Perencanaan Fasilitas Park and Ride di Stasiun LRT Jakabaring Palembang
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.11630Keywords:
Park and Ride, LRT Jakabaring, Back Calculation, Level of Service, Satuan Ruang Parkir, Capacity Constrained OptimizationAbstract
Stasiun LRT Jakabaring di kawasan Jl. H. A. Bastari Palembang belum dilengkapi fasilitas park and ride yang terencana. Kondisi ini mendorong pengguna kendaraan pribadi untuk parkir sembarangan di sekitar stasiun, berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas dan penurunan tingkat pelayanan (Level of Service) Jl. H. A. Bastari. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kapasitas optimal fasilitas park and ride dengan menggunakan pendekatan Capacity-Constrained Optimization dengan dua batasan serentak yaitu kapasitas fisik lahan stasiun seluas 314 × 134 meter dan batas toleransi LOS Jl. H. A. Bastari berdasarkan PKJI 2023. Hasil analisis menunjuukan kapasitas jalan total dua arah dihitung sebesar 11.110 smp/jam dengan volume eksisting 1.012,3 smp/jam (VCR = 0,091; LOS A). Kapasitas tersisa (ΔV) sebesar 1.209,7 smp/jam dapat diserap sebagai bangkitan park and ride. Berdasarkan distribusi moda 70% sepeda motor dan 30% kendaraan ringan, diperoleh kapasitas optimal kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP) sebesar 424 unit untuk sepeda motor dan 182 unit untuk kendaraan ringan. Kebutuhan parkir tersebut mebutuhkan total luas area sebesar 1.082,2 m² atau hanya memanfaatkan 2,60% dari total lahan efektif 41.942 m². Penelitian ini membuktikan bahwa secara kualitatif kapaitas pelayanan jalan merupakan faktor pembatas utama dibandingkan ketersediaan lahan. Rekomendasi desain layout dan manajemen akses park and ride disajikan sebagai panduan implementasi untuk mendukung keberlanjutan trasnportasi di Kota Palembang.
Downloads
References
[1] J. Arliansyah, “Analysis of Feeder Needs to Support the Implementation of LRT in Palembang,” Int. J. Sustain. Transp. Technol., vol. 2, no. 2, hal. 39–46, 2019, doi: 10.31427/ijstt.2019.2.2.1.
[2] P. M. Latuheru, D. B. Sidharta, C. Adinda, Budiharso, dan T. Sinulingga, “Toward a Connected City Accessibility Planning for Multimodal Transport Integration in Palembang,” J. Penelit. Sekol. Tinggi Transp. Darat, vol. 16, no. 1, hal. 1–7, 2025, doi: 10.55511/jpsttd.v16i1.724.
[3] A. R. Rahmatullah, D. I. K. Dewi, dan C. D. T. Nurmasari, “Integrasi Antar Transportasi Umum Di Kota Semarang,” J. Pengemb. Kota, vol. 10, no. 1, hal. 36–46, 2022, doi: 10.14710/jpk.10.1.36-46.
[4] M. Kar, S. Sadhukhan, dan M. Parida, “Location Planning of Park-and-Ride Facilities Around Rapid Transit Systems in Cities: A Review,” J. Urban Plan. Dev., vol. 149, no. 1, hal. 149, Mar 2023, doi: 10.1061/(ASCE)UP.1943-5444.0000885.
[5] E. Henry et al., “Locating park-and-ride facilities for resilient on-demand urban mobility To cite this version : HAL Id : hal-03805354 Locating park-and-ride facilities for resilient on-demand urban mobility,” hal. 0–28, 2024.
[6] A. Guntur, “Park and Ride Sebagai Bagian dari Pelayanan Kereta Api Perkotaan Bandung,” J. Perenc. Wil. dan Kota, vol. 25, no. 2, hal. 157–173, 2014.
[7] J. M. Pogodzinski dan J. S. Niles, “Impact of park-and-ride on public transit ridership,” Transp. Probl., vol. 16, no. 1, hal. 211–221, 2021, doi: 10.21307/tp-2021-018.
[8] K. Carlson dan A. Owen, “Accessibility Impacts of Park-and-Ride Systems,” Transp. Res. Rec. J. Transp. Res. Board, vol. 2673, no. 9, hal. 72–82, Sep 2019, doi: 10.1177/0361198119845665.
[9] J. Ortega, J. Tóth, T. Péter, dan S. Moslem, “An integrated model of park-and-ride facilities for sustainable urban mobility,” Sustain., vol. 12, no. 11, 2020, doi: 10.3390/su12114631.
[10] J. Palaguachi et al., “Evaluating the Location of the Park-and-Ride System Using Multi-Criteria Methods: A Systematic Review,” Sustainability, vol. 16, no. 23, hal. 10187, Nov 2024, doi: 10.3390/su162310187.
[11] Direktorat Jendral Bina Marga, “Panduan Kapasitas Jalan Indonesia,” in Panduan Kapasitas Jalan Indonesia, 2023, hal. 68.
[12] A. Kumalawati, L. M. Seran, dan D. W. Karels, “Analisis Karakteristik Lalu Lintas Terhadap Tingkat Pelayanan Pada Ruas Jalan Ij Kasimo Kabupaten Belu,” J. Tek. Sipil, vol. 12, no. 2, hal. 185–192, 2023, [Daring]. Tersedia pada: https://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/829%0Ahttps://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/download/829/399
[13] F. Herlambang, A. Purba, dan T. Septiana, “Perencanaan Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Pondok Ranji Kota Tangerang Selatan,” J. Profesi Ins. Univ. Lampung, vol. 4, no. 2, hal. 108–114, 2023, doi: 10.23960/jpi.v4n2.105.
[14] D. Widiyanti, “Pengembangan Park and Ride untuk Meningkatkan Pelayanan Angkutan LRT Kota Palembang,” J. Penelit. Transp. Darat, vol. 21, no. 2, hal. 103–116, 2019.
[15] Menteri Perhubungan, “Permenhub No 17 Tahun 2021,” 2021.
[16] I. W. Agustin dan S. Hariyani, “Penerapan ‘Transit Oriented Development’ di Kawasan Tugu – Kertanegara, Kota Malang,” J. Pembang. Wil. dan Kota, vol. 18, no. 1, hal. 76–97, 2022, doi: 10.14710/pwk.v18i1.33836.
[17] BPS Provinsi Sumatera Selatan, “Provinsi Sumatera Selatan dalam angka 2025,” BPS Provin., BPS Provinsi Sumatera Selatan, Ed., Palembang: BPS Provinsi Sumatera Selatan, 2025, hal. 1–812.
[18] Y. G. Fatmawati, “Pengembangan Transportasi Berkelanjutan untuk Mewujudkan Konsep TOD sebagai Pengentas Permasalahan Perkotaan di Kota Surabaya,” J. Educ. Hum. Soc. Sci., vol. 5, no. 2, hal. 958–965, 2022, doi: 10.34007/jehss.v5i2.1335.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pradana Diyas Putra, Muhammad Haris Ar Rosyid, Dewi Wulandari, R.Caesario Boing Rachmat Raharjo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















