Evaluasi Fasilitas dan Dimensi Halte Angkutan Umum pada Trayek Terminal Binawa – Wisma Donggala di Kabupaten Donggala Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11689Keywords:
Halte Angkutan Umum, Evaluasi Fasilitas, Dimensi Halte, Trayek, Kabupaten DonggalaAbstract
Halte merupakan infrastruktur vital dalam sistem angkutan umum yang berfungsi sebagai titik naik turun penumpang serta menunjang kenyamanan dan keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelengkapan fasilitas dan kesesuaian dimensi halte pada trayek Terminal Banawa – Wisma Donggala di Kabupaten Donggala, sekaligus merumuskan desain halte usulan yang sesuai standar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei inventarisasi langsung, pengukuran dimensi fisik, penghitungan volume penumpang pada waktu sibuk, dan survei wawancara kebutuhan penumpang. Data eksisting dibandingkan dengan standar minimal dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 10 Tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga halte yang disurvei hanya memiliki kelengkapan fasilitas sebesar 20% (2 dari 10 fasilitas standar, yaitu tempat duduk dan kanopi), dengan kondisi keduanya tergolong buruk. Dari tiga segmen trayek yang dianalisis, dua segmen (Dishub Lama–PT Jetty Cindara dan PT Jetty Cindara–PT Samas) memiliki dimensi halte di bawah standar minimal 4×2 meter, sementara segmen PT Samas–Wisma Donggala telah memenuhi standar seiring volume penumpang tertinggi, yaitu 32 penumpang pada waktu sibuk. Survei wawancara mengidentifikasi tempat duduk, kanopi, dan lampu penerangan sebagai kebutuhan fasilitas prioritas. Berdasarkan temuan tersebut, diusulkan desain halte berukuran 4×2×2,5 meter dengan kelengkapan fasilitas sesuai standar. Penelitian ini merekomendasikan renovasi dan penambahan fasilitas halte secara menyeluruh, penyesuaian dimensi berdasarkan kebutuhan aktual, serta program pemeliharaan rutin oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala.
Downloads
References
1. Departemen Perhubungan RI. (2006). Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum. Jakarta: Departemen Perhubungan.
2. Fadlilah, S. N. (2019). Penentuan Area Pick Up Point Ojek Online untuk Mengurangi Kemacetan Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Kereta Api Jabodetabek. Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 21(2), 145–154.
3. Hariyati. (2017). Analisis Jumlah Penumpang pada Halte BRT Mamminasata Koridor 2 Berbasis Kondisi Tata Guna Lahan. Makassar: Jurnal Teknik Sipil.
4. Hasibuan, R. A. (2018). Evaluasi Fasilitas Halte dalam Upaya Peningkatan Pengguna di Jakarta Utara. Jakarta: Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD.
5. Kementerian Perhubungan RI. (2012). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 10 Tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan. Jakarta: Kementerian Perhubungan.
6. Merdiana, R., Hasanuddin, A., & Kriswardhana, W. (2016). Perencanaan Tipe Halte Bus Rapid Transit (BRT) di Kabupaten Jember. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil, 11–13.
7. Miro, F. (2012). Pengantar Sistem Transportasi. Jakarta: Penerbit Erlangga.
8. Mukhtar, R. I. (2022). Evaluasi Fasilitas Halte Angkutan Umum di Kabupaten Wonosobo. Bekasi: Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD.
9. Munawar, A. (2011). Manajemen Lalulintas Perkotaan. Yogyakarta: Beta Offset.
10. Nasution, M. N. (2008). Manajemen Transportasi (Edisi Ketiga). Jakarta: Ghalia Indonesia.
11. Nissa, N., Hairun, & Awan. (2022). Pengaruh Fasilitas Kenyamanan terhadap Kepuasan Penumpang di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak. Jurnal Ground Handling Dirgantara, 4(1).
12. Nugraha, M. D. S., Asrizal, & Sejati, D. V. (2023). Analisis Kebutuhan Halte Angkutan Umum pada Trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Manggarai (Studi Kasus). Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat.
13. Primasworo, R. A., Oktaviastuti, B., & Madun, R. W. (2022). Evaluasi Penggunaan Angkutan Umum Perkotaan di Kota Malang (Trayek Arjosari–Tidar/AT). Fondasi: Jurnal Teknik Sipil, 11(1), 98. https://doi.org/10.36055/fondasi.v0i0.10561
14. Qoimah, N., Rulhendri, & Murtedjo, T. (2024). Studi Rencana Penentuan Titik Pemberhentian Angkutan Umum Massal Berbasis Jalan di Kabupaten Bogor pada Koridor 5.
15. Rusmandani, P., Setiawan, R. S., & Unzilatirrizqi D, Y. E. R. (2020). Evaluasi Fasilitas Halte dan Penentuan Kebutuhan Halte di Kota Tegal. Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety), 7(1), 40–58. https://doi.org/10.46447/ktj.v7i1.74
16. Tamin, O. Z. (2008). Perencanaan, Permodelan, dan Rekayasa Transportasi. Bandung: Penerbit ITB.
17. Warpani, S. P. (2002). Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bandung: Penerbit ITB.
18. Yusuf, M., & Prasetyo, B. (2019). Evaluasi Fasilitas Halte Angkutan Kota di Kota Semarang. Jurnal Transportasi, 19(2), 115–124.
19. Zulkifli, & Rahman, A. (2020). Analisis Kesesuaian Standar Halte Angkutan Umum di Kota Makassar. Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 22(1), 45–56.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Luh Nia Trisnayanti, Roffi'i Eko Atmaja, Tingkah Ginting, Raden Caesario Boing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















