, 48(3), 503-518, 1991.

[3] S. Subandiyono, and S. Hastuti, “Buku ajar: Fisiologi hewan akuatik. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang, 2016.

[4] S. B. Aslamiah, R. Aryawati, and W. A. E. Putri, “Laju pertumbuhan benih ikan kakap putih (Lates calcarifer) dengan pemberian pakan yang berbeda”, Jurnal penelitian sains, 21(3), 112, 2019. https://doi.org/10.36706/jps.v21i3.540

[5] Effendie, “Biologi perikanan”, Yayasan pustaka nusantara, Yogyakarta, 1997.

[6] R. Djalilu, Y. Koniyo, and Juliana, “Kejutan suhu panas terhadap daya tetas telur dan kelulus-hidupan benih ikan mas, Nikè: Jurnal ilmiah perikanan dan kelautan, 6(2), 49-55, 2018.

[7] K. L. Rahman, “Pengaruh suhu yang berbeda terhadap derajat pembuahan, perkembangan embrio, daya tetas telur, dan sintasan larva ikan uceng (Nemacheilus chrysolaimus), Universitas Brawijaya, 2019.

[8] L.A. Turner, A. A. Easton, M. M. Ferguson, and R. G. Danzmann, “Differences in gene expression between high and low tolerance rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) to acute thermal stress”, PLoS ONE 20(1), 2025. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0312694

[9] I. E. Samonte-Padilla, C. Eizaguirre, J. P. Scharsack, T. L. Lenz, M. Milinski, “Induction of diploid gynogenesis in an evolutionary model organism, the three-spined stickleback (Gasterosteus aculeatus)”, National center for biotechnology inforation, National Library of Medicine, 2025. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3189158/

[10] N. Hamron, “Pengaruh lama waktu kejutan panas (heat shock) pada proses triploidisasi terhadap kualitas telur dan kelangsungan hidup larva ikan mas (Cyprinus carpio L)”, Jurnal saintifik (Multi science journal), 20(3), 155-161, 2022.

[11] Santoso Budi, “Petunjuk praktis budidaya ikan mas”, Kanisius, Yogyakarta, 1993.

[12] Inarita Pratiwi, “Teknik cerdas budidaya ikan mas”, Penerbit, Pustakan Baru Press, Yogyakarta, 2011.

[13] F. N. Damayanti, A. Soeprijanto, and M. Dailami, “Pengaruh nilai pH yang berbeda terhadap hasil penetasan telur ikan nilem (Ostheochillus vittatus)”, Acta aquatica runani, ACROPORA: Jurnal ilmu kelautan dan perikanan Papua, 2023. e-Journal Universitas Cendrawasih

[14] Anton, A. Kurniaji, and Rahmina, “Derajat penetasan telur ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan kepadatan berbeda yang diinkubasi menggunakan inkubator sederhana (Zoug jar), Salamata: Jurnal ilmiah kelautan dan perikanan, 6(1), hal.13-21, 2024. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

[15] H. Dupamana, A. Muharam, and Juliana, “Effect of substrate on egg hatchability and survival of carp seeds, Nike: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 8(2), 2020. e-Jurnal Universitas Negeri Gorontalo

[16] Tim Karya Tani Mandiri, “Pedoman budidaya ikan mas”, Penerbit, CV. Nuansa aulia, Bandung, 2009.

[17] Novianti Wiwin, “Pengaruh pemberian kejutan suhu panas (heat shock) yang berbeda terhadap laju pertumbuhan benih ikan koi (Cyprinus carpio), Fakultas Perikanan, Universitas Brawijaya Malang, 2005.

[18] Gustiono Rudi, “Ginogenesis pada ikan mas (Cyprinus carpio) dengan radiasai ultra violet dan kejutan dingin, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, 1985.

Downloads

Published

27-07-2026

How to Cite

[1]
Y. B. Mila, “Kejutan Panas terhadap Derajat Penetasan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Mas (Cyprinus carpio)”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 19649–19655, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles