Evaluasi dan Optimasi Konektivitas Antarmoda di Stasiun LRT Ciracas Menggunakan Metode Modal Interaction Matrix (MIM)

Authors

  • Muhammad Wildan Ihtiarianda Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD
  • Diana Dwita Wahyuningsih Wahyuningsih Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD
  • Fachrur Izza Syahputra Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD
  • R. Caesario Boing Rahmat Raharjo Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11895

Keywords:

Integrasi Antarmoda, LRT Ciracas, Modal Interaction Matrix, Jak Lingko, Fasilitas Stasiun

Abstract

Stasiun LRT Ciracas sebagai simpul transportasi massal perkotaan menghadapi permasalahan integrasi antarmoda yang belum optimal. Titik pemberhentian Jak Lingko yang berada di luar kawasan stasiun menyebabkan penumpang harus menempuh jarak berjalan kaki yang jauh, sementara area pick up dan drop off ojek online yang belum tertata menimbulkan konflik pergerakan di area stasiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat integrasi fasilitas Stasiun LRT Ciracas dengan moda pengumpan serta merekomendasikan penataan yang lebih optimal. Metode yang digunakan adalah Modal Interaction Matrix (MIM) berdasarkan Evaluation of Intermodal Passenger Transfer Facilities (Horowitz & Thompson, 1994), dengan penilaian terhadap lima fasilitas integrasi yaitu ruang tunggu, bus stop, parkir, pick up/drop off, dan food court. Data primer diperoleh melalui survei lapangan, observasi, dan wawancara penumpang, sedangkan data sekunder berupa layout stasiun dan data penumpang. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan nilai Normalized Score sebesar −230 yang termasuk dalam kategori tidak baik (unsuitable). Berdasarkan hasil wawancara, penumpang menginginkan jarak perpindahan moda berada dalam kisaran 21–60 meter. Rekomendasi yang diusulkan adalah pemindahan halte Jak Lingko ke dalam kawasan Stasiun LRT Ciracas disertai peningkatan fasilitas dari bus stop menjadi halte berstandar sesuai Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. 271/HK.105/DRJD/96. Setelah penerapan rekomendasi tersebut, nilai Normalized Score meningkat menjadi −40 yang masuk dalam kategori baik. Dengan integrasi fasilitas yang lebih baik, diharapkan Stasiun LRT Ciracas mampu meningkatkan minat masyarakat beralih ke transportasi umum dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Abubakar, Iskandar dkk. (1996). Menuju Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang Tertib. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

2. Akustia, W. (2013). Evaluasi Penyediaan Fasilitas Alih Moda Dari Stasiun Menuju Halte. Warta Penelitian Perhubungan, 25(1), 25.

3. Fawwaz, F., & Rakhmatulloh, A. R. (2021). Analisis Pelayanan Integrasi Antarmoda Berdasarkan Persepsi Pengguna Di Krl Stasiun Sudirman. Jurnal Pengembangan Kota, 9(1), 111–123.

4. Horowitz, A. J., & Thompson, N. A. (1994). Evaluation of Intermodal Passenger Transfer Facilities. Center for Urban Transportation Research, University of South Florida.

5. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (1996). Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96 tentang Pedoman Teknis Perekayasaan Tempat Perhentian Kendaraan Penumpang Umum. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

6. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2017 tentang Penyediaan Aksesibilitas pada Pelayanan Jasa Transportasi Publik bagi Pengguna Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Kementerian Perhubungan RI.

7. Krygsman, S. (2016). Activity and Travel Mode Choice ( s ), in Multimodal Public Transport Systems. February.

8. Lestari, S., & Romadhona, P. J. (2010). Analisis Kebutuhan Fasilitas Integrasi Antarmoda Dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Di Stasiljn Tugu Yogyakarta. Warta Penelitian Perhubungan, 22(6), 657–673.

9. Litman, T. (2023). Evaluating Accessibility for Transportation Planning. Victoria Transport Policy Institute. Victoria, Canada.

10. Malik, A., Murtejo, T., & Alimuddin, A. (2022). Analisis Kebutuhan Fasilitas Integrasi Moda Krl Stasiun di Kawasan Kota Bogor. Jurnal Civronlit Unbari, 7(1), 15.

11. Montana, A. D., & Yenita. (2023). Analisis Tingkat Pelayanan Integrasi Antarmoda Berdasarkan Persepsi Pengguna Krl Di Stasiun Manggarai. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 5(1), 8–20.

12. Morlok, E. K. (1995). Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta: Erlangga.

13. PT Kereta Api Indonesia (Persero). (2025). Data Rata-rata Penumpang Harian LRT Jabodebek Tahun 2025. Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero).

14. Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

15. Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

16. Sarosa, W. (2019). Panduan Praktis Penyediaan dan Pengelolaan Shelter Ojek Online. 1-94.

17. Setijowarno, D. (2000). Kebijakan Transportasi: Kenyataan dan Harapan. Semarang: Unika

18. Siti Nur Fadlilah A. (2019). Penentuan Area Pick Up Point Ojek Online untuk Mengurangi Kemacetan Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Kereta Api Jabodetabek. Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 21(2), 145–154.

19. Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

20. Susanti, A., Aryani Soemitro, R. A., & Suprayitno, H. (2018). Identifikasi Kebutuhan Fasilitas Bagi Penumpang di Stasiun Kereta Api Berdasarkan Analisis Pergerakan Penumpang. Jurnal Manejemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, 2(1), 23–34.

21. Spek, S. C. Van der. (2001). The development of architectural design theory specifically directed at intermodal transfer building for multimodal passenger transportation, PhD Thesis, Delft University, The Netherlands.

22. Tamin, O. Z. (2000). Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: Penerbit ITB.

23. Warpani, S. P. (2002). Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bandung: Penerbit ITB.

Downloads

Published

09-07-2026

How to Cite

[1]
M. W. Ihtiarianda, D. D. W. Wahyuningsih, F. I. Syahputra, and R. C. B. R. Raharjo, “Evaluasi dan Optimasi Konektivitas Antarmoda di Stasiun LRT Ciracas Menggunakan Metode Modal Interaction Matrix (MIM)”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 13880–13890, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles