Evaluasi Program RVS (Rapid Village Survey) dalam Pengendalian Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11719Keywords:
Rapid Village Survey, Evaluasi CIPP, Kusta, Pengendalian Penyakit, PuskesmasAbstract
Kusta (Morbus Hansen) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat menyebabkan kecacatan permanen dan stigma sosial apabila tidak ditemukan serta ditangani sejak dini. Kota Pekalongan merupakan salah satu wilayah endemis kusta di Jawa Tengah, dengan kasus aktif meningkat dari 43 kasus pada tahun 2024 menjadi 74 kasus pada tahun 2025, sementara hanya sekitar 50% masyarakat mampu mengenali gejala awal kusta. Kondisi ini mendorong Puskesmas Kusuma Bangsa melaksanakan Program Rapid Village Survey (RVS) sebagai strategi penemuan kasus aktif dalam mendukung deteksi dini. Penelitian bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program RVS dalam pengendalian kusta di wilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari kepala puskesmas, petugas program kusta, dan masyarakat sebagai informan triangulasi. Aspek context mencakup kondisi kasus kusta, kebutuhan program, kebijakan, dan dukungan masyarakat; input meliputi sumber daya manusia, anggaran, sarana prasarana, metode, dan dukungan sosial; process menilai pelaksanaan kegiatan RVS di lapangan; dan product melihat hasil serta dampak program terhadap deteksi dini kusta. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program beserta faktor pendukung dan penghambatnya, sebagai masukan bagi Puskesmas Kusuma Bangsa dalam meningkatkan efektivitas pengendalian kusta melalui penguatan sumber daya, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi deteksi dini.
Downloads
References
[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, "Pedoman nasional program pengendalian kusta," Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Jakarta, Indonesia, 2023. [Online]. Available: https://www.kemkes.go.id
[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, "Indonesia percepat eliminasi kusta dan filariasis: target bebas NTDs pada 2030," Jakarta, Indonesia, 2023. [Online]. Available: https://kemkes.go.id/id/indonesia-percepat-eliminasi-kusta-dan-filariasis-target-bebas-ntds-pada-2030
[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2023.
[4] Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Profil Kesehatan Kota Pekalongan Tahun 2024. Pekalongan, Indonesia: Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, 2024.
[5] I. Adelah, M. Mustopa, and A. Sukmayadi, "Strategi program pengendalian dan pencegahan penyakit kusta di Kabupaten Serang," Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, vol. 14, no. 3, pp. 218–229, 2025.
[6] D. S. Effendy, T. M. Jamal, and S. R. Lakawa, "Risk factor analysis of leprosy incidence in coastal areas: A review," Journal of Health Science and Pharmacy, vol. 2, no. 1, pp. 112–124, 2025.
[7] A. Jatimi and A. Holisun, "Stigma pada penderita kusta di komunitas: A systematic review," Jurnal Indonesian Journal of Professional Nursing, p. 85, 2023.
[8] Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia, "Tanda dan gejala klinis kusta berdasarkan jenisnya," 2023.
[9] H. H. Idrus, S. Rauf, and S. Vitayani, "Karakteristik penderita reaksi kusta yang dirawat inap pada RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar," Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, vol. 3, no. 7, pp. 478–486, 2023.
[10] "Kegiatan RVS Kusta," [Online]. Available: https://www.scribd.com/presentation/939027156/KEGIATAN-RVS-kusta
[11] L. von Bertalanffy, General System Theory: Foundations, Development, Applications. New York, NY, USA: George Braziller, 1968.
[12] G. C. Edwards III, Implementing Public Policy. Washington, D.C., USA: Congressional Quarterly Press, 1980.
[13] Manajemen J. Islam P., "(Stufflebeam, 2007)," 2023, vol. 5, no. 1, pp. 68–82.
[14] S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta, 2020.
[15] S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta, 2022.
[16] L. W. Green and M. W. Kreuter, Health Promotion Planning: An Educational and Environmental Approach (The PRECEDE-PROCEED Model). Mountain View, CA, USA: Mayfield Publishing Company, 1991.
[17] K. Glanz, B. K. Rimer, and K. Viswanath, Health Behavior: Theory, Research, and Practice, 6th ed. San Francisco, CA, USA: Jossey-Bass, 2024.
[18] F. Onim, N. Uly, A. R. M. Al-Maidin, and Z. Zamli, "Evaluation of the leprosy program implementation at Teminabuan Health Center, South Sorong District, using the CIPP evaluation model," Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), vol. 11, no. 1, pp. 97–107, 2025.
[19] M. Pranata and A. Rosyid, "Penyuluhan masyarakat terhadap penyakit kusta dalam upaya mencegah disabilitas pada warga Kwaron di Kelurahan Bangetayu Kulon, Kota Semarang," Jurnal Surya Masyarakat, vol. 5, no. 1, pp. 131–136, 2022.
[20] L. Marinu, R. Setiawan, and D. Pramesti, "Pendekatan deskriptif kuantitatif dalam penelitian kesehatan masyarakat," Jurnal Ilmiah Kesehatan Indonesia, vol. 9, no. 1, pp. 11–20, 2025.
[21] S. Kittur, "Quantitative research methods in health sciences," Journal of Health and Social Behavior, vol. 12, no. 2, pp. 44–52, 2023.
[22] I. Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Semarang, Indonesia: Universitas Diponegoro, 2021.
[23] R. Hidayat, S. Nurjanah, and A. Wibowo, "Analisis pembiayaan program kesehatan masyarakat pada pelayanan kesehatan primer," Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, vol. 11, no. 2, pp. 125–134, 2023.
[24] W. P. Mellaratna, "Morbus Hansen (Kusta)," Poliklinik Kulit RSUD Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara, Indonesia, vol. 2, no. 6, pp. 11–23, 2023.
[25] W. Kerja, P. Tamilouw, and K. Maluku, "Mycobacterium leprae," 2024, vol. 17, pp. 131–140.
[26] Magister P., K. Masyarakat, F. I. Kesehatan, and U. Indonesia, "Samoel," 2025, vol. 5, no. 2, pp. 579–589.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Evia Fardiana, Ardiana Priharwanti, Dewi Nugraheni Restu Mastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















