Motivasi Berwirausaha Dalam Perspektif Necessity-Opportunity pada Usaha Mikro Kuliner: Studi di Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11846Keywords:
Kewirausahaan, Motivasi Berwirausaha, Usaha Mikro, UMKM Kuliner, Necessity Entrepreneurship, Opportunity EntrepreneurshipAbstract
Penelitian ini menganalisis motivasi berwirausaha pelaku usaha mikro kuliner di Kota Tasikmalaya dalam perspektif necessity dan opportunity entrepreneurship serta keterkaitannya dengan proses kewirausahaan berdasarkan kerangka Shane et al. (2003). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan enam informan yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan prinsip maximum variation. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tematik hibrida Fereday dan Muir-Cochrane (2006) dengan dukungan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berwirausaha tidak dapat dipahami sebagai dua kategori biner, tetapi berada pada kontinum yang dinamis dan dapat berubah sepanjang perjalanan usaha. Motivasi internal, khususnya self-efficacy, goal setting, dan locus of control, menjadi mekanisme utama yang mendorong perpindahan pelaku usaha dari orientasi necessity menuju opportunity. Pola tersebut tercermin secara konsisten pada tahapan pengenalan peluang, pengembangan ide, pelaksanaan strategi, pengelolaan krisis, hingga business outcome. Penelitian juga menemukan bahwa self-efficacy dapat diperkuat oleh dukungan sosial, keterbatasan modal awal tidak menentukan orientasi motivasi, lingkungan keluarga dan kerabat menjadi sumber peluang bagi pelaku usaha berorientasi necessity, sedangkan teknologi digital berperan sebagai akselerator pertumbuhan bagi pelaku usaha berorientasi opportunity. Temuan ini memperkaya pemahaman mengenai dinamika motivasi kewirausahaan pada usaha mikro di negara berkembang serta memberikan dasar bagi penyusunan program pembinaan UMKM yang lebih terdiferensiasi.
Downloads
References
1. A. Ahdiat, “Tingkat Pengangguran Indonesia Tertinggi di ASEAN,” Databoks. Accessed: Jun. 16, 2026. [Online]. Available: https://databoks.katadata.co.id/infografik/2025/08/19/tingkat-pengangguran-indonesia-tertinggi-di-asean
2. R. W. Fairlie and F. M. Fossen, “Defining opportunity versus necessity entrepreneurship: Two components of business creation” Res. Labor Econ., no. 17, pp. 253–289, 2020, doi: 10.1108/S0147-912120200000048008.
3. N. Muhamad, “Usaha Mikro Tetap Merajai UMKM, Berapa Jumlahnya?,” Databoks. [Online]. Available: https://databoks.katadata.co.id/keuangan/statistik/cdcfe12b8f8af2b/usaha-mikro-tetap-merajai-umkm-berapa-jumlahnya
4. E. F. Santika, “Proporsi Distribusi UMKM dan Perusahan Besar Indonesia, Thailand, Singapura terhadap PDB (2019-2022),” Databoks. [Online]. Available: https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/55f105572be5264/ini-beda-kontribusi-umkm-dan-perusahaan-besar-di-ri-thailand-dan-singapura
5. “UMKM Indonesia,” Kadin Indonesia. [Online]. Available: https://kadin.id/data-dan-statistik/umkm-indonesia/
6. T. Luo and P. B. Stark, “Only the Bad Die Young : Restaurant Mortality in the Western US,” 2014.
7. A. I. Maulana and M. Yasin, “Analisis Faktor-Faktor Penentu Pertumbuhan UMKM di Indonesia,” Anggar. J. Publ. Ekon. dan Akuntans, vol. 3, no. November, pp. 123–130, 2025.
8. P. D. Reynolds, M. Camp, P. D. Reynolds, S. M. Camp, W. D. Bygrave, and M. Hay, “Global Entr e preneurship Monitor Global Entrepreneurship Monitor 2001 Summary Report,” no. May 2014, 2001.
9. A. Mota, V. Braga, and V. Ratten, “Entrepreneurship Motivation : Opportunity and Necessity,” Contrib. to Manag. Sci., 2019, doi: 10.1007/978-3-030-12342-0_8.
10. J. C. Dencker, S. Bacq, M. Gruber, and M. Haas, “Reconceptualizing Necessity Entrepreneurship: A Contextualized Framework Of Entrepreneurial Processes Under The Condition Of Basic Needs,” Acad. Manag. Rev., 2017.
11. O. Giacomin, F. Janssen, J. Guyot, and O. Lohest, “Opportunity and / or Necessity Entrepreneurship ? The Impact of the Socio-Economic Characteristics of Entrepreneurs,” Sustainability, pp. 1–21, 2023, doi: 10.3390/ su151410786.
12. S. Tafonao, “Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Usaha Mikro Kecil Menengah Pada Usaha Dagang Desa Orahili Gomo Kecamatan Gomo,” J. Ilm. Mhs. Nias Selatan, vol. 6, no. 1, 2023.
13. T. Gaurifa, “Pengaruh Motivasi Berwirausaha Terhadap Keberhasilan Usaha Rumah Makan Di Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan,” J. Ilm. Mhs. Nias Selatan, vol. 5, pp. 92–98, 2022.
14. I. M. D. Atmaja, S. Ali, and G. Subagja, “Mempertahankan Keberlangsungan Bisnis Grosir Pada Masa Pandemi Covid-19,” J. Perspekt. Bisnis, vol. 5, no. 1, pp. 52–62, 2022.
15. S. Shane, E. A. Locke, and C. J. Collins, “Entrepreneurial motivation,” vol. 13, pp. 257–279, 2003, doi: 10.1016/S1053-4822(03)00017-2.
16. J. W. Creswell and J. D. Creswell, Research Design. 2018. doi: 10.2307/j.ctt2204s7w.11.
17. Curtin University, “Qualitative & mixed methods,” Curtin University. [Online]. Available: https://researchtoolkit.library.curtin.edu.au/data/qualitative-and-mixed-methods/sampling/
18. J. Fereday and E. Muir-cochrane, “Demonstrating Rigor Using Thematic Analysis : A Hybrid Approach of Inductive and Deductive Coding and Theme Development,” Int. J. Qual. Methods, vol. 5, no. March, pp. 1–11, 2006.
19. B. M. Purwaamijaya, O. Herdiana, A. Prehanto, and S. S. Maesaroh, “Pelatihan Optimalisasi Pemasaran Produk UMKM Melalui Sosial Media Tiktok,” J. Ilm. Pengabdi. dan Inov., vol. 1, no. 2, pp. 133–140, 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Umair Abdullah Farouqi, Syti Sarah Maesaroh, Adi Prehanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















