Analisis Tingkat Kehadiran Siswa Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada SMPN 35 Bulukumba

Authors

  • Julio Tesar Nugraha Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata
  • Andira Anatasya Syahiruddin Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata
  • Sri Wahyuningsih Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata
  • Juniarti Iriyani Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11791

Keywords:

Program Makan Bergizi Gratis, Kehadiran Siswa, Presensi, Pendidikan

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik sekaligus mendukung kesiapan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat kehadiran siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan Program MBG di SMPN 35 Bulukumba. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one group pre-test post-test. Sampel penelitian mencakup seluruh 64 siswa dari tiga kelas yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data bersumber dari dokumen absensi resmi sekolah pada periode sebelum program, yaitu Agustus 2025, dan setelah program dilaksanakan, yaitu April 2026. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kehadiran siswa meningkat dari 90,70% sebelum program menjadi 91,15% setelah program, atau bertambah sebesar 0,45 poin persentase. Namun, hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai Z sebesar -0,488 dengan signifikansi 0,625 (p > 0,05), sehingga peningkatan tersebut tidak berbeda secara signifikan. Sebanyak 24 siswa mengalami penurunan kehadiran, 23 siswa mengalami peningkatan, dan 17 siswa tidak mengalami perubahan. Temuan ini menunjukkan bahwa Program MBG belum memberikan pengaruh langsung yang bermakna terhadap kehadiran siswa. Kehadiran kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kesehatan, motivasi belajar, dukungan keluarga, akses transportasi, disiplin sekolah, dan kondisi lingkungan. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan periode pengamatan lebih panjang, kelompok pembanding, serta variabel perantara untuk menjelaskan dampak program secara lebih komprehensif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] L. E. Wahyudi et al., “Mengukur kualitas pendidikan di Indonesia,” MJEMIAS, vol. 1, no. 1, pp. 18–22, Jun. 2022, doi: 10.69966/mjemias.v1i1.3.

[2] D. S. I. K. Maghfiroh, F. Pratiwi, A. R. Nugroho, A. Abiyyu, and N. Farliana, “Implementasi Program Makan Bergizi Gratis sebagai Strategi Investasi Sumber Daya Manusia melalui Peningkatan Kesehatan dan Kualitas Pendidikan,” RIGGS, vol. 5, no. 1, pp. 9592–9599, Mar. 2026, doi: 10.31004/riggs.v5i1.7454.

[3] R. Masrikhiyah and M. I. Octora, “Pengaruh Kebiasaan Sarapan Dan Status Gizi Remaja Terhadap Prestasi Belajar,” jigk, vol. 2, no. 01, pp. 23–27, Aug. 2020, doi: 10.46772/jigk.v2i01.256.

[4] Karmelia Rosfinda Meo Maku, Maria Eufrasia Odo, and M. A. M. Mite, “Peran Penting Gizi Seimbang Dalam Mendukung Proses Tumbuh Kembang Anak,” J. C. Pend. A., vol. 4, no. 3, pp. 269–276, Aug. 2025, doi: 10.38048/jcpa.v4i3.6175.

[5] I. Fitriyati and M. Maemonah, “Implementasi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Madrasah Ibtidaiyah,” ATL, vol. 6, no. 2, p. 111, Oct. 2022, doi: 10.30736/atl.v6i2.1009.

[6] U. Agustini, “Efektivitas dan Tantangan Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Intervensi Pendidikan di Indonesia,” KPD, vol. 4, no. 3, pp. 362–368, Jul. 2025, doi: 10.33578/kpd.v4i3.p362-368.

[7] S. Maryam, T. L. Sadiah, and S. W. Anggraeni, “Dampak Program Makan Bergizi Gratis (Mbg) Terhadap Konsentrasi Siswa Sekolah Dasar Dalam Kegiatan Belajar,” vol. 11, 2026.

[8] Paulus Rivaldi Pili Ngoba, G. S. Ametuke, A. B. N. Benu, and H. Musa, “Hubungan Program Makan Bergizi Gratis (Mbg) Dengan Tingkat Kehadiran Siswa Kelas V Sekolah Dasar,” vol. 11, 2026.

[9] C. N. Ering, G. E. Lolaro, M. Wuisang, and A. Friska, “Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Meningkatkan Kehadiran Siswa Sekolah Dasar,” vol. 10, no. 1, 2026.

[10] Amelia Bactiara Putri et al., “Pengaruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar,” Edukasi, vol. 3, no. 1, pp. 165–176, Jan. 2026, doi: 10.62383/edukasi.v3i1.2790.

[11] K. Fardila Wowiling, H. J.D. Tamboto, A. A. Ch. Manongko, L. Palangda, and J. Wuisan, “The Impact of the Free Nutritional Meal Program (MBG) on the Learning Abilities of Junior High School Students in North Minahasa Regency,” JE, vol. 5, no. 5, pp. 1543–1551, May 2026, doi: 10.55681/economina.v5i5.2307.

[12] D. Zaenudin, “Manfaat Program Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Kesehatan dan Konsentrasi Belajar Siswa di SMAN 1 Pebayuran,” vol. 9, 2025.

[13] Y. Dong, “Descriptive Statistics and Its Applications,” HSET, vol. 47, pp. 16–23, May 2023, doi: 10.54097/hset.v47i.8159.

[14] D. R. Widiana, Syafiuddin, I. Sriwijayasih, I. R. Aju, Y. Praharsi, and E. Novianarenty, “Penerapan Uji Wilcoxon Signed Rank Test Untuk Menganalisis Perbedaan Nilai Test Sebelum Dan Setelah Pelatihan Digital Marketing,” JTM, vol. 8, no. 2, pp. 23–32, Oct. 2025, doi: 10.35991/jtm.v8i2.73.

[15] D. N. Wulan, “Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia,” vol. 7, 2024.

Downloads

Published

30-07-2026

How to Cite

[1]
J. T. Nugraha, A. A. Syahiruddin, S. Wahyuningsih, and J. Iriyani, “Analisis Tingkat Kehadiran Siswa Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada SMPN 35 Bulukumba”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 21175–21186, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles