Living Hadis dalam Praktik Ritual dan Ibadah

Authors

  • Meutia Sara Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nawir Yuslem Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Ardiansyah Ardiansyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11897

Keywords:

Living Hadis, Praktik Ritual, Ibadah

Abstract

Fenomena yang terjadi saat ini dalam praktik ritual dan ibadah sehari hari yang kita jalani apakah living hadis sudah hadir dengan tepat dan benar ? Living hadis adalah sunnah Nabi yang secara bebas ditafsirkan oleh para ulama, penguasa dan hakim sesuai dengan situasi yang mereka hadapi, atau disebut juga sebagai “sunnah yang hidup”. Ada tiga model living hadis yaitu tradisi tulisan, tradisi lisan dan tradisi praktik. Tulisan ini mengambil fokus living hadis dalam praktik ritual dan ibadah yang muncul seiring dengan praktik yang dijalankan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek penting living hadis apakah sudah sesuai dengan dalil yang berupa firman allah swt maupun hadist itu sendiri. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu pertama, ritual dan ibadah tersebut merupakan suatu living hadis. Kedua, berdasarkan tipe tindakan para pelaku ingin terus menerus menghormati praktik ritual dan ibadah dengan cara melestarikan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun. Ketiga, tindakan afektif memperlihatkan bahwa para pelaku memiliki ikatan emosional dengan para tokoh agama dan waktu pelaksanaannya. Keempat, tindakan instrumental rasional para pelaku secara sadar mampu melaksanakan living hadis dalam praktik ritual dan ibadah baik dari aspek sumber daya manusia maupun aspek finansial. Kelima, rasionalitas nilai. Pelaku ingin meniru perilaku tokoh tokoh agama dan membiasakan diri berbuat kebaikan sekaligus ingin menanamkan nilai solidaritas jama’ah (bersama). Penelitian dalam tulisan ini menggunakan pendekatan fenomenologi karena terkait dengan permasalahan yang diangkat oleh peneliti adalah living hadis praktik yang berkaitan dengan ritual dan ibadah. Dalam tulisan ini penulis menghadirkan contoh-contoh yang terkait dengan keagamaan sebagai landasan normatif tradisi yang hidup di masyarakat Muslim Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Abdul Ali Haamid. (2000). Turuq Takhrij Hadith. Daar ‘Ulum As-sunah An-Nasyr

2. Abdul muhsin bin Hamad bin abdul muhsin bin abdullah bin hamad Al -Abbad Al- Badr, Syarah sunan abi Dawud , jilid 367, Halaman 33.

3. Abdul qadir syaibah al- hamd , syarah bulughul maram, terj. Muhammad iqbal dkk, (jakarta darul haq, 2014) hal,3

4. Abu Abdullah Ahmad bin hambal, Musnad Ahmad ,1 (muassasah Ar Risalah, 2001)13/301.

5. Abu Ahmad bin Adi Al- Jurjani , Al- Kamil fi Dhuafa Al- Rijal,(Penerbit : AL Kutub Al-Ilmiyah, Beirut), jilid1, hal 437.

6. Abu daud sulaiman bin Al- Ashyats bin Ishaq bin Bashir bin Syaddad bin Amr Al-Azdiy Al-Sijistani, Sunan Abi Daud , (penerbit : Al Maktabah Al- Ashriyyah, Beirut), JILID 3, 203

7. Abu Muhammad Abdullah bin Abd al-Rahman al-darimi, Sunan al-Darimi, Juz II (Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1407 H), h. 549.

8. AL- BUKHARI , SHAHIH AL- BUKHARI, NO780; muslim, Shahih Muslim, no.410

9. Al- hauti , kamal yusuf, al-jami al-shahih sunan at-turmudzijuz IV, Beirut : dar al-kutub al-ilmiah ,t.t. hlm.84.

10. Asy’ari, H. t.t.). at-Tanbihat al- -Maulid bi al-Munkarat. Jombang: maktabah at-Turats al-Islami.

11. Fatoni, A. (2020). INTEGRASI ZIKIR 2007DAN PIKIR Dasar Pengembangan Pendidikan Islam. Lombok Tengah: Forum Pemuda Aswaja.

12. Hadis shahih. Lihat sunan Tirmidzi (hadis no 489) dan shahih muslim.

13. Imam abi abdillah bin ismail bin ibrahim ibn mughirah al-bukhari al-ju’fi Shahih al-bukhari juz,v hlm. 216

14. Khanafi, M. (2015). Dasar Hukum Pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw

15. M. Alfatih Suryadilaga, Metodologi Living Qur’an dan Hadis (Yyogyakarta: TERAS,), h 123.

16. M. Mansur et al., Metodologi Penelitian Living Quran dan Hadis,(Yogyakarta: Teras, 2007), h.8

17. Muhammad Abdullah bin Abd al-Rahman al-darimi, Sunan al-Darimi, Juz II (Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1407 H), h. 549.

18. Muhammad bin isa, Al-Jami Al- Kabir – Sunan At Tirmidzi(Beirut: Daar Al- ghorb Al-Islami,t.t.,3/325

19. Mustafa dib al- buga al- tazib fi adillati matn al-ghayah wa at- taqrib, terj. Toto edidarmo, (jakarta; mizan publika, 2012), hlm.652.

20. Sayyid sabiq, fiqh as-sunnah, terj. Nor hasanuddin, (Jakarta: darul fath, 2004), hal, 299.

21. Wahbah Al-Zuhayli, al- fiqh al- Islami wa adillatuhu {juz II} {DAR ALFIKR, 2000.}

22. Zainuddin Muhammad,faid al qadir syarah al jami al shaghir, (penerbit al maktabah al- tijariyah al- kubra, mesir,) 1356 H, jilid 2, 288.

Downloads

Published

21-07-2026

How to Cite

[1]
M. Sara, N. Yuslem, and A. Ardiansyah, “Living Hadis dalam Praktik Ritual dan Ibadah”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 17146–17154, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles