Pertanggungjawaban Hukum Direksi Perusahaan Umum atas Ketidakpastian Hierarki Tujuan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025

Authors

  • Ramadhani Dwi Pangestu Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Ahmad Sholikhin Ruslie Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11677

Keywords:

Pertanggungjawaban Hukum, Direksi, Tujuan Ganda, Business Judgment Rule, Kepastian Hukum

Abstract

Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa sektor produksi yang vital bagi negara dikelola demi sebesar-besar kesejahteraan rakyat, sehingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bentuk Perusahaan Umum (Perum) dibentuk sebagai instrumen negara dalam perekonomian nasional. Dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003, tujuan Perum bersifat hierarkis dengan kemanfaatan umum sebagai prioritas utama. Namun, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN mengubah struktur ini menjadi dua tujuan yang setara, yaitu kepentingan umum dan keuntungan, tanpa menjelaskan urutan prioritas di antara keduanya. Ketidakjelasan hierarki tujuan ini menimbulkan persoalan mendasar bagi pertanggungjawaban hukum Direksi Perum, khususnya dalam penerapan doktrin Business Judgment Rule yang diatur dalam Pasal 9F. Penelitian ini mengkaji bagaimana ketidakpastian normatif tersebut memengaruhi efektivitas perlindungan hukum Direksi Perum. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doktrin Aturan Penilaian Bisnis dalam Pasal 9F tidak dapat berfungsi secara optimal karena tolok ukur itikad baik sebagai syarat utamanya menjadi tidak jelas ketika dua tujuan yang sama-sama sah secara hukum saling berbenturan. Kondisi ini diperparah oleh kerugian Perum Bulog sebesar Rp550 miliar akibat beban pelayanan publik yang tidak sebanding dengan laba yang diperoleh. Penelitian ini merekomendasikan penambahan penjelasan Pasal 36 yang menegaskan hierarki tujuan Perum serta penyusunan pedoman teknis penerapan doktrin Business Judgment Rule guna memulihkan kepastian hukum pertanggungjawaban Direksi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] M. I. Ansari, “State-Owned Enterprises and Public Service Obligation in the Sector of Oil and Gas,” Mimb. Huk., vol. 32, no. 3, pp. 450–465, 2020.

[2] R. Indrawati, “Kedudukan Hukum BUMN dalam Sistem Hukum Indonesia,” J. Huk. dan Pembang., vol. 50, no. 3, pp. 567–582, 2020.

[3] D. A. Setiawan, “Tata Kelola BUMN Pasca Pemberlakuan UU No. 1 Tahun 2025,” Al-Wasath J. Ilmu Huk., 2025.

[4] A. Ali, Konsep Konflik Norma dalam Hukum Perundang-Undangan Indonesia. Jakarta: Kencana, 2025.

[5] R. Paramita, “Reviewing the Implementation of Public Service Obligation Policies in the Transportation Sector,” J. Budg. Isu dan Masal. Keuang. Negara, 2023, [Online]. Available: https://ejurnal.dpr.go.id/index.php/jurnalbudget/article/view/146

[6] V. H. Infantri and R. Meilani, “Analisis Yuridis Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara),” J. Ris. Rumpun Ilmu Sos. Polit. dan Hum., vol. 4, no. 1, pp. 378–391, 2025, [Online]. Available: https://prin.or.id/index.php/JURRISH/article/view/5132

[7] A. D. Setiawati and G. Vitrana, “Doktrin Business Judgment Rule dalam UU BUMN: Batas Tanggung Jawab Direksi dalam Tindak Pidana Korupsi,” J. RECHTENS, vol. 14, no. 1, pp. 155–170, 2025, doi: 10.56013/rechtens.v14i1.4256.

[8] B. Lora Christyanti, “Dilema Hukum Pasca Penghapusan Status Penyelenggara Negara bagi Organ BUMN dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025,” JGGLS J. Huk. dan Kebijak. Publik, vol. 1, no. 1, pp. 1–15, 2026, [Online]. Available: https://lppnusantara.com/index.php/JGGLS/article/view/423

[9] F. Rahman, “Pertanggungjawaban Direksi BUMN dalam Perspektif Corporate Governance,” Terang J. Huk., vol. 7, no. 4, pp. 1–15, 2025, [Online]. Available: https://journal.appihi.or.id/index.php/Terang/article/download/1462/1449/7580

[10] B. Setyo, “KLARIFIKASI HUKUM PIDANA TERKAIT ISU-ISU TINDAK PIDANA KORUPSI PASCA UU BUMN NOMOR 1 TAHUN 2025,” Berdikari J. Ilmu Huk., vol. 8, no. 2, pp. 1–15, 2025, [Online]. Available: https://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/berdikari/article/view/8748

[11] Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 7097.

[12] Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 162, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 7142.

[13] S. D. Hadi, A. Suryamah, and A. Afriana, “Prinsip Business Judgement Rule dalam Pertanggungjawaban Hukum Direksi BUMN yang Melakukan Tindakan Investasi yang Mengakibatkan Kerugian,” Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan dan Ke-PPAT-an, vol. 4, no. 2, pp. 171–190, 2021, doi: 10.23920/acta.v4i2.553.

[14] R. N. Hartono, Sriwati, and W. S. D. Rini, “Kerugian Keuangan Negara pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Perspektif Doktrin Business Judgment Rule,” KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humaniora, vol. 2, no. 1, pp. 23–34, 2021, doi: 10.24123/soshum.v2i1.4392.

[15] C. N. Irawan, Pujiyono, and I. Cahyaningtyas, “Implementation of Business Judgement Rules in Indonesia: Theories, Practices, and Contemporary Cases,” Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services, vol. 4, no. 1, pp. 1–24, 2022, doi: 10.15294/ijals.v4i1.53335.

[16] V. A. Hananto, “Doktrin Business Judgment Rules sebagai Paradigma Pengawasan Pengelolaan Badan Usaha Milik Negara,” Jurnal Surya Kencana Satu: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, vol. 13, no. 1, pp. 13–32, 2022, doi: 10.32493/jdmhkdmhk.v13i1.20213.

[17] M. A. S. Hayyi, M. S. Karim, and A. Ilmar, “Urgensi Penerapan Doktrin Business Judgment Rule terhadap Direksi BUMN dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi,” Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, vol. 6, no. 1, pp. 72–81, 2021, doi: 10.17977/um019v6i1p72-81.

[18] L. P. Syaflizar, “Business Judgment Rule: Sebuah Prinsip Tanggung Jawab Direksi atas Kerugian dalam Pengelolaan BUMN (Persero),” Jurnal Privat Law, vol. 11, no. 1, pp. 140–152, 2023, doi: 10.20961/privat.v11i1.45950.

[19] M. H. Ersya, “Prinsip Business Judgment Rule bagi Direksi Badan Usaha Milik Negara,” Jurnal Hukum Das Sollen, vol. 9, no. 1, pp. 549–561, 2023, doi: 10.32520/das-sollen.v9i1.2264.

[20] W. Wahyudi, A. Fitrian, and W. Franciska, “Pertanggungjawaban Hukum bagi Direksi Perusahaan BUMN Berdasarkan Doktrin Business Judgement Rule yang Merugikan Keuangan Negara,” Perfecto: Jurnal Ilmu Hukum, vol. 1, no. 3, pp. 137–144, 2023, doi: 10.32884/jih.v1i3.1485.

[21] D. E. Prasetyo, M. B. S. R. As Syadili, and Yulianingsih, “Perlindungan Hukum terhadap Direksi atas Keputusan Bisnisnya Sesuai Prinsip Business Judgement Rule,” Yurispruden, vol. 6, no. 2, pp. 203–223, 2023, doi: 10.33474/yur.v6i2.19654.

[22] F. Santiago, “Reconstruction of the Business Judgment Rule Doctrine in Indonesia: Legal Comparison with England, Canada, the United States, and Australia,” Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, vol. 12, no. 1, pp. 107–121, 2024, doi: 10.29303/ius.v12i1.1371.

[23] G. A. Gunadi, R. P. Simarmata, C. Widiatmoko, and R. B. Prayitno, “Peran Stake Holder dalam Pemenuhan Prinsip Business Judgement Rule (BJR) Direksi BUMN,” Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 8, no. 1, pp. 405–414, 2024, doi: 10.31004/jptam.v8i1.12400.

[24] A. D. Setiawati and M. G. Vitrana, “Doktrin Business Judgment Rule dalam UU BUMN: Batas Tanggung Jawab Direksi dalam Tindak Pidana Korupsi,” Jurnal Rechtens, vol. 14, no. 1, pp. 155–170, 2025, doi: 10.56013/rechtens.v14i1.4256.

[25] W. B. Ilyas and R. L. Sinaulan, “Perlindungan Hukum Direksi BUMN dalam Perspektif Business Judgment Rule dan Good Corporate Governance Pasca KUHP Baru,” Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, vol. 7, no. 2, pp. 447–464, 2026, doi: 10.33367/ijhass.v7i2.9262.

Downloads

Published

02-08-2026

How to Cite

[1]
R. D. Pangestu and A. S. Ruslie, “Pertanggungjawaban Hukum Direksi Perusahaan Umum atas Ketidakpastian Hierarki Tujuan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 22286–22293, Aug. 2026.

Issue

Section

Articles