Analisis Pengaruh Dinding Geser pada Gedung Tingkat Tinggi dan Lokasi Penempatannya terhadap Respons Seismik

Authors

  • Arthur Nimrod Dahoklory Sepuluh Nopember Institute of Technology

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11936

Keywords:

Dinding Geser, Respons Seismik, ETABS, Respons Spektrum, SNI 1726:2019

Abstract

Penggunaan dinding geser (shear wall) dan lokasi penempatannya berperan penting dalam meningkatkan ketahanan seismik bangunan bertingkat, terutama di daerah rawan gempa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi penempatan dinding geser terhadap respons struktur yang meliputi periode struktur, gaya geser dasar, perpindahan lateral, simpangan antar lantai (interstory drift), dan efek P-Delta. Analisis dilakukan secara numerik menggunakan perangkat lunak ETABS dengan metode respons spektrum berdasarkan SNI 1726:2019. Lima model struktur dianalisis, yaitu model N-SW sebagai rangka pemikul momen tanpa dinding geser serta empat model dengan variasi penempatan dinding geser (SW-1, SW-2, SW-3, dan SW-4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh model dengan dinding geser memiliki kinerja seismik yang lebih baik dibandingkan model tanpa dinding geser. Model SW-1, dengan penempatan dinding geser pada bagian tengah bentang arah X dan Y, memberikan performa paling optimal. Model ini menghasilkan periode struktur sebesar 0,874 detik, gaya geser dasar sebesar 5651,23 kN, perpindahan lateral maksimum sebesar 22,741 mm, dan simpangan antar lantai maksimum sebesar 10,62 mm yang masih memenuhi batas aman menurut peraturan. Selain itu, model SW-1 menunjukkan koefisien stabilitas akibat efek P-Delta terendah, yaitu 0,0061 pada kedua arah, yang menunjukkan stabilitas struktur lebih baik dibandingkan konfigurasi lainnya. Dengan demikian, penempatan dinding geser secara berimpitan di area tengah bangunan efektif meningkatkan kekakuan struktur, mengurangi deformasi lateral dan simpangan antar lantai, serta menjadi konfigurasi yang direkomendasikan untuk perencanaan gedung tahan gempa, khususnya di wilayah rawan gempa seperti Kupang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] E. Sansunjaya, J. J. S. Pah, and I. M. Udiana, “Studi Kefektifan Dinding Geser Pada Bangunan Tingkat Tinggi Dalam Mengurangi Simpangan Struktur,” vol. 1, no. 1, pp. 24–34, 2021.

[2] R. Hanifa and A. J. Syahbana, “Development of the 2017 national seismic hazard maps of Indonesia,” no. 10, 2020, doi: 10.1177/8755293020951206.

[3] L. Z. Mase, W. Tanapalungkorn, S. Likitlersuang, K. Ueda, and T. Tobita, “China Geology Ground motion , liquefaction and hazard analysis at the Palu site during the 2018,” CNGEO, vol. 9, no. 1, pp. 152–174, 2026, doi: 10.31035/cg2024067.

[4] Y. Yadim, S. Yılmaz, H. Kaplan, M. Corradi, and G. Castori, “Seismic Vulnerability of Defect RC Buildings : Insights From The February 6, 2023, Turkey Earthquake,” Procedia Struct. Integr., vol. 78, pp. 1895–1902, 2026, doi: 10.1016/j.prostr.2025.12.241.

[5] I. T. Nelwan et al., “Respon Dinamis Bangunan Bertingkat Banyak Dengan Soft First Story Dan Penggunaan Braced Frames Element Terhadap Beban Gempa,” vol. 6, no. 3, pp. 175–188, 2018.

[6] Badan Standarisasi Nasional, SNI 1726:2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung dan Nongedung, no. 8. 2019.

[7] A. Arafa, “Review of Seismic Response and Strength Requirements of Reinforced Concrete Squat Walls,” no. 118, pp. 17–30, 2021, doi: 10.14359/51732641.

[8] E. G. Nawy, Reinforced Concrete A Fundamental Approach Fifth Edition.pdf.

[9] Y. Idris and J. Yahya, “The Behaviour Study of Shear Wall on Concrete Structure by Pushover Analysis,” vol. 7, no. 4, pp. 1127–1133, 2017.

[10] R. Mustika, R. R. Putra, and R. Fitria, “Analisis periode getar alami bangunan menggunakan mikrotremor,” vol. 18, pp. 328–342, 2022, doi: 10.28932/jts.v18i2.5027.

[11] R. Cornelis, W. Bunganaen, and B. H. U. Tay, “Analisis Perbandingan Gaya Geser Tingkat, Gaya Geser Tingkat, Perpindahan Tingkat Dan Simpangan Antar Tingkat Akibat Beban Gempa Berdasarkan Peraturan Gempa SNI 1726-2002 Dan SNI 1726 2012,” vol. III, no. 2, pp. 205–216, 2014.

[12] M. F. Harahap, F. T. Pertanian, and J. B. Indonesia, “Perilaku Dinamik pada Struktur Apartemen Metro Galaxy Park terhadap Beban Gempa,” vol. 04, no. 03, pp. 195–206, 2019.

[13] C. Robach, R. Anggraini, and A. Zacoeb, “Perencanaan Dinding Geser pada Struktur Beton Bertulang dengan Sistem Ganda,” pp. 1–11, 2014.

[14] W. S. Hidayah and H. Mughni, “Studi Analisis Simpangan Pada Konstruksi Dengan Titik Pusat Massa Berada Di Luar Bangunan Akibat Respons Spektrum Berdasarkan SNI 03-1726-2012,” pp. 1–12, 2018.

[15] L. V. Zulkarnaen, I. Rosanti, and R. Ariyansyah, “Analisis Struktur Gedung Tahan Gempa Dengan Metode Sistem ganda (Dual System),” vol. 3, no. 3, 2021.

[16] Badan Standarisasi Nasional, “SNI 1727:2020 Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain,” 2020.

[17] F. Effendi, Y. Chandra, and S. J. Akbar, “STUDI PENEMPATAN DINDING GESER TERHADAP WAKTU GETAR ALAMI FUNDAMENTAL STRUKTUR GEDUNG,” vol. 7, no. 2, pp. 274–283, 2017.

[18] I. Hidayatullah and E. Walujodjati, “Pengaruh Penempatan Dinding Geser terhadap Respons Seismik Struktur Gedung Bertingkat,” no. 2019, pp. 386–397, 2025, doi: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2605.

Downloads

Published

24-07-2026

How to Cite

[1]
A. N. Dahoklory, “Analisis Pengaruh Dinding Geser pada Gedung Tingkat Tinggi dan Lokasi Penempatannya terhadap Respons Seismik”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 18380–18391, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles