Emas Logam Mulia Bersertifikasi LBMA sebagai Instrumen Ketahanan Finansial Calon Jamaah Haji: Kajian Literatur atas Hedging Inflasi, Kesesuaian Syariah, dan Keamann Regulasi Bappebti

Authors

  • Ade Wiwi Universitas Paramadina
  • Haekal Rizqi Hannie Universitas Paramadina
  • Avionita Nuraini Universitas Paramadina

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11862

Keywords:

LBMA-Certified Gold Bullion (LM Antam), Hajj Financial Resilience, Inflation Hedging, Shariah Compliance, Bappebti, BPKH

Abstract

This study reviews the role of LBMA-certified physical gold bullion (LM Antam), tradable in physical and digital forms, as a financial resilience instrument for Indonesian Hajj pilgrims. As of May 2026, Indonesia's Hajj waiting list reached 5.63 million pilgrims with an average waiting period of 26 years, while the 2026 Hajj Organizing Cost (BPIH) was IDR 87.40 million per pilgrim. Official historical data (1995–2026) show that gold prices achieved a compound annual growth rate (CAGR) of 16.4%, substantially exceeding the growth of Hajj costs (6.0%) and inflation (4.5%). Consequently, the gold required to finance the BPIH declined from 298 grams in 1995 to only 31 grams in 2026, an 89.6% reduction. This narrative literature review synthesizes published secondary data using descriptive analysis and the Hedging Effectiveness Ratio (HER), complemented by a juridical-normative analysis of Sharia compliance and Indonesia's regulatory framework. The findings indicate that gold achieved an HER of 2.47 against BPIH growth, outperforming Sharia Hajj savings (0.50), Sharia deposits (0.67), and Sharia mutual funds (1.33). Official BPKH data further show that gold prices explain 45.4% of BPIH variation, supporting previous empirical evidence. Moreover, LBMA-standard digital gold traded on Bappebti-licensed platforms complies with DSN-MUI fatwas and is protected under the Bullion Bank regulatory framework. This study proposes a Hajj Financial Resilience Framework (HFRF) that positions LBMA gold bullion as a Sharia-compliant and sustainable strategy for strengthening Hajj financial planning and achieving istitha'ah maliyyah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Afkarina, I., Lestari, F. P., & Pratama, M. M. (2026). Analisis pergerakan dan pengaruh harga emas, inflasi, biaya haji serta implikasinya terhadap keputusan investasi emas bagi calon jamaah haji melalui Bank Syariah Indonesia tahun 2022–2026. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 1436–1450. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5474

2. Al-Ghazali, A. H. (1993). Ihya' Ulum al-Din (Vol. 2). Dar al-Ma'rifah.

3. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). (2019). Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka, sebagaimana diubah dengan Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2019. Bappebti.

4. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). (2024). Siaran pers: Perkembangan perdagangan emas fisik secara digital 2024. Jakarta: Bappebti.

5. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). (2025). Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perdagangan Pasar Fisik Emas Secara Digital di Bursa Berjangka. Bappebti.

6. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). (2026). Perencanaan Keuangan Haji Berbasis Emas Fisik Digital di BPKH Apps: Emas Fisik Digital sebagai Instrumen Ketahanan Finansial Jemaah Haji [Bahan paparan workshop, 1 Juli 2026]. Jakarta: BPKH.

7. Baur, D. G., & Lucey, B. M. (2010). Is gold a hedge or a safe haven? An analysis of stocks, bonds and gold. Financial Review, 45(2), 217–229. https://doi.org/10.1111/j.1540-6288.2010.00244.x

8. Baur, D. G., & McDermott, T. K. (2010). Is gold a safe haven? International evidence. Journal of Banking & Finance, 34(8), 1886–1898. https://doi.org/10.1016/j.jbankfin.2009.12.008

9. Chapra, M. U. (2008). The Islamic vision of development in the light of maqasid al-Shari'ah. Islamic Research and Training Institute.

10. Collins, J. M. (2015). Financial resilience and the capacity of households to manage financial stress. Journal of Family and Economic Issues, 36(3), 320–333.

11. Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia. (2010). Fatwa DSN-MUI Nomor 77/DSN-MUI/V/2010 tentang Jual-Beli Emas Secara Tidak Tunai. Sekretariat DSN-MUI.

12. Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia. (2017). Fatwa DSN-MUI Nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Jual Beli. Sekretariat DSN-MUI.

13. Erb, C. B., & Harvey, C. R. (2013). The golden dilemma. Financial Analysts Journal, 69(4), 10–42. https://doi.org/10.2469/faj.v69.n4.1

14. Furqon, A. (2021). Pengelolaan dana haji Indonesia: Tinjauan regulasi dan kinerja investasi. Jurnal Ilmu Syariah, 19(1), 45–68.

15. Hakim, A. (2022). BPKH dan tantangan pengelolaan dana haji dalam perspektif keuangan syariah. Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 14(2), 221–244.

16. Hidayat, R., Rahma, A., & Santoso, B. (2023). Literasi keuangan syariah dan adopsi investasi emas digital di kalangan milenial Muslim Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 9(1), 78–96.

17. Jastram, R. W. (1977). The golden constant: The English and American experience 1560–1976. John Wiley & Sons.

18. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. (2026). Data kuota, waiting list, dan penetapan BPIH tahun 1447H/2026M. Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah RI. Diakses dari https://haji.go.id/

19. Kusumah, R. (2024). Kerangka hukum Bullion Bank Indonesia berdasarkan UU P2SK dan POJK Nomor 17 Tahun 2024. Jurnal Hukum Bisnis Syariah, 6(1), 1–22.

20. LBMA (London Bullion Market Association). (2024). LBMA Good Delivery rules for gold and silver bars (30th ed.). LBMA.

21. Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5

22. Nopirin, A., & Rahayu, S. (2023). Analisis return dan volatilitas harga emas ANTAM sebagai instrumen investasi jangka panjang di Indonesia 2013–2023. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 27(2), 190–210.

23. Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion. OJK.

24. Reboredo, J. C. (2013). Is gold a safe haven or a hedge for the US dollar? Implications for risk management. Journal of Banking & Finance, 37(8), 2665–2676. https://doi.org/10.1016/j.jbankfin.2013.03.020

25. Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Sekretariat Negara.

26. Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Sekretariat Negara.

27. Sulistyowati. (2022). Hajj fund investment development strategy: Sharia investment management perspective. EL DINAR: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, 10(2), 148–162.

28. Wibawa, P., & Santoso, D. (2023). Erosi daya beli tabungan haji konvensional selama masa tunggu panjang: Studi kasus calon jamaah haji Provinsi Jawa Barat. Jurnal Manajemen Keuangan Syariah, 7(2), 112–131.

Downloads

Published

29-07-2026

How to Cite

[1]
A. Wiwi, H. R. Hannie, and A. Nuraini, “Emas Logam Mulia Bersertifikasi LBMA sebagai Instrumen Ketahanan Finansial Calon Jamaah Haji: Kajian Literatur atas Hedging Inflasi, Kesesuaian Syariah, dan Keamann Regulasi Bappebti ”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 20434–20444, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles